Pesan Keilmuan Pada Surat Al-Alaq ( 96 ) ayat 1 s/d 5


PESAN KEILMUAN PADA SURAT AL ALAQ AYAT 1 S/D 5

( 5 AYAT YANG PERTAMA TURUN )

 

Berikut akan disampaikan beberapa penjelasan tentang pesan-pesan keilmuan yang tersembunyi pada Qs. 96, Alaq ayat ke 1 sampai dengan 5 :

1. Pesan Tentang Waktu Turunnya Al Qura’n

    1. Ayat ke 1 terdiri dari   :           17 abjad
    2. 237 – (114 + 114)           :           9
    3. Nilai a dan b menunjukkan tanggal dan bulan pertama turunnya Al Qur’an (Qs. 96 Al Alaq 1 – 5), yaitu :

-  Tanggal 17

- Bulan ke 9 hijriah atau Ramadhan

Sesuai dengan firman Allah Qs. Al Baqarah ayat  ke 185

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.

2. Pesan pada pengulangan lafadz Iqra’ sebanyak 3 kali.

A. Dalam sebuah hadist shahih Bukhari, diriwayatkan :

Aisyah r.a. berkata, “Ketika beliau (rasulullah) ada di Gua Hira, datanglah malaikat seraya berkata, ‘BACALAH!’ Beliau berkata, ‘Sungguh saya tidak dapat membaca. Ia mengambil dan mendekap saya sehingga saya lelah. Kemudian ia melepaskan saya, lalu ia berkata, ‘BACALAH!’ Maka, saya berkata, ‘Sungguh saya tidak dapat membaca:’ Lalu ia mengambil dan mendekap saya yang kedua kalinya, kemudian ia melepaskan saya, lalu ia berkata, ‘BACALAH!’ Maka, saya berkata, ‘Sungguh saya tidak bisa membaca’ Lalu ia mengambil dan mendekap saya yang ketiga kalinya, kemudian ia melepaskan saya. Lalu ia membacakan, “Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq. Khalaqal insaana min’alaq. Iqra’ warabbukal akram. Alladzii ‘allama bil qalam. ‘Allamal insaana maa lam ya’lam. ‘Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Ada beberapa pesan penting dari riwayat tentang turunnya  kepada rasulullah, khususnya pada pengulangan lafadz iqra’ sebanyak 3 kali. Penjelasannya akan dijabarkan dalam bentuk skema di bawah ini :

Penjelasan :

-          Lafadz iqra’ bernilai 33. Bila nilai ini dikalikan 3, (33 x 3) menghasilkan nilai 99.

-          Nilai 99 dikonversikan sebagai jumlah ayat dari sebuah surat di al quran, yaitu Qs. 15 Al Hijr.

-          Nilai 99 (jumlah ayat) + 15 (nomor surat) = 114. Nilai 114 adalah merupakan jumlah surat dalam al quran.

-          Berarti pengulangan lafadz iqra’ sebanyak 3 kali, merupakan penekanan yang tegas untuk meng iqra’ al quran.

-          Selain itu, nilai 33 juga merupakan jumlah 33 titik anatomi manusia (lihat lampiran struktur abjad). Berarti pesan iqra’ 3 kali, juga menekankan tentang iqra’ diri (mengenali diri sendiri) melalui al quran dalam rangka mendekatkan diri dan mengenali Allah.

Penjelasan :

-          Lafadz Iqra’ terdiri dari 4 abjad. Ke 4 abjad tersebut masing-masing di kalikan 3, sesuai dengan “rumus” pengulangan lafadz iqra’ 3 kali.

-          Ke 4 hasil perkalian tersebut (3, 63, 30 dan 3) dikonversikan menjadi nomor surat dan diambil pula jumlah ayatnya :

  • Qs. 3 Ali ‘Imran :     200 ayat
  • Qs. 63 Al Munafiquun :        11 ayat
  • Qs. 30 Ar Ruum :       60 ayat
  • Qs. 3 Al ‘Imran :     200 ayat

-          Kemudian ke 4 nomor surat dan jumlah ayatnya dijumlahkan, sehingga menghasilkan nilai  99 (jumlah nomor surat) dan 471 (jumlah ayatnya).

-          Nilai 99 dan 471, masing-masing variabelnya dijumlahkan :

  • 9 + 9 + 4 + 7 + 1 = 30.
  • Nilai ini bersetara dengan jumlah juz dalam  al quran (30 juz). Sebuah pesan tentang meng iqra’ dengan konsep juz.

-          Kemudian nilai 99 dan 471 di jumlahkan : 99 + 471 = 570.

-          Nilai ini setara dengan nilai 114 x 5. Sedangkan nilai 114 ternyata bersetara pula dengan hasil penjumlahan nomor surat + jumlah ayat, dari 5 buah surat di  al quran yaitu :

  • Qs. 15 Al Hijr :     99 ayat    :     15 + 99     = 114
  • Qs. 39 Az Zumar :     75 ayat    :     39 + 75    = 114
  • Qs. 70 Al Ma’arij :     44 ayat    :     70 + 44    = 114
  • Qs. 88 Al Ghasyiyah :     26 ayat    :     88 + 26    = 114
  • Qs. 107 Al Maa’un :       7 ayat    :     107 + 7     = 114
  • Nilai 114 x 5 = 570

-          Dari kelompok 5 surat tersebut diperoleh nilai 319 (jumlah 5 buah nomor surat) dan 251 (jumlah ayatnya), apabila ke 2 nilai ini dijumlahkan tentunya akan berjumlah 570 pula.

