Karakter Diri Juz 17 ( Perfeksionis, Berani Tampil Beda dan Suka Memaksakan Keinginan Sendiri )


Karakter Dasar Manusia Juz 17

Mengenal karakter orang memang ada suka dukanya. Namun yang pasti tidak untuk tajassus yaitu mencari-cari kesalahannya untuk mencelakakan atau menfitnahnya. Tetapi sebagai masukan dan referensi agar lebih bijaksana dalam menghadapi karakter orang yang berbeda-beda dan bermacam-macam.

Selain itu, bagi orang yang bersangkutan bisa lebih mengenal dirinya sendiri. Bukan membanggakan diri jika terdapat sifat-sifat yang baik dan enggan memperbaiki sifat yang buruk. Namun sebaliknya, berusaha memaksimalkan sifat positif dan mengurangi atau menghilangkan sifat-sifat negatif.

Berdasarkan urutan surah sesuai dengan nomer juznya, surah ke-17 adalah Al Isra (perjalanan malam). Sebuah isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 17 ketika menghadapi permasalahan, memilih menenangkan diri dulu sebelum memecahkannya. Baginya masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin.

Menenangkan diri versi orang yang berjuz 17 bisa berbentuk macam-macam. Bisa bergulat dengan dunia malam atau sebaliknya, mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengingat Isra merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.

Mimpi adalah salah satu bentuk “perjalanan” malam. Artinya, seorang juz 17 termasuk orang yang gemar bermimpi atau berfantasi. Atau orang juz 17 juga memiliki banyak sekali ide atau gagasan.

Salah satu dari 4 juz dalam Al Qur’an yang terdiri dari surah penuh, yaitu diawali oleh akhir surah dan diakhiri oleh akhir surah pula adalah juz 17. Memang empat juz tersebut antara lain juz 17, 28, 29, dan 30 tergolong juz yang “istimewa”.

Artinya bisa jadi dengan tidak adanya surah yang pecah dalam juz-juz tersebut tanpa terkecuali juz 17 yang kita bahas pada edisi kali ini menjadikan seorang yang membawa karakter juz 17 mempunyai pribadi yang tidak ingin setengah-setengah dalam menangani sesuatu.

Selain itu, ia juga menganggap dirinya mampu untuk menangani masalah sendirian, entah kenapa ia tidak terbiasa dengan meminta pertimbangan atau pertolongan orang lain.

Surah-surah yang penuh dalam juz 17 juga menjadikannya orang yang selalu memperhitungkan apa yang hendak dilakukannya, atau dengan ungkapan yang lain jangan coba-coba untuk melakukan sesuatu secara serampangan (tidak sistematis) di depannya.

Surah penuh merupakan simbol keteraturan, kejelian dan ketepatan serta kecermatan. Atau singkatnya ia adalah figure yang prefeksionis, artinya segala sesuatu harus terlihat sempurna di hadapannya bagaimanapun caranya.

Juz 17 juga bermakna estimasi, bisa dikatakan orang yang berjuz 17 memiliki kelebihan dalam memprediksi suatu peristiwa atau kejadian. Selain itu, biasanya ia tidak bisa atau malas melakukan sesuatu jika tidak sesuai dengan pikirannya atau paling tidak ada benefit positif (manfaat) buatnya.

Surah Al Anbiya dan Al Hajj merupakan dua surah yang mengisi juz 17. Surah Al Anbiya (21), yaitu dari ayat 1 sampai 112. Makna dari Al Anbiya adalah secara etimologi adalah bentuk plural (jamak) dari kata Nabi yang berarti seorang Nabi atau pembawa berita.

Sebagaimana diketahui bahwa Para Nabi adalah hamba Allah SWT yang terpilih untuk membawakan berita (wahyu) dan menjadi pemimpin untuk umatnya masing-masing, kecuali Nabi Muhammad yang diutus untuk seluruh manusia.

Yang perlu diketahui disini adalah bahwa para Nabi hanya menyampaikan wahyu dan menjelaskannya kepada umatnya, tidak lebih. Artinya Nabi adalah sosok pemimpin yang merupakan eksekutor atas norma dan peraturan Allah SWT.

