POLA PEMURNIAN ANAK


CARA BACA :

  • 1 KALI DUDUK/BACA BAGIAN  A + B + C
  • AL QURAN YANG DI GUNAKAN MUSHAF UTSMANI FORMAT 18 BARIS BAGIAN POJOK HALAMAN HABIS AYAT ( KECUALI QS : 111, AL LAHAB, HAL 484 ).
  • CARA BACA TANPA TA’AWUZ, DAN JIKA ADA PERGANTIAN SURAT, BASMALLAH TIDAK USAH DI BACA ( KARENA BUKAN MERUPAKAN AYAT )
  • KOMPOSISI POLA INI SUDAH PAS, KARENA PENGHITUNGAN AL QURAN SEBAGAI SYIFA ITU SENDIRI, JADI KALIMAT TA’AWUZ DAN BASMALLAH UNTUK METODE INI HARAP DI KESAMPINGKAN TERLEBIH DAHULU. KARENA TAAWUDZ DAN BASMALLAH SEHARUSNYA SUDAH MENJADI SIKAP KITA DALAM KESEHARIAN YANG QURANI, BUKAN HANYA SEKEDAR LAFADZ SAJA, SAMA HALNYA DENGAN PERINTAH SHOLAT, ZAKAT,PUASA DLL, LEBIH KEPADA TINDAKAN/MELAKUKAN/MENGERJAKAN ( SHOLAT, ZAKAT, PUASA DLL ) . UNTUK LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI MAJELIS KAMI.

ARAH BACA DARI ATAS KE BAWAH

Iklan

11 Balasan ke POLA PEMURNIAN ANAK

  1. darulqohar berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Terima kasih atas komentarnya, berikut sekilas penjelasan kami.
    Sejatinya Ta’awwudz dan basmalah tidak perlu di permasalahkan apalagi di perdebatkan. Hal ini terkait dengan masing-masing mahzab memiliki hujjah ( dalil ) yang sama-sama kuat dan bisa di pertanggung jawabkan tentang kedua hal tersebut.
    Dalam hal ini, kami membahas tentang ta’awwudz tak lain sekedar memberikan gambaran tentang hal tersebut. Tentu saja bukan mencari mana yang benar dan mana yang salah. Paling tidak, pembaca sedikit mendapat gambaran tentang hal tersebur. Jadi tidak timbul perdebatan dan saling menyalahkan apalagi merasa paling benar.

    >>>>> Ta’awwudz <<<<<

    Secara Etimologi ( bahasa ) Lafal Ta'awwudz berasal dari bahasa arab yaitu kata Ta'awwadza-yata'awwadzu-Ta'awwudzan yang berarti membaca atau mengucapkan kalimat yang bermakna perlindungan. Secara bahasa kita bisa memahami bahwa setiap orang ( tanpa melihat pada suku, agama, bahasa, dan bangsa ) ketika mengucapkan kalimat tertentu, yang pasti dengan bahasa, cara dan menurut keyakinan ( AGAMA ) masing-masing, yang berisi tentang memohon perlindungan kepada sesuatu dari sesuatu yang lain maka bisa di katakan Ta'awwudz.
    Ada istilah yang lain yang di guanakan untuk menyebut Ta'awwudz yang mungkin lebih familiar di telinga kebanyakan masyarakat kita yaitu Isti'adzah yang berasal dari kata Ista'aadza-Yasta'iidzu-Isti'aadzatan yang berarti meminta atau memohon perlindungan kepada sesuatu terhadap sesuatu yang lain yang lebih kuat, agung, dan besar.
    Secara MAKNA ( materinya ), antara lafal Ta'awwudz dan Isti'adzah tidak jauh berbeda, tetapi secara bahasa berbeda. pertama, wazan ( pola akar kata ) dan struktur dari kedua kalimat tersebut jelas berbeda. kedua, Ta'awwudz penekanannya hanya kepada pengucapan kalimat perlindungan, sedangkan Isti'adzah penekanannya lebih kepada meminta perlindungan kepada sesuatu yang jauh lebih tinggi derajat dan kekuasaanya.
    Dari sini mari kita pahami lafal Ta'awwudz atau Isti'adzah secara terminologi dan dalam konteks syariat islam. Menurut istilah agama islam Ta'awwudz atau Isti'adzah adalah meminta perlindungan kepada ALLAH SWT, dari godaan syaitan yang terkutuk yaitu dengan mengucapkan kalimat " A'udzubillahi Minasy-syaithanir-rajim ( aku berlindung kepada ALLAH dari godaan setan yang terkutuk ).
    Tetapi yang perlu di ingat bahwa dengan pengertian tersebut di atas, bukan berarti seseorang misalnya mngucapkan dalam bahasa inggris " I seek refuge with ALLAH from syaithan the out cast ( the coursed one ) ", tidak bisa di katakan telah melakukan Isti'adzah atau Ta'awwudz. haL ini di karenakan islam di turunkan di arab dan memakai bahasa mereka dalam penyampaian risalah ( misi ) nya. Oleh karena itu, kita memang harus membedakan antara bahasa yang di maksud agama dan bahasa Arab murni, sekalipun keduanya terikat dalam jalinan yang erat dan tidak bisa di pisahkan.
    Dan sebagai buktinya ternya lafal Ta'awwudz atau Isti'adzah yang pernah di contohkan Nabi Muhammad Saw. dengan bermacam macam bentuk, tetapi intinya sama yaitu meminta perlindungan kepada Allah Swt, dari godaan syaitan. Hal ini semakin memperjelas bahwa masalah bentuk dan bahasa kalimat Isti'adzah tidak signifikan, yang penting adalah materinya sesuai dengan syariath ( meminta perlindungan hanya kepada Allah semata ).
    Dalam pembahasan tentang Ta'awwudz, terdapat beberapa bahasan, di antaranya adalah :

