Karakter Diri Juz 6 ( Pandai Memanjakan Orang dan Susah Di Atur )


JUZ 6

1. Profil

Juz ini berisi dua surat yang sama-sama tidak utuh, yaitu surat

ke-4 (an-Nisaa) dimulai dari ayat 148, dan surat ke-5 (al-Maidah)

82 ayat (ayat 1 hingga 82). Dengan demikian, juz ini tidak dimulai

dari awal surat, juga tidak berakhir pada akhir surat. Berikut daftar

nama surat pada juz 6.

1.    4 An-Nisaa   (29 Ayat)   148–176    Perempuan

2.    5 Al-Maidah (82 Ayat)      1 – 82     Hidangan

Jumlah ayat       ( 111 Ayat )

Juz ini hanya berisi 111 ayat, suatu jumlah yang paling sedikit di

antara juz-juz yang ada dalam al-Quran. Juz yang jumlah ayatnya

hanya 111 ada dua, yaitu juz 2 dan juz 6. Juz ini juga hanya berisi

14 tanda ’ain, paling sedikit diantara juz-juz yang ada dalam al-

Quran. Juz yang hanya memiliki 14 tanda ’ain hanya ada dua, yaitu

juz 4 dan juz 6.

 

2. Karakter Juz 6

Juz 6 sandi tentang sebuah sistem atau struktur. Sistem sebuah

kesatuan di mana terdapat bagian-bagian (sub-sistem) yang saling

terkait dan saling pengaruh satu sama lain. Sebuah sistem menjalankan

fungsi input (proses atau mekanisme pencernaan atau pengolahan)

dan fungsi output (hasil dari proses pengolahan). Penjumlahan

atau kesatuan dari berbagai sub-sistem yang saling pengaruh, yang

disebut dengan istilah ”sistem”, bukan hanya merupakan paradigma

atau cara pandang manusia ”moderen” dalam memahami realitas,

tetapi realitas itu sendiri, baik natural, kultural maupun manusiawi,

dalam dirinya juga menampakkan sifatnya yang ”sistematik” atau

struktural.

Juz 6 berisi surat an-Nisaa dan al-Maidah. An-Nisaa (wanita

yang memasak dan mengolah) gambaran tentang fungsi input, sedangkan

al-Maidah (sajian) gambaran tentang fungsi output. Dalam

suatu sistem kosmik, satu variabel dengan variabel (sub-sistem) lain

nya dihubungkan oleh mekanisme kausalitas (sebab-akibat). Dalam

tubuh manusia, juga terdapat susunan sel yang mencerminkan suatu

sistem. Masing-masing unsur atau sub-struktur tubuh dihubungkan

oleh jaringan syaraf. Dengan kata lain, sebab-akibat dalam sistem

atau jaringan tubuh syaraf. Oleh karena itu, kata kunci untuk

memahami karakter juz 6 ialah abjad atau huruf ke-6 ( ) yang

berarti.

 

Hukum, Sendi, Syaraf, atau Kausalitas (sunnatullah)

 

Surat an-Nisaa, gambaran tentang seorang wanita, atau ibu rumah

tangga. Salah satu fungsi wanita mereproduksi, memasak (mengolah)

dan memelihara anak-anak. Sedangkan surat al-Maidah, gambaran

tentang sebuah hidangan, makanan atau sajian. Seorang an-

Nisaa (wanita) di samping memiliki fungsi memasak, mengolah,

dan memelihara, juga mampu menghidangkan apa yang dia olah.

Juz 6 gambaran seorang wanita sejati, yang di samping mampu

memasak, mengolah dan memelihara (an-Nisaa), juga mampu

menghidangkan apa yang ia olah dengan baik (al-Maidah). Seorang

juz 6, biarpun ia seorang lelaki, pada umumnya juga pandai memasak

dan mengolah makanan, apalagi jika ia seorang perempuan.

Dari segi intelektual, seorang juz 6 memiliki kemampuan untuk

mencerna permasalahan dengan baik. Ia juga mampu mengolah atau

mengkait-kaitkan berbagai masalah (fungsi an-Nisaa) ke dalam

suatu bentuk pemikiran (sajian) yang sistematik dan menarik (fungsi

al-Maidah).