-          Selain itu, dengan perhitungan lain, apabila ke 2 nilai ini diselisihkan maka diperoleh nilai : 319 -251 = 68. Nilai ini bila dikonversikan menjadi nomor surat adalah Qs. 68 Al Qalam (Pena). Al qalam adalah merupakah nama lain dari al quran.

-          Dari penjelasan di atas, kembali terlihat sebuah penekanan tentang pesan untuk meng iqra’ al quran/al qalam.

-          Berarti semakin jelaslah makna dari Qs. 96 Al ‘Alaq ayat ke 4 :

Yang mengajar dengan perantaraan qalam/pena (al qalam/al quran)”

3. Pembentukan Lafadz Al Qur’an dari Abjad Qs. 96  Ayat 1 – 5

Masih terkait dengan bilangan 570 (nilai 114 x 5) dengan konteks Iqra’ Al Qur’an, maka apabila diperhatikan keseluruhan abjad yang ada dalam Qs. 96 ayat 1 – 5, dan selanjutnya dari abjad-abjad tersebut dirankai menjadi lafadz Al Qur’an, maka akan terbentuk sebanyak 5 kali lafadz Al Qur’an. Dapat dilihat dalam tabel 1 dan 2 di bawah ini :

Dari 2 tabel di atas, kembali menekankan tentang konteks kata Iqra’ adalah Iqra’ Al Qur’an, sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya.

DEMIKIAN SEKILAS TENTANG MATERI BUKU SERI 2 INI, UNTUK LEBIH LENGKAPNYA SILAHKAN MILIKI BUKU SERI 2 INI

8 Balasan ke Pesan Keilmuan Pada Surat Al-Alaq ( 96 ) ayat 1 s/d 5

  1. midah berkata:

    Assaamualaium wr.wb, uraian diatas bagus, hanya saya ingin bertanya dalam penulisan iqro, itu kan ada huruf hamzahnya, tanda sebuah penekanan dalam membaca. apa tidak ikut diperhitungkan huruf hamzah yang ke 29, sehingga bernilai 62, sama dengan nilai Muhammad tanpa tasjid. pertanyaan saya penulisan iqro yang mana yang bener dg hamzah atau tanpa hamzah. dalam AQ umum ada hamzahnya tapi dalam AQ Alqodiru yang warna biru itu tanpa hamzah ? tks

    • darulqohar berkata:

      Waalaikum salam sdri MIdah. Penulisan iqro’ pada Alqur’an Depag, atau pada Alqur’an terbitan Saudi atau lainnya, ada menuliskan huruf Hamzah, seperti kata sdri tadi sebagai “penekanan bunyi” pada bacaan itu. Kalau dilihat dari nilai numeriknya adalah 62, sama dengan nilai Muhammad.KIta lihat pesan apa yang ada dibalik itu adalah Muhammad sebagai Al Qur’an itu sendiri. Bukti,
      Mim huruf ke 24 surat Annur 64 ayat
      Ha huruf ke 6 surat Al An’am 165 ayat
      Mim huruf ke 24 surat Annur 64 ayat
      Dal huruf ke 8 surat Al Anfal 75 ayat
      Total ayat …………………368 ayat, 368 adala angka yang terjadi dari huruf2 dari Muhahammad.
      Sekarang mari kita liha Al Qur’an itu sendiri:
      Al Qur’an ada 30 juz = 3 (3+0=3, angka yang ada di papat jadi 1 digit
      114 surat =6 (1+1+4=6)
      6236 ayat =8 (6+2+3+6=17, 1+7=8) Jika angka tersebut diurut ke bawah menjadi 368, sama dengan angka yang dihasilkan dari kata Muhammad. Jad 368=368, dengan kata lain Muhammad sama dengan Al Qur’an,
      Bahasan berikutnya adala kata ‘Iqro’tanpa huruf Hamzah.Nilai numeriknya adalah 33.SEdangkan Nabi Muhammad di suruh iqro’ ( membaca) oleh malaikat Jibril sebanyak 3x.3×33 adalah 99. Angka 99 sama dengan jumlah ayat surat ke 15 Al Hijir 99. Kalau kita tambahkan nomor surat (15) dengan jumlah ayatnya (99) adalah 114, sama dengan jumlah surat yang ada dalam AlQur’an. Jadi Iqro adalah perintah membaca Alqur’an itu sendiri.
      Kesimpulannya adalah, iqro dengan Hamzah atau tanpa hamzah adalah cara memandang ( menafsirkan) pesan tentang Alqur’an dari sudut yang berbeda.
      Wallahu’alam
      Anwar

  2. Prio Andoko berkata:

    alhamdulillah.. ilmu lg..

  3. MH Septakari berkata:

    maaf.. bila ingin mengkaji huruf per huruf dalam satu ayat, hendaknya dimengerti betul susunan hurufnya di ayat ataupun di surat yang dimaksud karena dalam kajian ini, akan berbeda makna apabila kurang atau lebih satu huruf.. masih ada perbedaan penulisan pada penulisan kata iqra dalam al quraan 18 baris.. wallahualam..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s