Jika wahyu tidak mengakomodasi detail permasalahan yang dihadapi oleh mereka, maka dengan kapasitas sebagai nabi mereka diberikan hak untuk berijtihad untuk menyikapi dan mencari solusi atas persoalan mereka.

Nah, dari sini kita sudah mendapat gambaran sekilas tentang sifat orang yang membawa karakter juz 17. la mempunyai kebiasaan dalam menyikapi sebuah permasalahan dengan mengembalikan kepada norma atau aturan yang berlaku pada lingkungannya, jika norma atau aturan tersebut tidak mengkover maka ia akan berijtihad mengambil inisiatif untuk memecahkan masalahnya sendiri sehingga kesan subjektif akan terlihat padanya.

Sayangnya, karena Nabi diberikan kewenangan oleh Allah menjadi eksekutor dan legislator (pembuat peraturan) dalam hal-hal tertentu, berpengaruh terhadap karakter orang yang berjuz 17, kadang-kadang tanpa disadari, ia memaksakan keinginan atau kehendaknya pada orang lain, atau setidaknya orang harus setuju dengan pendapatnya.

Namun, dibalik kesan angkuh yang melekat padanya, tersimpan sifat yang tulus , peduli pada lingkungan dan ikhlas serta pemaaf. Karena total ayat surah Al Anbiya yang terdapat pada juz 17 adalah 112 yang merujuk pada surah Al Ikhlas yang artinya memurnikan keesaan Allah. Selain itu, dengan kemampuan bernegosiasi dan berdialog, ia bisa mempengaruhi seseorang atau kelompok

Selanjutnya adalah surah Al Hajj (ibadah haji), yaitu dari ayat 1 sampai ayat 78. lbadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima, apabila seorang muslim telah selesai melaksanakannya maka islamnya telah sempurna. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa orang yang berjuz 17 dalam melihat berbagai hal harus tampak sempurna, namun yang seringkali ia lupakan bahwa sempurna menurutnya belum tentu sempurna menurut orang lain.

Jumlah ayat surah Al Hajj yang ada pada juz 17 adalah 78. Kalau kita konversikan kedalam urutan surah Al Qur’an maka kita akan mendapatkan surah An Naba’ (berita besar). Artinya orang yang membawa karakter juz 17 bisa menjadi pusat perhatian, antusias (cepat semangat dalam melakukan sesuatu tetapi tidak jarang cepat pula pudarnya), dan mempunyai modal untuk meyakinkan orang.

Berdasarkan Tanda ‘Ain
Sejak dulu, tanda ‘ain merupakan sebuah teka-teki yang harus dipecahkan selain merupakan tanda waqaf (berhenti), terutama berkaitan dengan angka-angka yang terbubuh padanya. Dasar pemaknaan ‘ain sebagai tanda waqaf pun tidak kuat karena selain merupakan bentuk hasil ijtihad ulama, argumen yang merujuk pada literature tertentu juga tidak ditemukan.

‘Ain 1
Angkanya adalah 1 (otak, kepala), 10 (pencernaan), 1. Kombinasi angka tersebut merupakan isyarat bahwa orang yang membawa karakter juz 17 gemar berpikir, dengan kata lain ia bisa diajak untuk berpikir simple dan bisa juga berpikir rumit dan njlimet. Oleh karena itu, pola pemikiran seorang juz 17 kadang kala terkesan kaku dan cenderung bernilai subjektif.
‘Ain 1 mempunyai korelasi dengan ain 18, artinya setiap yang dipikirkan dan akan dilakukannya sebaiknya selalu didasari oleh pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Salah satu yang harus menjadi pertimbangannya adalah factor lingkungan. la harus melakukan pengamatan yang cermat agar apa yang dipikirkanya tepat sasaran, hal tersebut perlu dilakukan karena ‘ain 1 juga masih bertalian dengan ain 35.

‘Ain 2
Angkanya adalah 2 (mata, pengamatan), 19 (pemecahan masalah), 2. Pandangan dan analisis seorang yang berjuz 17 boleh dibilang tajam dan selalu mengarah pada penyelesaian masalah. Entah kenapa ia kurang terlalu suka dengan pandangan yang bertele-tele.
Hal tersebut semakin diperkuat dengan putaran ‘ain yang kedua sehingga ‘ain 2 berkaitan dengan ‘ain 19. Terakomodirnya ‘ain 19 sampai dua kali pada ‘ain 2 membuat makna yang terkandung di dalamanya semakin jelas dan terasa.
Putaran ‘ain yang terakhir jatuh pada angka 36, artinya analisisnya sebaiknya juga didasari oleh pertimbangan sebab akibat atas apa yang akan dilakukannya.