Karena juz 6 merupakan gambaran sebuah sistem, yang mengandaikan

adanya hubungan ”saling pengaruh” antara berbagai

variabel sub-sistem, maka seorang juz 6 juga pada umumnya sangat

pandai untuk berpikir secara sistematik. Ia sangat lincah untuk

membuat suatu kerangka logika yang dapat menghubungkan antara

satu masalah dengan masalah lain. Dialah orang yang berbakat

sebagai seorang ”assembler”, dalam bidang apapun. Jika ia seorang

wanita, maka sangat mungkin apabila ia mampu merangkai bunga

sehingga tampak menarik.

Huruf cetak-tebal pada ayat awal juz 6 ( Layuhibbullah ). Dari semua

cetak-tebal huruf pada awal ayat setiap juz, hanya juz 6 dan juz 28

yang terdapat kata ( Allah ). Cetak-tebal pada ayat awal juz 28

( Qadsamiallah ). Juz 6 memiliki kesamaan dengan juz 28, terutama da lam hal memanage waktu. Seorang juz 6, sebagaimana seorang juz

28, kadang merasa dirinya dikejar waktu. Namun demikian, apa

yang ia pikirkan cenderung pada upaya memanaj permasalahan

secara tertib dan teratur. Huruf ( Ha ) sandi tentang manajemen.

Untuk berpikir secara esensial dan mendasar, seorang juz 6 ahlinya.

Atau setidaknya ia memiliki kemampuan dalam mengambil inti

permasalahan dalam setiap topik pembicaraan. Dan kecenderungan

empirismenya yang sangat tinggi. Huruf ( Ba ) pada cetak-tebal ”ditasydid”

(dobel), yang menandakan kecenderungan ”kasat-mata”

atau empirismenya sangat tinggi. Tuntutan bagi seorang juz 6,

dalam menerima atau mempertimbangkan suatu permasalahan ialah

fakta atau bukti empiris. Apabila tuntutan empirisme atau objektivitas

terpenuhi, barulah ia dapat mempercayai.

Huruf ( Ha ) pada cetak-tebal juga ”dikasrah” atau dikristalkan.

Huruf ( Ha ) huruf ke-6, yang merupakan sandi tentang hukum, sendi,

syaraf, sebab-akibat (kausalitas), atau juga ”sunnatullah”. Seorang

juz 6 juga sangat jeli dalam melihat kaitan-kaitan sebuah peristiwa.

Bisa jadi, huruf tersebut juga membuat dirinya enjadi sangat normatif

dan formalistik dalam memandang masalah. Artinya, setiap

masalah akan dilihat pada konteksnya dengan konvensi, dan aturan

main yang berjalan secara obyektif dalam masyarakat.

Huruf ( Allah ) dalam cetak tebal, membuat ia sering mengandalkan

faktor-X. Bisa juga bahwa seorang juz 6 pada dasarnya memiliki

kecenderungan mistis, meskipun pada saatnya ia berada pada posisi

yang sangat empiristik dan positivis. Ia memiliki kecenderungan

intuitif untuk menerima penjelasan yang sifatnya mistis. Dengan

kata lain, ia tidak terlalu berkeberatan untuk menerima penjelasan

yang sifatnya mistis.

Huruf atau abjad ke-6 ( Ha ). Abjad tersebut, apabila dikaitkan

dengan tubuh manusia,merupakan sandi atau simbol dari syaraf atau

sendi. Dan apabila dikaitkan dengan struktur alam semesta, abjad

tersebut merupakan sandi tentang hukum sebab-akibat, kausalitas

atau sunnatullah. Di balik kenampakkan material alam semesta,

yang terbentang di hadapan kita, terdapat suatu mekanisme atau

aturan dan hukum yang sangat rasional, yang disebut sebagai

”kausalitas” (sunnatullah) yang menyebabkan terjadinya rentetan

peristiwa.

Dibalik kenampakkan luarnya yang bersifat materiil dari tubuh

manusia, juga terdapat sendi-sendi, atau mekanisme yang menghubungkan

antara satu organ tubuh dengan organ lainnya. Penghubung

setiap organ tubuh yang kemudian mencirikan suatu bentuk sistem,

tidak lain syaraf. Karena itu, jika salah satu anggota tubuh mengalami

sakit, maka anggota yang lain dapat merasa sakit, penghubungnya

syaraf. Syaraf itu mekanisme rasional berjalannya

sistem tubuh.

