Mukjizat Syahadat (Melalui- Pendekatan Numerik Al-Quran) – 2


Melanjutkan bahasan sebelumnya (Posting dengan judul Mukjizat Syahadat (Melalui Kajian Numerik Al Quran), telah disampaikan bahwa yang dimaksudkan dengan mukjizat syahadat adalah mukjizat Al Qur’an. Dimana dibalik pesan untuk bersyahadat tersebut, ternyata tersembunyi pesan untuk mempelajari dan memahami Al Qur’an dalam rangka lebih meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ke 4 rukun Islam setelahnya (Shalat, Zakat, Puasa dan Hajj).

Ada sebuah ayat di Al Qur’an yang sudah demikian familiar dikalangan ummat Islam, yang jelas mendukung pemahaman tentang korelasi antara Syahadat dan Al Qur’an, yaitu Qs. 29 Al ‘Ankabuut 45 yang merupakan ayat pertama dari juz 21 :

Bacalah Kitab (al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Dari ayat tersebut jelas mengisyaratkan tentang kedudukan syahadat (membaca, mempelajari dan memahami Al Qur’an) lebih didahulukan dari rukun Islam yang ke dua (shalat). Dari kalimat Bacalah Kitab (Al Qur’an) yang telah diwahyukan kepada (Muhammad) dan laksanakanlah shalat, jelas disini mengisyarakat betapa pentingnya kita mempelajari dan memahami Al Qur’an, sehingga dengan semakin baiknya tingkat kepahaman kita akan ilmu Al Qur’an, maka seiring itu pula ilmu tersebut akan menghantarkan kita kepada tingkat penegakan shalat yang mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, Insya Allah.

Lebih lanjut, kajian numerik Al Qur’an tentang Syahadat akan akan membahas beberapa uraian sebagai berikut :

Masjidil Haram sebagai Simbolik dari Al Qur’an

Telah dipaparkan sebelumnya tentang Ka’bah adalah merupakan sebuah simbol dari Al Qur’an. Bagaimana dengan Masjidil Haram ?, karena pada ayat di Qs. 2, Al Baqarah 150, jelas tertera lafadz Masjidil Haram.

Dihubungkan dengan kalimat syahadat, yang pengucapannya berulangkali kita lakukan pada saat shalat yaitu ketika dalam posisi tahyat, dengan serta merta diiringi pula dengan menegakan/mengangkat jari telunjuk kita, yang tentunya arah tunjuk jari tersebut akan searah dengan arah kiblat shalat. Cobalah perhatikan bentuk kepalan tangan kita, pada saat pengucapan syahadat tersebut. Ternyata bentuk tersebut menyerupai bentuk Masjidil Haram bila dilihat dari arah atas. Seperti gambar di bawah ini.

Mim-2

Gambar tersebut, adalah visualisasi Masjidil Haram sebelum terjadinya renovasi besar-besaran belakangan ini. Namun pada kondisi akhir pun, bentuk dasar seperti di atas masih dipertahankan. Perhatikanlah bentuk tersebut, bukankah bentuknya menyerupai bentuk kepalan tangan ketika dalam posisi syahadat pada waktu tahyat? Apakah hanya kebetulan, ataukah ada pesan tersembunyi di sana?. Berikut adalah analisa numeriknya :

  • Sekilas bentuk visualisasi tersebut jelas membentuk salah satu abjad dalam hijiyah, yakni ajad MIM ( ﻣ ) atau abjad ke 24, atau lebih jelasnya adalah :

MIM-KECIL

  • Artinya, ketika kita bersyahadat (dalam shalat) pada saat posisi tahyat ternyata memilki konektifitas dengan Masjidil Haram. Karena baik Masjidil Haram dan bentuk kepalan tangan dengan posisi jari telunjuk di tegakkan (posisi syahadat) sama-sama berkorelasi dengan huruf MIM (huruf ke 24). Bagaimana sistematika numeriknya, sehingga mengisyaratkan bahwa Masjidil Haram pun merupakan sebuah simbolik dari Al Qur’an.

Berikut penjelasannya :

  • Bila angka 24 disubstitusikan menjadi nomor surat adalah Qs. 24 An Nuur dengan 64 jumlah ayat. Nilai nomor surat ditambahkan dengan jumlah ayatnya : 24 + 64 = 88.
  • Nilai 88 adalah sama dengan nilai numerik pada kata Al Qur’an (ﺍﻟﻗرﺍﻦ). Atau lebih jelasnya lihat skema di bawah ini :

Tulisan Al Quran :

alquran 88-kecil

  • Sepertinya mulai terlihat, konektifitas antara Masjidil Haram dan Al Qur’an. Dan perlu di ingat pula bahwa salah satu nama lain dari Al Qur’an pun adalah An Nuur.
  • Nilai 88 yang diperoleh, kembali disubstitusikan menjadi nomor surat ke 88 yaitu, Al Ghasiyah dengan 26 ayat. Nilai 88 + 26 = 114. Nilai 114 adalah sama dengan jumlah surat di Al Qur’an.

Ternyata dibalik bentuk Masjidil Haram tersebut mengandung pesan tentang Al Qur’an (simbolik dari Al Qur’an). Hal ini semakin menegaskan tentang makna dari Qs. 2 Al Baqarah ayat 150 (yang sudah disampaikan pada tulisan “Mukjizat Al Qur’an” seri pertama), bahwa

“Dan dari mana pun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku Sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.”.

bermakna : dari mana saja kita keluar dan di mana saja kita berada, selalulah berpedoman pada Al Qur’an.

Lanjutkan baca

Tentang darulqohar

KAMI PERKUMPULAN PENGAJIAN YANG MENGUPAS AL QUR'AN DARI SISI STRUKTUR DAN NUMERIK ( PARADIGMA NUMERIK DAN STRUKTUR AL QUR'AN )
Pos ini dipublikasikan di Syahadat dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mukjizat Syahadat (Melalui- Pendekatan Numerik Al-Quran) – 2

  1. Syahidina Alif berkata:

    PT. Bondor Indonesia

    Insulated Panel Systems have been supplied to various projects around the globe for over 30 years. With its Timber
    Free, CFC Free, Ozone Safe materials, the systems are able to help the users to save energy, time as well as money.
    In Indonesia, Bondor™ Insulated Panel Systems has been installed at more than 1,200 projects since 1995. To
    make sure that the product meet the International standards, PT. Bondor Indonesia has received ISO 9001 for Quality
    Management System in 2005.

    sandwich panel
    insulated panel
    cold storage
    room storage

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s