‘Ain 3
Angkanya adalah 3 (THT), 12 (ambisi, motivasi), 3. Membaurnya ketiga angka tersebut menjadi satu kesatuan menyebabkan orang yang membawa karakter juz 17 dalam menyampaikan sesuatu terlalu menggebu-nggebu dan bersemangat sehingga ada kesan tertentu dibalik apa yang disampaikannya. la sangat gigih untuk merealisasikan gagasannya. Atau dengan ungkapan yang lain, apa yang ia sukai akan ia perjuangkan habis-habisan tanpa memperdulikan orang lain.
Dalam berbicara pun, biasanya ia sangat jeli dalam menganalisis bahasa yang dipergunakan, dan baginya tepat atau tidaknya pemakaian bahasa dalam bertutur merupakan barometer apakah seseorang mengerti dengan apa yang dibicarakannya. Hal itu wajar, karena `ain 3 mempunyai korelasi dengan ‘ain 20 (aturan main).
`Ain 3 juga bertalian dengan `ain 37. la merasa tidak puas dengan hanya berbicara saja, biasanya ia selalu bisa menfollow up dari apa yang telah ia ucapkan atau apa yang menjadi idenya.

‘Ain 4
Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 9 (hati nurani), 4. Dalam membuat perencanaan sebuah pekerjaan, kalau sedang hatinya tidak galau, maka ia akan dapat menyelesaikannya dengan balk, begitu sebaliknya.
Putaran ‘ain 4 pertama menghasilkan angka 21. Sebaiknya ia memikirkan ulang dalam rangka mengkaji secara matang apa yang akan dilakukannya.
Putaran yang terakhir berujud angka 38. Setelah melalui analisa dan pengkajian yang cukup, maka ia juga harus memikirkan bagaimana mengembangkannya pada masa mendatang.

‘Ain 5
Angkanya adalah 5 (tangan, penanganan), 25 (lingkungan), 5. Dari ketiga angka tersebut bisa dipahami bahwa orang yang berjuz 17 menjadikan lingkungan sebagai faktor yang harus diperhitungkan terkait dengan rencana yang akan dilakukannya.
Dalam melakukan sesuatu pun, ia sudah terbiasa bekerja dengan target tertentu. Hal ini disebabkan ‘ain 5 mempunyai korelasi dengan ain 22, artinya target.
‘Ain 5 berkitan dengan ‘ain 39. Dalam melakukan pekerjaannya, kalau tidak sesuai dengan minatnya, maka bisa diperkirakan ia akan malas melakukannya. Bila mau melakukanpun karena terpaksa, akhirnya hasilnya kurang maksimal

`Ain 6
Angkanya adalah 6 (sendi, hukum), 18 (pertimbangan), 6. la tidak suka berspekulasi, sesuatu harus sistematis dan jelas, khususnya masalah legalitas atau sesuai dengan hukum yang berlaku.
Namun sayang, terkadang ia sendiri pada saat tertentu melanggar peraturan yang ia buat sendiri. Parahnya, ia bisa menjadi seorang yang konsisten dalam ketidak konsitenan.

Berdasarkan Halaman
Halaman Al Qur’an juga bisa dijadikan indikator dalam mengkaji karakter manusia berdasarkan metode struktur Al Qur’an, tentu yang dimaksud Al Qur’an di sini adalah mushaf format 18 baris. Dalam usaha untuk menguraikan karakter berdasarkan halaman Al Qur’an, dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

Taktis
Taktis dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 dari juz 17, yaitu berjumlah 82 ayat. Jumlah ayat ini selanjutnya dikorelasikan menjadi urutan surah. Surah Al Qur’an yang ke-82 adalah Al Infithar artinya yang terbelah. Orang yang membawa karakter juz 17 cenderung emosional dan meledak-ledak dalam menyampaikan sesuatu. la juga tergolong orang yang enerjik. Namanya terbelah, sering kali ia dihadapkan pada kondisi dilematis dalam mengambil keputusan.