    1. Ulama bersepakat bahwa membaca Ta'awwudz di anjurkan bagi setiap orang yang mau membaca Al-Quran. Dasar nash ( dalil ) yang di pakai adalah Qs. An-Nahl, 16 : 98, yang artinya : " Maka apabila engkau membaca Al-Quran maka mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk ".
    Perbedaan pendapat terjadi ketika memahami kata " Fas-ta'idz " ( mintalah perlindungan ) yang berbentuk Amar ( perintah ) yang terdapat pada ayat tersebut apakah menunjukan kepada Nadb ( anjuran yang sifatnya tidak wajib ) atau Wujub ( suatu keharusan,wajib ).
    Jumhur ( mayoritas ulama ) dan Ahlul Ada' atau para praktisi Qiraat ( bacaan ) berpendapat bahwa Amar ( kata perintah ) yang terdapat pada ayat tersebut menunjukan Nabd ( Sunah ) artinya membaca lafal Ta;awwudz sebelum membaca Al-Quran tidak merupakan sebuah keharusan, artinya tidak berdosa bagi orang yang tidak membacanya.
    Memang ada sebagian Ulama yang berpendapat bahwa membaca lafal Ta’awwudz setiap hendak membaca Al-Quran hukumnya Wujub ( wajib ), bahkan ada yang berpendapat bahwa cukup membacanya sekali saja seumur hidup ( lihat kitab al-Buduruz-zahirah, karya Abdul Fatah al-Qadly. ” madinah : maktabah ad-Dar, 1404 H”, Hal 9 ).

    2. Lafal yang banyak di gunakan oleh para Qurra ( ahli bacaan ) adalah : ” A’udzubillahi minasya-syaithanir-rajim ” sesuai dengan lafal aslinya yang ada pada surat An-Nahl. Mereka juga membolehkan membaca dengan selain lafal tersebut ataupun dengan menguranginya. Misalnya ” A’udzubillahi minas-syaithan “, atau dengan menambahinya misalnya ” A’udzubillahis-sami’il ‘ alimi inas-syaithanir-rajim, A’udzu billahil’ Adhimi minas-syaithanir-rajimi, serta lafal-lafal yang lain yang pernah di lakukan oleh para ahli Qira’at.

    Penjelasan bisa di lihat di Kolom atas tentang ta’awwudz dan Basmallah …….
    Semoga penjelasan singkat tentang Ta’awwudz semakin menambah kedewasaan berfikir dan pengetahuan kita akan kedalaman ilmu Al-Quran dan perbedaan pandangan akan sebuah masalah. adanya perbedaan mahzab ini kan menjadikan sebuah dinamika kehidupan, bukan sebaliknya, menjadi pedebatan yang meruncing dan perpecahan antar umat. Perlu di ketahui bahwa mayoritas islam di indonesia bermahzab Syafi’i, sehingga membaca ta’awwudz dan basmallah di hukumi wajib.
    Janganlah mencela apalagi mengatakan bid’ah atau sesat ketika mendengar saudara kita membaca Al-Quran tidak mengawali bacaanya dengan Ta’awwudz atau basmallah , karena banyak ulama yang melakukan hal yang sama, atau sebaliknya. Masing-masing Mahzab memiliki hujjah ( alasan ) masing-masing . sikapi perbedaan ini dengan iman, bukan dengan perasaan bahwa paham, aliran, atau mahzab kita yang paling benar..
    Terima kasih
    Wassallamu’alaikum wr.wb.

