Karakter Diri Juz 3 ( Pandai Berargumen, Bijak Mengambil Keputusan )


JUZ 3

1. Profil

Juz ini terdiri atas dua surat yang masing-masing surat tidak utuh.

Juz ini berisi 34 ayat dari surat al-Baqarah, dan 91 ayat dari surat

Ali-Imran. Berikut daftar nama surat dan jumlah ayat pada juz 3.

1. 2 Al-Baqarah  (34)  253–286         Sapi Betina

2. 3 Ali-Imran     (91)  1 – 91             Keluarga Imran

Jumlah ayat       ( 125 )

Berbeda dengan juz 2 yang benar-benar murni atau penuh dengan

ayat-ayat, juz 3 memiliki kop surat di tengahnya, yaitu kop surat

Ali-Imran. Jumlah tanda ’ain pada juz ini 17,

 

2. Karakter Juz 3

Sosok seorang juz 3 dapat dibayangkan sebagai berikut. Dialah

orang yang paling ”cerewet” dan mudah sekali angkat bicara. Meskipun,

apa yang ia bicarakan jelas-jelas hanya ”omong-kosong”.

Huruf pertama pada cetak-tebal ( Ta ), dan angka 3 itu sendiri juga ( Ta )

yang berarti THT. Dia lebih mendahulukan berbicara dari pada

berbuat.

Bahkan, dia bisa saja tubuhnya sama sekali tidak bergerak, atau

sama sekali tidak mengerjakan sesuatu, tetapi hanya cukup berbica ra saja sudah puas. Dengan kata lain, kepuasan (target) bagi dirinya

apabila ia dapat ”ngoceh” sebanyak-banyaknya dengan orang lain.

Tetapi keunikannya, ia dapat menyimpan rahasia dengan baik.

Artinya, meskipun ia cerewet, tetapi ia dapat memegang amanah

dengan baik. Ia dapat dipercaya, misalnya untuk menyimpan rahasia

atau informasi. Karena kekuatannya pada THT, maka dialah orang

yang paling lemah segi psikomotoriknya, atau dalam segi

operasional.

Surat al-Baqarah bagi juz 2 memiliki makna ”kelemahan” segi

”psikologis” atau mentalitas, yaitu perasaan tipis atau mudah tersinggung.

Sedangkan surat al-Baqarah bagi juz 3 memiliki makna

kelemahan dalam segi fisik, sebagaimana seorang juz 1. Oleh karenanya,

surat al-Baqarah kemudian diikuti oleh surat Ali-Imran.

Surat ini gambaran seorang laki-laki yang benar-benar jantan, Di

samping itu, ia lambang dari sebuah keluarga yang merupakan bibit

unggul, atau ”keturunan”.

Hal ini berarti, jika surat al-Baqarah muncul dalam diri seorang

juz 3, maka ia benar-benar menjadi orang yang lemah secara fisis,

dan hanya bisa berbicara. Tetapi di sisi lain juga terdapat sifat kontradiktifnya.

Apabila surat ali-Imran muncul, maka ia tipe orang

yang giat bekerja.

Memang, jika diamati secara teliti, setiap juz (orang) dalam

dirinya memiliki sifat-sifat yang bernada kontradiktif. Dan karena

itu, jika diamati dan diinterpretasi secara jujur maka setiap juz juga

merupakan gambaran sosok seorang pribadi yang di dalamnya terdapat

karakter yang kontradiktif. Di satu pihak terdapat kecenderungan

ke arah plus, tetapi di pihak lain terdapat unsur karakteristik

yang mengarah pada sebaliknya.

Demikian misalnya, seorang juz 3 ada yang menampilkan sifatnya

yang begitu lemah secara fisis dan hanya bisa berbicara melulu,

tetapi ada juga seorang juz 3 yang benar-benar tipe pekerja keras,

tanpa suka ”ngomong”. Ini berarti, tipe pertama hanya menampilkan

surat al-Baqarahnya, sedangkan tipe kedua hanya menampilkan

surat Ali-Imrannya.

Surat Ali-Imran bagi juz 3 dapat juga berarti bahwa ia memiliki

kelebihan dalam segi fisis. Ialah gambaran seorang bapak yang

benar-benar kuat dan berpenampilan ”jantan” dan kuat. Karena itu,

surat dapat dipakai sebagai upaya spiritual untuk mengantisipasi

gejala ”pengapuran” pada tubuh (tulang) manusia, terutama pada

usia di atas 30 tahun. Apabila dibaca dengan suatu ”sistem tertentu”,

surat ini dapat dipakai untuk menyembuhkan sakit pada bagian

tulang belakang.

Surat Ali-Imran merupakan lambang ”keluarga” yang menurunkan

anak-anak sehat dan cerdas. Ali-Imran ayah Maryam, seorang

yang kemudian melahirkan seorang Isa. Setiap orang dapat menderivasi

”keilmuan” Imran dalam dirinya, yaitu ilmu mengenai

”genetika”, dan bagaimana menurunkan anak-anak yang cerdas dan

sehat, Karena itu, sejak bayi dalam kandungan usia 4 bulan 2 hari,

sebaiknya harus sudah ”dipantau” juznya, dan kemudian mulai dibacakan

juznya secara rutin. Apabila ini dilakukan, maka ia dapat

mengadopsi keilmuan Imran, yaitu mendidik anak sejak dari dalam

kandungan.

Mendidik anak sejak dari masa kandungan tidak hanya dengan

cara kedua orang tuanya berperilaku ”moril”, tetapi juga rajin

membacakan juznya secara rutin.

