APA dan BAGAIMANA JUZ


APA DAN BAGAIMANA JUZ

Membahas serta mempelajari sifat atau karakter manusia memang mengasyikan & tidak ada habisnya. Upaya manusia mengenal dirinya sudah dimulai sejak ribuan tahun silam. Dimulai dari bangsa China kira-kira tahun 2000 SM. Mereka sudah mengenal perwatakan manusia yang disimbolisasikan pada binatang, atau dengan istilah Shio.

Eropa pun tak mau ketinggalan ia mempelajari kedudukan & posisi bintang, ditemukan oleh Galileo Galilei.

Shio dan Horoskop atau Zodiak bukan merupakan barang baru dan banyak disukai orang. Al Qur’an bisa menjadi rujukan untuk mengenal dan mempelajari karakter manusia. Hal ini sangatlah dimaklumi, mengingat banyaknya metode dan bidang ilmu untuk mempelajari dan mendalami Al Qur’an.

Juz merupakan fitrah manusia yang tak bisa ditawar, memilih atau merubah Juz kita menjadi Juz tertentu. Dengan kata lain Juz bukan cocok atau tidaknya dengan seseorang.

Juz adalah variabel Al Qur’an yang terbesar yang memuat semua variabel diatas, memang riwayatnya Juz dibuat dalam rangka mempermudah pengelompokan dalam membaca Al Qur’an yang angka-nya disesuaikan dengan jumlah hari dalam bulan Ramadhan (ikmal) terkait dengan budaya tadarus dalam bulan tersebut. Tapi dibalik itu temyata ada hikmah (rahasia) keilmuan yang telah terbukti secara empiris.

Disetiap awal Juz (disisi) Al Qur’an selalu terdapat kata Al Juz  Mari kita definisikan kata Al-Juz 

31 + 5 + 11 + 29 =  76 (Alif lam + Jim + Za + Hamzah ) = 76

Dikorelasikan ke surah 76 Al-Qur’an adalah Ad Dahri atau Al Insan yang artinya Manusia. Inilah rumus dasar mengapa manusia memiliki Juz dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an Menjelaskan Segala Sesuatu.

Difirmankan dalam Q S.An Nahl (16) : 89.

“….. dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”.

Dalam Al-Qur’an diberikan kemudahan, seperti dijelaskan QS. AI Muzzammil (73) : 20

“. .. Maka bacalah (bagian mana saja) dan Al’qur’an yang mudah bagimu…”.

Allah memerintahkan manusia untuk mengkaji dan memahami isinya, seperti dijelaskan pada QS.Al-Qomar (54) : 17

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan AI-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”.

Kemudian diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Wajarlah jika Nabi Muhammad SAW dalam khutbahnya mengatakan bahwa kita umatnya tidak akan tersesat apabila berpegang teguh (mengamalkan) 2 hal, salah satunya adalah Al-Qur’an.

Dalam mempelajari Al-Qur’an dan mengetahui metodologi, diperlukan ilmu khusus yang kesemuanya terangkum dalam induk Ulumul Qur’an (ilmu-ilmu Al-Qur’an). Adapun kajian khusus salah satunya cabang ilmu-ilmu Al-Quran yaitu ilmu Munasabah, yaitu mempelajari hubungan ayat satu dengan ayat dalam satu surah atau surah lainnya. Munasabah surah dengan surah, munasabah ayat dengan surah, awal surah dengan akhir surah pada surah yang sama atau surah yang lain yang semuanya mengacu pada kajian verbal.

Komponen Al-Qur’an

Kalau kita amati dan kaji secara mendalam yang mengacu standar format struktur Al-Qur’an merujuk pada format Al-Qur’an 18 baris, cetakan PT. TAJ COMPANY KARACHI PAKISTAN, bahwa setiap variabel dalam Al-Qur’an mempunyai korelasi (hubungan) yang tidak dapat dipisahkan.

MANZIL                                   : 7
JUZ                                          : 30
SURAH                                                : 114
AYAT                                       : 6236
HALAMAN                              : 484 (DARI HAL 2 S/D 485)
TAINDA RUKU (‘AIN)              : 558
HALAMAN PER-JUZ                : 16 (Kecuali Juz 1 = 14 Hal & Juz 30 = 21 hal)
HURUF                                     : 32 (31 = ﺍﻞ, DAN 32 = )
ANGKA                                    : 1 – 9 Dan 0

Hal ini sering menjadi pertanyaan banyak orang yang ingrn mengetahui apa dan bagaimana cara menemukan juz diri. Perlu diperhatikan tingkat kepekaan manusia berbeda-beda. Bukan berarti bila kita membaca juz tetapi tidak merasakan efek tertentu dalam tubuh, lantas kita berkesimpulan bahwa cara membaca kita salah atau juz yang dibaca bukan merupakan juz kita.

