POLA CITA-CITA dan KENYATAAN



Cara Baca :

  • Angka yang di dalam Kotak adalah Halaman Juz yang bersangkutan.
  • Cara baca dari mengikuti tanda panah ( dari Kanan Ke arah Kiri untuk Halaman Juz ) dan terus di sisipi surat surat seperti yang tertera di atas ke arah bawah.
  • Jangan menggunakan Ta’awuz dan Basmallah ketika pergantian surat…

44 Balasan ke POLA CITA-CITA dan KENYATAAN

  1. Indrajaya berkata:

    Ass.wr.wb.Boleh sy gabung?

    • darulqohar berkata:

      Wa’alaikum salam Wr.Wb..
      Silahkan Bapak boleh bergabung, web ini bebas untuk siapa saja yang ingin belajar, memperdalam Ilmu Al-Quran, kebetulan kami mengkaji dari sisi numerik…dan yang paling pokok intinya mau kembali dan membaca Al-Quran, karena Al-Quran sebagai “Blue Print ” kehidupan kita di dunia ini, semua hal ada di dalam Al-Quran…..

    • darulqohar berkata:

      Wa’allaikum Salam Wr.Wb..
      Boleh pak, silahkan Gabung..media ini sekedar urun rembug, dan bebas bagi siapa saja yang mau belajar memperdalam AL-Quran…semoga bermanfaat….

  2. Gatot Kartono berkata:

    mas, cara bacanya gimana?
    Sebenarnya, saya lagi butuh bimbingan agama. tapi saya belum menemukan ustadz yang bisa bimbing saya, saya tinggal di cirebon.

    • darulqohar berkata:

      Untuk Pola Bacaan di atas tata cara baca adalah dari arah kanan ke kiri untuk Kolom-kolom, dan arah nya menurun dari atas ke bawah..Untuk Nomor yang ada di kolom-kolom tsb adalah halaman Juz si pembaca, 1 juz terdiri dari 16 halaman ( Al-Quran Mushaf Ustmany Format 18 BAris ) jadi berilah nomor halaman di bagian bawah Al-Quran yang anda miliki untuk mempermudah pembacaan pada saat mencari halaman yang di inginkan…Al-Quran Yang di Gunakan Harus Al-Quran Mushaf Utsmany Format 18 BAris, dengan ciri-ciri yang bisa bapak lihat di halaman awal waktu membuka Blog ini….Tapi Saran saya anda sudah melaksanakan Stepping Pembacaan Juz Belum, kalau belum, ikuti Di Halaman Stepping yang ada di blog ini, karena ini penting, ibarat pendidikan, anda harus dari TK dulu baru ke jenjang yang lainnya, jadi tidak bisa loncat langsung SD kelas 5 misalnya….Paling Pokok Baca Juz diri sendiri saja dulu…
      Terima Kasih
      Wassalam…

  3. kalau seandainya saya menggunakan TA,AWUZ dalam pergantian surahnya apakah saya salah dan berdosa mohon penjelasannya???????????????……………

    • darulqohar berkata:

      Maaf saya tidak bisa mengunakan kata salah dan berdosa karena semua itu rahasia ALLAH SWT…Pola-pola yang kita buat adalah sudah di ukur takarannya berdasarkan ketepatan hitungan, jika kami tambakan Ta;awudz dan Basmallah maka bergeserlah perhitungannya, jadi bahasa kami kurang tapat saja…AL_QURAN salah satunya adalah sebagai As-Syifa ( Obat ), coba anda bayangkan obat yang anda minum ketika berobat ke dokter dosisnya salah atau berlebih atau kurang apa efeknya buat badan kita?…atau anda Pusing tapi minumnya obat sakit perut, bagaimana?nyambung tidak..takaran dosisnya 1 bh per hari terus anda minum 5 buah per hari, bagaimana jadinya?…atau obat sakit kepala itu isinya ada bahan A, Bahan B, dan Bahan C masing-masing sekian persent dari hasil analisis peracik obat di Perusahaan penghasil obat seperti kalbe farma misalnya, nah terus komposisi racikan bahan tersebut salah/kebanyakan/atau bahkan ngawur,apa yang terjadi pak?…
      nah contoh diatas adalah sekedar ilustrasi yang riil di kehidupan kita, pola bacaan yang kami buat sudah berdasarkan perhitungan yang ada, dan pesan yang melatari pola tersebut di dalam AL-QURAN ( bukti empirik ) dan dasar perhitungan dalam pengambilan ayat atau surat menjadi suatu pola bacaan semua tidak lepas dari campur tangan ALLAH SWT…