 

3. Kelemahan dan Kelebihan

Seorang juz 6 pada umumnya juga memiliki kelemahan pada

bagian syaraf dan atau bagian sendi (persendian). Kelemahan lain

terletak pada bagian tangan atau penanganan. Apabila ia sedang terganggu

titik 1 (perasaan), maka ada kecenderungan ia malas untuk

melakukan pekerjaan. Tetapi, apabila bagian tangan menjadi kelebihan,

maka cenderung perfeksionis, rapi dan mampu menangani

banyak masalah. Kelemahan lain terletak pada bagian lengan kanan

sebelah kiri. Apabila ini terjadi, maka ia akan merasakan pegalpegal

yang sifatnya laten pada bagian tersebut.

Karena abjad ke-6 ( ) berarti hukum, atau kausalitas maka

seorang anak juz 6 sebaiknya sejak kecil dikondisikan untuk mendalami

ilmu hukum, atau ilmu-ilmu fisika-kimiawi. Apabila ia

mendalami ilmu hukum sosial, maka ia mampu berpikir secara konsisten,

legalistik dan rasional. Apabila ia mendalami ilmu alam,

maka ia memiliki kecakapan untuk berpikir rasional dan logis dalam

kerangka sebab-akibat (kausalitas).

Tetapi kelemahannya, suatu saat ia sama sekali tidak dapat berpikir,

ketika ia sedang tidak ”mood”. Karena tanda ’ain pada juz ini

hanya pas-pasan, yaitu sebanyak 14, maka ia seorang yang hanya

memiliki 13 titik anatomis (fisis) plus jiwa (titik ke-14). Artinya, ia tidak memiliki kelebihan ’ain, atau alternatif pemikiran. Karena itu,

betapapun ia seorang pemikir yang canggih dalam merangkai berbagai

masalah, tetapi ketergantungannya terhadap orang lain juga

tinggi. Ia butuh kelebihan tanda ’ain yang dimiliki orang lain.

 

4. Keilmuan

Apabila angka 6 dihubungkan dengan nama surat, maka surat ke-

6 al-An’am (binatang ternak). Surat ini dapat dipakai untuk menganalisis

kecenderungan anak kecil pada usia 6 tahun. Pada usia ini

seorang anak telah memasuki usia rawan. Surat tersebut merupakan

simbol dari kepekaan perasaan atau naluri. Pada usia 6 tahun,

seorang anak kecil memiliki sorot mata yang tajam dan terkadang

penuh kecurigaan. Pada usia ini, daya cerna pada otak anak kecil

sudah bekerja lebih teratur. Namun pada usia ini seorang anak kecil

tengah menampakkan kelemahan jasmani pada bagian THT dan

perut.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa anak pada

usia memasuki tahun ke-6, memiliki perkembangan jasmani yang

pesat dan sifatnya sulit dikendalikan serta penuh rasa curiga. Maka

tugas seorang an-Nissa (ibu) memberikan hidangan (al-Maidah)

yang terbaik bagi anak-anaknya. Hidangan yang dimaksud di sini

bukan hanya yang bersifat material, melainkan hidangan yang nonmaterial

seperti ucapan, tingkah laku orang tua dan orang di sekitarnya.

Pada usia ini, segala ucapan, tingkah laku orang tua dan

orang di sekelilingnya akan menjadi objek pengamatan bagi si anak,

dan kemudian akan ditirukan. Selain itu pada usia 6 tahun juga

mempunyai image dan hasrat yang tinggi, sehingga apa yang dilihat

nya akan selalu disampaikan atau pun ditanyakan pada orang lain.