Memang bisa saja juz yang kita baca bukan merupakan juz pribadi kita. Oleh karenanya disarankan untuk ber-tadarus guna mencari jati diri kita dalam Al-Quran melalui juz. Selain itu mengkoreksinya apakah juz kita salah atau benar melalui karakter juz buku “Psikologi Al-Quran” atau “Tirai Juz’. Karena dipaparkan dengan jelas parameter dan psikologi diri manusia dalam juz tersebut.

Harus dipahami juga bahwa tidak selamanya membaca juz akan memberikan dampak langsung kepada tubuh, misalnya mual, pusing, demam atau efek lainnya.

Dalam diri kita, selain fisik, ada unsur lain yaitu psikis atau kejiwaan. Untuk diketahui, tidak sedikit orang orang yang sudah membaca juznya namun tidak merasakan spontan apapun seperti orang lain.

Meskipun tidak merasakan efek spontan sebagian besar dari mereka mengalami perubahan atau manfaat secara psikis. Mulai dari ketenangan batin sampai meningkat kesabaran dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tips Menemukan Juz Diri / Efektifitas Membaca Al-Qur’an.

  1. Bagi anda yang ingin mengetahui juz diri melalui tadarus adalah langkah yang paling tepat dan objektif. Namun anda juga harus mengetahui “tanda-tanda’ apakah juz yang dibaca merujuk pada juz kita atau tidak.

Diantara tandanya antara lain :

  • Tidak ada sebab yang jelas tiba-tiba timbul perasaaan tertentu dalam diri kita. Misalnya, sedih yang belum pernah dirasakan sebelumnya atau kegembiraan yang luar biasa. Ini bisa menjadi indikasi awal bahwa juz itu adalah juz anda.
  • Mengalami sakit pada bagian tertentu dalam tubuh kita selama membaca juz tertentu. Namun harus  dipahami bahwa sakit itu bukan kondisi mutlak bahwa anda telah menemukan juz anda. Bisa saja, sakit pada bagian tubuh selama tadarus merupakan masalah yang sedang anda hadapi. Untuk menganalisanya, anda bisa menterjemahkan nya tanda ‘Ain pada halaman dimana anda merasakan sakit. Kaji setiap variabel yang ada sehingga anda mendapatkan penafsiran yang lengkap.
  • Susah sekali membaca, cenderung mengulang-ngulang bacaan (lafadz)ketika membaca juz tertentu. Atau sebaliknya dengan mudah anda mudah membaca juz itu.
  • Munculnya “tanda-tanda” tertentu pada Al-Quran. Misalnya, huruf – huruf yang mengeluarkan cahaya atau sinar atau ayat – ayat itu membentuk tiga dimensi (biasanyat terjadi pada seseorang yang memiliki kepekaan istimewa).
  • Atau huruf-huruf yang anda baca tiba-tiba menghilang dan yang terlihat hanya lembaran kertas tak bertulis.Tanda-tanda itu relatif, tidak bersifat mutlak dan tidak semua orang dapat mengalaminya.
  1. Selama bertadarus, hilangkan pemikiran yang macam-macam atau subjektif, sehingga anda tidak terjebak pada juz tertentu. Berfikirlah bahwa apa yang anda kerjakan merupakan suatu bentuk ibadah.
  2. Bertadaruslah secara konsisten setiap hari dan usahakan tidak ada hari yang terlewat.
  3. Jangan mudah putus asa. Bila anda zudah selesai menghatamkan tadarus 30 iuz dan belum menemukan juz diri, ulangi lagi bertadarus. Namun pada bertadarus berikut anda harus membaca dengan tenang dan mengamati huruf demi huruf dengan cermat. Jika memungkinkan, bacalah sesuai tajwid dan qiro’at-nya.
  4. Dalam rangka membaca juz untuk mencari juz pribadi, dianjurkan tidak membaca ta’awwudz dan basmallah. Begitu juga basmallah yang menjadi pembatas antar surat, anda tidak perlu membacanya.
  5. Bila anda sudah menemukan juz, namun ada 2 (dua) atau lebih, maka pahami karakter juz tersebut melalui karakter masing-masing juz tersebut. Bila perlu, bertadarus lagi. Karakter juz dapat anda baca pada buku “Psikologi Al-Quran” atau “Tirai Juz” . Cocokan mana juz yang sesuai dengan pribadi anda.