      Jika anda ingin mengucapkan Ta’Awuz dan Basmallah silahkan, tidak ada yang salah dan berdosa kok…kami tidak melarang, hanya menganjurkan “KALAU BISA” tidak di gunakan, begitu loh, Karena Basmallah itu adalah penggalan ayat dari QS: 27 Ayat 30, yang berbunyi ” Innahu min sulaimana wa innahu bismillahi rohmani rohiim” coba di lihat di AQ pak…dan Taawudz …
      Sejatinya Ta’awwudz dan basmalah tidak perlu di permasalahkan apalagi di perdebatkan. Hal ini terkait dengan masing-masing mahzab memiliki hujjah ( dalil ) yang sama-sama kuat dan bisa di pertanggung jawabkan tentang kedua hal tersebut.
      Dalam hal ini, kami membahas tentang ta’awwudz tak lain sekedar memberikan gambaran tentang hal tersebut. Tentu saja bukan mencari mana yang benar dan mana yang salah. Paling tidak, pembaca sedikit mendapat gambaran tentang hal tersebur. Jadi tidak timbul perdebatan dan saling menyalahkan apalagi merasa paling benar.

      >>>>> Ta’awwudz <<<<<

      Secara Etimologi ( bahasa ) Lafal Ta'awwudz berasal dari bahasa arab yaitu kata Ta'awwadza-yata'awwadzu-Ta'awwudzan yang berarti membaca atau mengucapkan kalimat yang bermakna perlindungan. Secara bahasa kita bisa memahami bahwa setiap orang ( tanpa melihat pada suku, agama, bahasa, dan bangsa ) ketika mengucapkan kalimat tertentu, yang pasti dengan bahasa, cara dan menurut keyakinan ( AGAMA ) masing-masing, yang berisi tentang memohon perlindungan kepada sesuatu dari sesuatu yang lain maka bisa di katakan Ta'awwudz.
      Ada istilah yang lain yang di guanakan untuk menyebut Ta'awwudz yang mungkin lebih familiar di telinga kebanyakan masyarakat kita yaitu Isti'adzah yang berasal dari kata Ista'aadza-Yasta'iidzu-Isti'aadzatan yang berarti meminta atau memohon perlindungan kepada sesuatu terhadap sesuatu yang lain yang lebih kuat, agung, dan besar.
      Secara MAKNA ( materinya ), antara lafal Ta'awwudz dan Isti'adzah tidak jauh berbeda, tetapi secara bahasa berbeda. pertama, wazan ( pola akar kata ) dan struktur dari kedua kalimat tersebut jelas berbeda. kedua, Ta'awwudz penekanannya hanya kepada pengucapan kalimat perlindungan, sedangkan Isti'adzah penekanannya lebih kepada meminta perlindungan kepada sesuatu yang jauh lebih tinggi derajat dan kekuasaanya.
      Dari sini mari kita pahami lafal Ta'awwudz atau Isti'adzah secara terminologi dan dalam konteks syariat islam. Menurut istilah agama islam Ta'awwudz atau Isti'adzah adalah meminta perlindungan kepada ALLAH SWT, dari godaan syaitan yang terkutuk yaitu dengan mengucapkan kalimat " A'udzubillahi Minasy-syaithanir-rajim ( aku berlindung kepada ALLAH dari godaan setan yang terkutuk ).
      Tetapi yang perlu di ingat bahwa dengan pengertian tersebut di atas, bukan berarti seseorang misalnya mngucapkan dalam bahasa inggris " I seek refuge with ALLAH from syaithan the out cast ( the coursed one ) ", tidak bisa di katakan telah melakukan Isti'adzah atau Ta'awwudz. haL ini di karenakan islam di turunkan di arab dan memakai bahasa mereka dalam penyampaian risalah ( misi ) nya. Oleh karena itu, kita memang harus membedakan antara bahasa yang di maksud agama dan bahasa Arab murni, sekalipun keduanya terikat dalam jalinan yang erat dan tidak bisa di pisahkan.
      Dan sebagai buktinya ternya lafal Ta'awwudz atau Isti'adzah yang pernah di contohkan Nabi Muhammad Saw. dengan bermacam macam bentuk, tetapi intinya sama yaitu meminta perlindungan kepada Allah Swt, dari godaan syaitan. Hal ini semakin memperjelas bahwa masalah bentuk dan bahasa kalimat Isti'adzah tidak signifikan, yang penting adalah materinya sesuai dengan syariath ( meminta perlindungan hanya kepada Allah semata ).
      Dalam pembahasan tentang Ta'awwudz, terdapat beberapa bahasan, di antaranya adalah :