  2. agus berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    ust. kegunaan dari pemurnian anak untuk apa saja,untuk pemurnian dibawahnya kegunaan untuk apa saja

    • darulqohar berkata:

      Walaikumsalam sdr Agus, pola pemurnian anak adalah pola khusus untuk anak-anak, seperti balita sampai umur 6 tahun.Jadi pola ini dibacakan kepada anak-anak bila mereka punya masalah atau gangguan pada phisik maupun mentalnya denga harapan kembali normal. POla-pola untuk orang dewasa terlalu berat dan tinggi dosisnya bagi mereka, dan dikhawatirkan mereka menjadi “immun”/kebal terhadap obat (pola baca tertentu)
      Anwar

  3. darulqohar berkata:

    Sdr Ayif yang bijaksana, mungkin maksud anda Qs.16:98 bukan 12:98. Disitu tertulis: faizaa qoro’ta. Dalam ilmu Nahwu dan Sorof, qoro’ta termasuk fi’il madi, yaitu bentuk lampau atau past-tense.Jadi arti yang sebenarnya menurut kaidah nahwu&sorof yang benar: Apabila “setelah” kamu membaca membaca Al qur’an,hendak
    lah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Jadi, taawuz itu mempunyai pesan, bertaawuzlah kamu setelah membaca Alqur’an, karena kamu akan masuk kembali ke dunia nyata yang penuh dengan godaan syetan yang akan menyerangmu dari segala arah.Disini ada pesan bahwa, syetan takkan dapat mengganggu anda sejak anda berniat membaca Alqur’an, sewaktu membacanya, sampai anda selesai, anda telah dilindungi Allah.
    Wassalam

  4. cehape19 berkata:

    diatas terdapat 2 pola pemurnian anak,
    cara baca’y gimana? apa harus dibaca semua atau salah satu aja atau gimana??

  5. niniuci berkata:

    Aslm.ustadz Untuk yang umur 2 taun pola ini berapa dosisnya? Sebulan1x ? atau? Waslm nuriyati18

  6. MUH. dIKRI dARWIS berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    DQ yang terhormat. tolong diberi petunjuk cara membaca pola 12. Saya tidak mengerti yang mana didahulukan bacaannya, apakah ayat 75 QS 8, baru halman 149 AQ kemudian QS. 9 ayat 1-5. ataukan Hal 149 AQ, baru QS 8 ayat 75, kemudian QS9 ayat 1-5. dst.
    mohon penjelanan DQ.
    terimakasih wassalam.

    • darulqohar berkata:

      Wa’alaikuumussalam Wr.Wb

      Bapak Muh.Dikri Darwis yang baik hati… Maaf, kami baru bisa membalas..
      Pak.. Pola 12 dibaca mulai dari halaman 149 AQ. Artinya dibaca dari surat 8 : 75 s/d surat 9 : 1-5. Itu ada di halaman 149 AQ (judul surat jgn dibaca).
      Hijab adalah sesuai dgn bulan lahir bapak, misalkan lahir Januari,diawali dengan surat 89,kebalikannya Hijab adalah Hijib yaitu surat 98 (lebih lengkap lihat di tabel halaman blog ini).
      Kemudian angka di dalam kotak artinya halaman angka halaman pada Juz Bapak, dibaca full. Apabila dalam/tiap halaman itu ada batas surat / judul surat & BASMALLAH harus dilewat (JANGAN DIBACA).. Kemudian apabila pola itu menunjukan halaman AQ dan di dalamnya ada batas surat/basmallah,diganti dengan (sisipan) halaman Juz bapak yg sesuai angka dalam kotak itu.. Dst..
      Demikian penjelasan dari kami,semoga Bapak paham & mendapatkan pahala lebih banyak untuk diri Bapak dan keluarga.. Amiin.. Apabila belum jelas, silahkan menghubungi/tlp kami ke nomor yg sudah kami cantumkan di blog ini.. Terimakasih..

      Wassalam
      MPDQ-PS

  7. Muh. Dikri Darwis berkata:

    Ass wr.wb, terimakaasih atas penjelasan DQ. saya sangat merasa puas semoga Allah swt membalas kebaikan DQ. wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s