  Tips Memaksimalkan Membaca Juz Diri & Pola Bacaan.

  1. Sempatkan untuk berwudhu sebelum membaca Al-Quran, namun bila tidak sempat atau tidak memungkinkan, tidak membatalkan bacaan kita.
  2. Sebelum membaca juz atau pola bacaan niatkan dalam diri bahwa apa yang anda lakukan semata,-mata ibadah dan mengharapkan ridho Allah SWT agar memberikan yang terbaik bagi anda. Jangan merasa terbebani dengan target yang ingin anda raih dengan bacaan yang sedang anda amalkan.
  3. Selama membaca hilangkan pemikiran bahwa setelah anda selesai membaca Al-Quran (juz atau pola bacaan) akan menjadi ini atau itu, bisa ini atau bisa itu atau masalah anda akan cepat selesai.
  4. Tabah dan lkhlas. Setelah anda membaca juz atau pola bacaan, tapi belum menampakan perubahan anggaplah itu suatu ujian yang harus anda lalui, tidak perlu menghardik atau bahkan tidak mau lagi membaca Al-Quran (juz atau pola bacaan) Naudzubillah min dzalik. Mungkin saja Allah SWT sedang menguji ketabahan dan keikhlasan anda dalam beribadah.
  5. Teratur membaca juz pribadi atau pola bacaan meski anda tidak merasakan efek spontan dari membaca juz atau pola bacaan. Sebab bacaan yang telah anda baca akan mengendap dalam diri sampai suatu saat akan berguna bagi anda.
  6. Jangan “mengkultuskan” juz atau pola bacaan. Artinya setiap kali anda menghadapi masalah atau sakit, jangan tergantung bahwa anda harus membaca pola bacaan ini atau itu. Bila anda rajin membaca juz, tadarus dan pola bacaan, anda bisa menemukan apa yang harus anda lakukan.
  7. Jangan terburu-buru ingin cepat selesai selama mengamalkan juz atau pola bacaan.
  8. Rileks-kan fikiran dan tubuh anda. Kadang kala pola bacaan yang panjang sekali, sehingga merasa kelelahan. Cari tempat yang nyaman selama membaca. Misalnya duduk di tempat duduk yang empuk atau tempat tidur (selama tempat itu tidak terkena najis). Tidak usah takut untuk menggerakan badan. Misalnya menepuk nyamuk, meluruskan tangan atau kaki, memutar kepala, bahkan bila capek duduk, anda bisa berdiri sejenak (misalnya 30 detik), kemudian melanjutkan lagi (tidak usah mengulang dari 3 ayat lagi sebelumnya).
  9. Bagi yang sudah berhasil mengatasi masalahnya atau sembuh dari sakit dengan membaca juz atau pola bacaan, jangan menghentikan membaca juz atau pola bacaan yang lain (misalnya pola 45 halaman, 59 halaman, manzil dan lain-lain).Tetapi rutin mengamalkannya, meski tidak harus seminggu sekali (minimal sebulan sekali). Ibaratnya, seperti program maintenance (perawatan), sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian hari.

 Lebih Jauh Cara Menemukan Juz ?

  1. 1.        Metode Manual

Yaitu dengan membaca Al-Qur’an dari Juz 1 sampai Juz 30 (pola tadarus). Jika cara ini dilakukan secara tepat dan benar, Insya Allah seseorang dapat merasakan sinyal-sinyal atau sesuatu yang sifatnya spiritual atau “ganjil” ketika membaca Juz tertentu. Dari data empiris, diketahui bahwa sinyal yang dapat dirasakan seseorang ketika membaca Al- Qur’an per-Juz dengan sistem tadarus tidak sama atau berbeda-beda, mengingat kepekaan spiritual setiap orang berbeda.

Adakalanya, seseorang merasakan berat membaca Juz tertentu kendati ia sudah lancar membaca Al-Quran. Atau bisa juga merasakan mudah dan enjoy saat membaca Al- Qur’an pada Juz tertentu, atau bahkan ada fenomena berupa ayat yang hilang dalam pandangannya.