      1. Ulama bersepakat bahwa membaca Ta'awwudz di anjurkan bagi setiap orang yang mau membaca Al-Quran. Dasar nash ( dalil ) yang di pakai adalah Qs. An-Nahl, 16 : 98, yang artinya : " Maka apabila engkau membaca Al-Quran maka mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk ".
      Perbedaan pendapat terjadi ketika memahami kata " Fas-ta'idz " ( mintalah perlindungan ) yang berbentuk Amar ( perintah ) yang terdapat pada ayat tersebut apakah menunjukan kepada Nadb ( anjuran yang sifatnya tidak wajib ) atau Wujub ( suatu keharusan,wajib ).
      Jumhur ( mayoritas ulama ) dan Ahlul Ada' atau para praktisi Qiraat ( bacaan ) berpendapat bahwa Amar ( kata perintah ) yang terdapat pada ayat tersebut menunjukan Nabd ( Sunah ) artinya membaca lafal Ta;awwudz sebelum membaca Al-Quran tidak merupakan sebuah keharusan, artinya tidak berdosa bagi orang yang tidak membacanya.
      Memang ada sebagian Ulama yang berpendapat bahwa membaca lafal Ta’awwudz setiap hendak membaca Al-Quran hukumnya Wujub ( wajib ), bahkan ada yang berpendapat bahwa cukup membacanya sekali saja seumur hidup ( lihat kitab al-Buduruz-zahirah, karya Abdul Fatah al-Qadly. ” madinah : maktabah ad-Dar, 1404 H”, Hal 9 ).

      2. Lafal yang banyak di gunakan oleh para Qurra ( ahli bacaan ) adalah : ” A’udzubillahi minasya-syaithanir-rajim ” sesuai dengan lafal aslinya yang ada pada surat An-Nahl. Mereka juga membolehkan membaca dengan selain lafal tersebut ataupun dengan menguranginya. Misalnya ” A’udzubillahi minas-syaithan “, atau dengan menambahinya misalnya ” A’udzubillahis-sami’il ‘ alimi inas-syaithanir-rajim, A’udzu billahil’ Adhimi minas-syaithanir-rajimi, serta lafal-lafal yang lain yang pernah di lakukan oleh para ahli Qira’at.

      Penjelasan bisa di lihat di Kolom atas tentang ta’awwudz dan Basmallah …….
      Semoga penjelasan singkat tentang Ta’awwudz semakin menambah kedewasaan berfikir dan pengetahuan kita akan kedalaman ilmu Al-Quran dan perbedaan pandangan akan sebuah masalah. adanya perbedaan mahzab ini kan menjadikan sebuah dinamika kehidupan, bukan sebaliknya, menjadi pedebatan yang meruncing dan perpecahan antar umat. Perlu di ketahui bahwa mayoritas islam di indonesia bermahzab Syafi’i, sehingga membaca ta’awwudz dan basmallah di hukumi wajib.
      Janganlah mencela apalagi mengatakan bid’ah atau sesat ketika mendengar saudara kita membaca Al-Quran tidak mengawali bacaanya dengan Ta’awwudz atau basmallah , karena banyak ulama yang melakukan hal yang sama, atau sebaliknya. Masing-masing Mahzab memiliki hujjah ( alasan ) masing-masing . sikapi perbedaan ini dengan iman, bukan dengan perasaan bahwa paham, aliran, atau mahzab kita yang paling benar..
      Terima kasih..
      Wassalam Wr.Wb…

      By Syahroni Noor 21

      • Aziz berkata:

        Pembahasan yang sangat menarik dan penuh dengan ilmu menurut saya.
        kalo saya memahami sederhana saja,berusaha melaksnakan apa yang datang dari Allah dan rasul-Nya.
        banyak yang terjebak dengan terminologi FIKIH,
        sehingga kadang orang berkata
        “kan cuma Sunnah, nggak diamalkan nggak dosa kaaan?”
        “kan cuma makruh, dilakukan nggak dosaa kaaaaan?”
        bertaqwa kepada Allah sekemampuan kita, Dan bukankah Allah yang paling mengetahui batas kemampuan kita

  4. kalau seandainya saya menggunakan TA’AWUZ dan BASMALLAH dalam pergantian surahnya apakah saya salah dan berdosa mohon penjelasannya ???????????????……………

  5. zulnasri berkata:

    assalamualaikum…blh saya bergabung akhi..?

    • darulqohar berkata:

      Wa’allaikum salam Wr.Wb.
      Terima kasih sudah berkunjung ke Blog kami…silahkan bergabung, kami terbuka kepada siapa saja yang ingin menambah dan melengkapi pengetahuannya dengan keilmuan numerik Al-Quran Ini, semoga bisa melengkapi yang sudah ada dari sisi numerik, karena dari sisi verbal kita sudah banyak mendapatkan ilmu Al-Quran dari para guru/ustadz kita…Terima kasih

      Wassalamu’alaikum Wr.WB..