10 Balasan ke Karakter Diri Juz 6 ( Pandai Memanjakan Orang dan Susah Di Atur )

  1. hapid jamil berkata:

    usatdz saya ingin punya keahlian dan mengetahui kekurangan dan kelebihan sesuai karkater diri setelah dibuka juznya saya mempunyai karakter juz 6

    • darulqohar berkata:

      Dengan semakin intens nya anda membaca juz anda serta pola2 lain yang menunjang menaikkan potensi diri anda, anda akan semakin peka hingga sdr dapat membaca kelebihan dan kekurangan sesuai karakter diri.
      wassalam
      Anwar

  2. Sentot Nuryanto berkata:

    Assalamu;alaikum wr wb
    Tolong kajian lebih lanjut tentang juz 6 adn peringatan Alloh SWT dengan juz 15-nya
    Jazakumulloh khoiron katsiro
    Wassalamu;alaikum wr wb

    • darulqohar berkata:

      Anda , setelah dichek juz anda adalah benar juz 6. Entah saya lupa dengan permintaan anda pada awalnya (rechek juz), saya malah memohonkan lagi juz anda. Saya dapat juz 15. Ternyata 15 adalah permasalahan yang sedang anda hadapi saat ini. 15 ,pada struktur ‘Ain adala “Langkah nyata”. Maknanya, apapun masalah yang anda hadapi harus ada solusi yang nyata, kongkrit, action, yang harus kita usahakan dengan segala upya yang nyata (bukan ngedukun,/paranormal), tapi berdo’a, baca Alqur’an dengan pola baca yang ada hubungannya dengan masalah kita. Saya harap anda faham ,……..
      Anwar

  3. Hapid jamil berkata:

    Assalamualaikum ustadz,yang dimaksud pola2 lain itu seperti apa?..bisi tolong dijelaskan dan dibantu agar saya bisa mengamalkannya.
    Kekurangan yg saya rasakan skr saya begitu banyak ide2 brilian tpi selalu saja sulit untuk action,dan pada akhirnya ide2 itu sukses dijalankan oleh orang lain itu sudah sering,apakah memang tipe orang juz 6 seperti itu sulit dalam mengambil keputusan plin plan,tolong dibantu.terimakasiiiiih…wassalamualaikum.

    • darulqohar berkata:

      Wa’alaikuumussalam Wr.Wb..

      Saudaraku Hapid Jamil… Yang dimaksud “Pola Lain” adalah sejenis sistem do’a yang diambil dari rumusan Paradigma Numerik Al Qur’an yang bisa dipertanggung jawabkan secara akal dan bisa dirasakan efek perubahannya setelah membacanya, itupun kalau si pembacanya sudah menjalankan stepping 1, insyaAllah punya power yang kuat untuk melontar do’a-do’a itu sesuai kebutuhan. Pola lain juga biasanya kami bahasakan kepada jamaah/teman2 yang sudah menjalankan stepping 1, karena di stepping 1 & 2 itu ada Pola2 yang khusus untuk pribadi si pembacanya sesuai Juz-nya yang sudah tersistem atau ter-pola2, pada saat kapan harus dibaca & berapa kali waktu pembacaannya, dll..
      Kami kurang tahu persis apakah Saudara Juz 6 atau bukan, tetapi tidak salah kalau Saudara membaca pada halaman blog kami ini tentang ringkasan karakter Juz 6. Untuk lebih detailnya mengenai Karakter Juz, kami sudah menyediakan/menjual buku tersebut lengkap mengungkap karakter Juz, dari Juz 1 s/d 30.
      Terimakasih..

      Wassalam
      MPDQ-PS

  4. Hapid jamil berkata:

    Terimakasih banyaaaaak atas jawabannya,bagaimana cara mendapatkan bukunya ,bisa dibeli dimana saya dari bandung.dan mohon Ustadz tolong direchek juz saya apa benar juz 6,tapi kalau saya baca penjelasan diatas hampir 100% itu karakter diri saya hapid jamil tgl lahir 30 maret 1988 .dan mohon bantuannya tolong dicek saya sedang taaruf dgn saudari irma siti mamnuah tgl lahir 9 juni 1992.wassalam.

    • darulqohar berkata:

      Sama-sama terimaksih pak Hapid..
      Untuk mendapatkan buku2 Paradigma Numerik di daerah Bandung silahkan hubungi bapak Muslim Habibullah hp: 081320204029. Sekaligus beliau pun menerima pembelajarannnya pada hari & jam yg sudah ditentukan. Alamat: Jl. Dago Barat no.23 Dago.
      Masalah Juz pun silahkan Bapak tanya beliau, syukur2 kalau Bapak mau silaturahmi kerumahnya,pasti banyak wawasan ilimu yag akan didapat..
      Haturnuhun.. Wilujeung Ngaos & Balajar…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s