 

3. Keilmuan

Jika juz 3 ini dipakai untuk menganalisis kondisi psikologis perkembangan

anak, maka kita dapat melihat perkembangan anak pada

usia 3 tahun. Pada usia anak mencapai 3 tahun, dalam dirinya

sedang terjadi proses pembentukan kadar darah yang sesuai dengan

organ badannya. Pada usia inilah awal dari pembentukan postur

tubuh seorang anak. Sebagai awal pembentukan postur tubuh, maka

seorang anak pada usia ini sangat memerlukan darah murni berkadar

tinggi yang dibentuk oleh makanan yang bergizi.

Menurut ilmu kedokteran maupun ilmu agama, seorang anak

pada usia 3 tahun tidak boleh lagi menyusu kepada ibunya karena

dikhawatirkan proses proses pembentukan kadar darah menjadi

 

tidak sempurna. Di sinilah terlihat suatu pesan, kenapa al-Baqarah

digandeng dengan Ali-Imran yang laki-laki, dan tidak kepada an-

Nisaa yang perempuan. Kita semua tahu bahwa tidak ada laki-laki

yang dapat menyusui anak. Karena pada usia 3 tahun seorang anak

tidak lagi menyusu kepada ibunya, maka yang bertanggungjawab

untuk menyediakan susu bagi si anak Ali-Imran selaku ayahnya.

Pada usia ini seorang anak sering memperlihatkan rasa kerinduan

terhadap belaian dan kasih sayang seorang ayah. Dia ingin selalu

ikut kemanapun ayahnya pergi, bahkan jika tidurpun anak pada usia

ini ingin dalam pelukan sang ayah.

 

4. Kelemahan dan Kelebihan

Kelemahan dan atau kelebihan seorang juz 3 terletak pada bagian

THT dan atau darah. Kelemahan lain, dapat terjadi pada bagian

punggung (pundak sebelah kiri). Siapapun, yang terlalu banyak berbicara,

maka akan merasakan sakit-sakit pada bagian punggung

sebelah kiri.

Sistem 11 juz 3 dapat dilihat pada juz 12, 21 dan 30, sebab juzjuz

tersebut juga merupakan juz pemampatan dari juz 3.

Dalam masyarakat kita orang yang berjuz 3 juga relatif ”langka”.

Dan bukan berarti tidak ada.

Iklan

8 Balasan ke Karakter Diri Juz 3 ( Pandai Berargumen, Bijak Mengambil Keputusan )

  1. supardi berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb. …
    Yth. Pengasuh Majlis Darul Qohar, saya baru belajar dan di buka Juz oleh Mamah sekitar 1 tahun yg lalu, namun karena saya tinggal cukup jauh dari Jakarta dan kesibukan tugas, sehingga sulit membagi waktu utk bersilaturahim kembali dengan Guru dan rekan-rekan di kawasan Bukit Duri Jakarta.
    Dengan perantaraan WEB ini smoga tali silaturahim dapat terus berlanjut. memang perlu waktu untuk lebih mendalami FSQ, namun manakala kita bersungguh-sungguh dan dengan telah dibukanya Juz pribadi sebagai Fondasi saya berupaya terus menggali serta mengkaji. Alhamdullillah jiwa lebih banyak sabar ….tawakal serta kemauan untuk terus belajar.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    Narimbang , 6 April 2011
    Kangen Rindu…utk smua

    • darulqohar berkata:

      Wa’allaikum salam Wr.Wb..
      Alhamdulillah bisa bertemu teman satua pengajian di web ini, InsyALLAH dengan web ini bisa menyambung tali silaturahmi kita Bapak…semoga banyak petunjuk yang bapak dapatkan dengan mendekatkan diri ke ALQURAN ya pak…terima kasih banyak sudah mampir ke web ini, nanti bisa sama sama urun rembug…
      Wassalamu’allaikum Wr.Wb…

  2. Awatar berkata:

    Assalamu’alaikum Nama Saya : Agus Kurniawan tgl lahir 24/08/1975, mohon maaf sebelum nya saya hendak me re-check Juz saya..terima kasih…wasalamu’alaikum wr wb.

  3. Awatar berkata:

    Assalamu’alaikum wr wb
    sebelumnya sy di bukakan oleh sahabat saya juz 22, mohon di recheck kembali,terimakasih
    wassalam

    • darulqohar berkata:

      sdr Agus, setelah di re-chek insyaAllah anda berjuz 4. Coba anda bandingkan kedua juz tersebut, anda yang lebih tahu tentang diri anda.
      wassalam
      Anwar

  4. rudi mastudi anto berkata:

    Assalamu’alaikum wr wb
    apa yang perlu dilakukan untuk orang2 juz 3? mohon sarannya
    wassalam

    • darulqohar berkata:

      untuk sumua juz, mereka harus membaca Al Qur’an secara tersistem, teratur seperti makan. Makanan harus cukup takarannya, tepat waktunya, cukup gizinya, nah seperti itulah gambarannya, artinya:
      1. anda harus punya Al Qur’an yang tepat formatnya
      2. Punya buku panduan belajarnya, agar anda tahu kenapa begini, kenapa
      begitu…
      3. Anda harus akrab dengan Al Qur’an kalu anda ingin belajar dan
      diajarinya…. dan lain-lain
      Bila anda ingin pesan buku-buku dan Al Qur’an, anda bisa hubungi 081319315472 atau 087781153648 ( Anwar )
      Wassalam
      Anwar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s