      By R21

  6. udin berkata:

    apa fadilah/manfaat pola cita cita dan kenyataan, mohon penjelasannya , wassalam

    • darulqohar berkata:

      Sdr Udin,pada pola baca itu ada pesan bahwa: “Mintalah kepadaku, pasti ku beri” kata Allah dalam satu ayatNya. Tapi Aku yang berkuasa,Aku yang menentukan waktunya, Aku yang menentukan kadar pemberianKu. Jadi anda bacalah (minta), tapi pada kenyataannya nanti bisa lebih atau kurang dari apa yang anda minta ( cita-citakan)
      Wassalam

  7. sukmo cahyo tribowo berkata:

    asssalam, Boleh saya gabung.di bacanya seminggu sekali apa, satu kali saja mohon penjelasan.trimakasih.

    • darulqohar berkata:

      Sdr sukmo, anda bisa lihat tahapan atau cara bacanya pada web Darul Qohar .Apakah anda sudah punya Al Qur’an yang tepat untuk keilmuan ini?
      anda bisa pesan Al Qur’an dan buku2 modul belajar di nomor 081267541450 atau 087875684813
      Wassalam
      Anwar

    • darulqohar berkata:

      Sdr Sukmo, dianjurkan membaca juz diri sekali dalam satu minggu, jadi 4x sebulan.
      Wassalam
      Anwar

  8. zaldy munir berkata:

    Asslm, numpang baca-baca… Subhanallah tulisannya bagus-bagus.

  9. Dayanni Vera Versanika berkata:

    Assalamua’alaikum Wr.Wb
    Pola bacaan cita-cita dan kenyataan ini bisa dibaca untuk mendapatkan pekerjaan? Dan Saya berjuz 16 umur saya 20 tahun. saya sudah 6 bulan nganggur dan belum ada tawaran pekerjaan. saya sudah baca golden gate.

    • darulqohar berkata:

      Sdi Vera, Pola Cita-cita dan Kenyataan memang untuk usaha, kalau anda mau, sesudah itu anda bisa baca pola Konsolidasi Usaha selama 7 hari. Untuk menjaga power anda, membaca juz jangan ditinggalkan.InsyaAllah…
      Wassalam
      Anwar

  10. Assalammu’alaikum, pak. saya mau gabung. boleh gak minta alamat darul fikri ? Wassalam

  11. deddy yunarto berkata:

    Pak saya ingin punya pendamping seorang istri karena sudah hampir 12 tahun saya hidup tanpa istri… mohon bantuannya pak

  12. Syarifah Awiyah berkata:

    saya ingin memperoleh pola konsolidasi usaha kalau tidak keberatan kirimkan ke email saya untuk anak kami , was Sy Alwiyah

  13. Syarifah berkata:

    saya ingin pola konsolidasi usaha kalau berkenan bisa dikirimkan di email kami

  14. Syarifah berkata:

    saya ingin pola konsolidasi usaha kalau berkenan bisa dikirimkan di email kami
    ini alamat email saya Syarifah.alwiyah@gmail.com

  15. rizal berkata:

    untuk juz aku (18) kenapa tidak tercantum di dalam kotak? Kenapa ya?

  16. Muhyi Abdurrohim berkata:

    Assalamu’alikum, saya juz 29, tim DQ yang membukakan, sekarang saya lg melaksanakan seteping tahap 1, saya bercita-cita punya pondok tahfih al-Qur’an Gratis tanpa biaya, sekarang saya udh punya Yayasan yang baru berdiri tahun ini, tahun depan mau buka Madrasah Ibtidaiyah, sudah ada yang mendaftar dan kedepan ingin lebih berkembang lg, sekarang saya ngajar di pondok tahfidh milik organisasi tertentu, mohon kiranya tim DQ khususnya pembimbing saya, memberi pola bacaan tertentu yang mengantarkan saya menuju kesuksesan Dunia Akhirat, Trmksh, Jazakumullah.

  17. Assalamualaikum, Pak Saya sekarang sudah proses stepping pola tadarus. Saya mau tanya bedanya pola cita-cita dengan pola konsolidasi usaha apa ya? Mohon untuk pola konsolidasi diri/jiwa dan pola usaha dikirimkan ke alamat email saya ya pak. jazakumullah..

    • darulqohar berkata:

      Wa’alaikumussalam wr.wb.

      Saudara Hakim.. Kami turut senang bahwa Saudara sedang menjalani stepping 1.
      Untuk pola-pola yang Saudara minta silahkan datang ke tempat kami karena perlu penjelasan banyak untuk pola-pola tsb. Semoga Anda Maklum. Terima kasih.

      Wassalam
      MPDQ-PS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s