Negatif / Positif

Begitu pula dengan negatif/positif, bisa diketahui dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 yang total berjumlah 74. Urutan surah Al Qur’an ke 74 adalah Al Muddatsir yang berarti orang yang berselimut. Orang yang berjuz 17 biasanya tertutup dan malas jika harus mengikuti aturan orang lain, dengan kata lain ia agak susah diatur. Tidak jarang, kita tidak dapat mengerti apa yang menjadi keinginan seorang juz 17.

Jalan Keluar
Jalan keluar bagi orang yang membawa karakter juz 17 di dapat dari jumlah ayat yang berada pada halaman 14 dan 15, yaitu 25 ayat. Surah Al Qur’an yang ke 25 adalah Al Furqan, artinya pembeda. la adalah tipe orang yang tidak bisa mencampuradukkan berbagai permasalahan. Baginya masalah harus dipetakan dan dibahas serta diselesaikan menurut jenis dan macamnya sehingga dalam mencari solusinya bisa terarah atau fokus.

Namanya juga pembeda, ia lebih percaya diri bila bisa berbeda dengan yang lain, meskipun orang lain menganggap hal itu aneh. Dengan kata lain, ia berani tampil beda. Karena hal inilah yang dijadikan senjata untuk menutupi kekurangan dirinya.

Dasar
Di dapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman terakhir yaitu halaman 16 pada juz 17 yang total berjumlah 9 ayat. Surah ke 9 Al Qur’an adalah At Taubah. Seperti dijelaskan di awal, bahwa orang yang berjuz 17 sebenarnya adalah tipe pemaaf. Selain itu ia sulit untuk melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.
Tapi, bila kesalahan tersebut fatal baginya. la menjadi seorang yang keras dan tidak bisa memaafkan kesalahan tersebut. Jangankan memaafkan, menegur orang tersebut pun enggan.

Kelemahan Fisik
Kelemahan fisik orang yang berjuz 17 terletak pada jantung dan darah. Selain itu juga pada bagian kepala dan sistem respirasi atau pernafasan (paru-paru), wajar jika ia sering mengalami sesak nafas atau gangguan pernafasan lainnya. Bagian tubuh lain yang lemah adalah THT, sehingga ia mudah terserang gangguan pernafasan, batuk, pilek dan lain-lain.
Selain itu bagi seorang juz 17 pria, yang harus dia jaga adalah prostat.

Kesimpulan
Kekurangan
Selalu melihat permasalahan menurut pendapat pribadi, emosional, malas jika tidak sesuai dengan keinginannya (moody), merasa mampu melakukan sesuatu sendirian (mandiri). Suka memaksakan kehendak

Kelebihan
Prefeksionis, penuh perhitungan, cermat, logis, pemaaf, tidak suka bertele-tele, enerjik, memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan. Berani tampil Beda.

6 Balasan ke Karakter Diri Juz 17 ( Perfeksionis, Berani Tampil Beda dan Suka Memaksakan Keinginan Sendiri )

  1. andi farhan berkata:

    berikan langkah-langkah untuk mecapai tujuan
    dan berikan bagaimanakah langkah kita tidak mengikuti hawa nafsu setan
    yang saya rasakan,solat suadah tapi kemaksiatan jalan terus.bagaimanakah solusi nya untuk menagatasi masalah seperti ini.,.,.

    • darulqohar berkata:

      Assalamualaikum Wr. Wb.
      Terima kasih atas pertanyaannya
      Semua solusi dari permasalahan hidup dan sebagainya adalah AL-QURAN, karena Al-Quran Itu sebagai Hudaa ( Petunjuk ) bagi umat manusia, kalau di sistem kita langkah awal ya Baca juz bapak dengan baik ( sudah di buka-kan juznya belum ? ) setiap 4 hari sekali sebanyak 4 kali, makna membaca ( iqra ) ada 3 tingkatan, pertama melafadzkan ( sekedar membunyikan ) yang kedua tahap memahami ( Ada Verbal dan Numerik ) dan yang terakhir tahap mengamalkan, jika kita membaca AL-Quran sesuai dengan tahapan-tahapan tadi ya InsyAllah akan banyak perubahan dalam diri kita…
      Kita sering melupakan ” Anak yatim di dalam tubuh kita ” yaitu Ruh kita sendiri, sholat yang masih di jalankan oleh Pikiran/perasaan/pola pikir kita dan di teruskan oleh gerak tubuh kurang mendapatkan efek yang maksimal untuk kebutuhan Ruh kita, karena yang bekerja otak/pikiran kita, coba “sapa” ” beri makan” dan “Kenali” ruh kita yang terlantar di dalam jiwa kita, Sholatlah dengan pola mendekati ruh kita tadi, hilangkan segala macam pikiran di otak/persepsi kita, sebelum sholat minta sama ALLAH, agar di dekatkan dengan ruh kita, biar ruh kita yang sholat dan menggerakan anggota tubuh kita, jika di lakukan demikian InsyAllah tubuh kita seperti selembar kertas/terasa ringan. sholatnya nabi Muhammad waktu sujud atau duduk di antara dua sujud itu bacaannya lama/panjang, sampai tidak terasa kakinya bengkak-bengkak..itu yang saya tadi katakan bahwa sholatnya menggunakan ruhnya, sampai tubuhnya tidak terasa sakit akibat bengkak-bengkak, karena yang merasakan sakit tadi adalah pikiran/otak yang meneruskan perintahnya ke tubuh…
      maka jika sholat kita sudah Khusu’ karena ruh yang menjalankan, insyAllah mampu mencegah perbuatan yang keji dan mungkar…
      Bacalah Al-Quran dan dirikanlah sholat yang Khusu’ seperti yang di urai di atas, mudah-mudahan menjawab permasalahan -permasalahan anda, Karena apapun permasalahan diri kita jalan keluarnya AL-QURAN…media kita dalam mendekatkan diri/bercakap-cakap/mengadu kepada ALLAH adalah AL-QURAN serta SHOLAT……Tujuan Hidup Kita Adalah Kenal Diri dalam rangka untuk mengenal ALLAH That’s It…
      Nanti Di Sambung Lagi Ya….
      Wassalam Wr.Wb…

  2. Herry ray berkata:

    asslkm wr.wb,perkenalkan nama saya Herry setelah saya baca kajian di atas tsb,saya merasakan ada kasamaan dari diri saya pribadi…yang saya ingin tanyakan adalah apakah Juz yg saya miliki sama dengan juz 17 yg tertulis di atas.Mohon petunjuk sekiranya Bapak bisa membantu/memberi solusi kepada saya.Sebelumnya saya haturkan banyak terimakasih,Mohon di balas

    • darulqohar berkata:

      Assalamualaikum sdr Herry, terimakasih telah berkunjung ke Blog Darul Qohar.
      Sdr Herry, apakah sdr sudah pernah dibukakan juznya sebelum ini, juz berapa?. Nanti, kalau sudah dibukakan juznya sdr diminta mengaji dengan metode yang telah ditetapkan dan harus menggunakan Alqur’an yang tepat,untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Apakah sdr siap?

      Kalau sdr kesulitan menemukan Alqur’an yang tepat ( memang sulit)’ kami ada menyediakannya serta buku2 modul belajar keilmuan ini dari pengetahuan dasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi.Sdr. Bisa menghubungi 081267541450 atau 087875684813 (Anwar)

      Kami akan senang membimbing sdr dalam hal mempelajari keilmuan ini tapi sdr juga harus menunjukkan keseriusan dalam belajar, jadi bukan hanya sekedar ingin tahu. Sediakanlah alat2 perlengkapannya, anda bisa pesan, hingga memudahkan bagi anda belajar dan memudahkan bagi kami membimbing anda. Kami tunggu jawaban anda.( anda bisa sms)
      Wassalam
      Anwar

  3. Reno agusta berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb. saya Reno
    Saya mau tanya, bagaimana menentukan karakter kita berdasar kan juz seperti di atas ?
    Trimakasih
    wasalam

    • darulqohar berkata:

      Sdr Reno, dengan membaca Al Qur’an secara terus menerus dengam metode keilmuan ini, ada waktu nya anda deberikan kebisaan oleh Allah untuk menentukan karakter diri orang lain.
      Wassalam
      Anwar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s