Dalam beberapa kasus, ada yang jusru merasakan sinyal setelah selesai membaca Al- Qur’an pada Juz tertentu, mereka merasakan kondisi kesehatan menjadi sehat-bugar atau prima, dimana tidak ia rasakan saat atau setelah membaca Juz lain.

Jika seseorang telah mampu menangkap dan merasakan salah satu sinyal diatas, maka langkah berikutnya adalah menggunakan parameter-parameter berikut ini untuk mendukung akurasi bahwa ia membawa karakter Juz tersebut, antara lain :

  1. a.         Deteksi Kata Awal Juz (huruf tebal pada awal Juz).

Artikan huruf-huruf berdasarkan maknanya, kemudian rangkai menjadi sebuah kalimat.

  1. b.        Deteksi Surah.

Artikan atau interprestasikan (makna/karakter) surat tersebut merujuk pada karakter Anda.

  1. c.         Deteksi Tanda ‘Ain (tanda ruku’).

Untuk belajar dengan metode pendeteksian menggunakan tanda’Ain, kita harus paham betul mengartikan angka yang tertera pada tanda ‘Ain tersebut.

  1. 2.        Metode tuning

Yaitu dengan membuka Juz seseorang melalui getaran metafisik (elektromagnetik : gelombang panas tubuh, eter). Hal inilah merupakan klarifikasi terhadap anggapan bahwa Juz seseorang didapat dari tanggal dan bulan kelahiran.

Analoginya, seperti ketika kita mencari mencari frekwensi atau gelombang televisi/ radio . Masing-masing memiliki frekwensi gelombang sendiri-sendiri. Untuk sampai ke pesawat televisi/radio tidak ada kabel yang menghubungkan, namun televisi/radio dirumah kita yang berjarak puluhan bahkan ratusan kilometer mampu menangkap apa yang sedang dipancarkan oleh stasiun tersebut.

Sebagai konsekwensinya cara ini memerlukan konsentrasi tinggi dan energi yang besar dari si pembuka Juz. Sebagaimana televisl/radio memerlukan energi, yang merupakan sumber utama bagi televisi/radio. Dengan kata lain, bagi si pembuka Juz harus dalam kondisi prima.

Salah satu manfaat dari bertadarus, kita akan “mem-format” diri kita untuk mengenali bentuk energi dari setiap Juz-nya. Hal ini karena tidak ada satu Juz-pun yang sama (antara juz yang satu dengan Juz yang lainnya berbeda).

Cara ke-dua (tunning) ini juga memiliki kelemahan,sangat tergantung pada:

  1. Kondisi Fisik dan Non Fisik si Pembuka Juz.
  2. Intensitas Pembuka Juz dalam Membaca Al-Qur’an.
  3. Tingkat Sensitifitas( kepekaan metafisis).
  4. Pengalaman atau Jam terbang
  1. 3.       Parameter Akurasi Juz

Setelah melakukan tadarus secara tepat dan benar berkali-kali. Insya Allah bisa merasakan dan akhimya menangkap sinyal atau tanda. Lalu langkah berikutnya adalah menterjemahkan tanda atau sinyal tersebut berkaitan dengan karakter kita sendiri dengan memakai parameter berikut:

  1. a.        Surah-Surah Pada-Juz

Dari data empiris, didapatkan kesimpulan bahwa salah satu hikmah dibalik penamaan 8 penyusunan surah Al-Qur’an juga menggambarkan karakter manusia, kelebihan dan kelemahan baik fisik maupun non-fisik.

Diperlukan pendekatan tidak hanya verbal dalam mempresentasikan makna surah Al-Qur’an pada karakter manusia. Pendekatan yang dimaksud misalnya pendekatan isi surah, latar belakang historis, dan makna simbolik surah.

Contoh : Si A lahir tanggal 5 Jarruari 1978 yang ekivalen dengan 25 Muharram 1398 H, maka surahnya adalah Al-Maidah (surah ke-5) dan Al-Furqon (surah ke-29. Pada surah ke-5 Al-Maidah dengan total ayat 82. Artinya ia juga membawa sifat surah ke-82 Al-Anfithaar (“Terbelah”). Bila jumlah ayat lebih dari 114, maka dikurangi 114. Misalnya surah Ali lmran dengan jumlah ayat 200, pengaruh surah lain adalah 200 -114 = 86, yaitu surah Ath-Thoriq (Yang datang dimalam hari).

Tanggal 1 :  QS. Al-Fatihah, total ayat 7.

Al-Fatihah bukan merupakan surah yang pertama kali turun namun ditempatkan sebagai urutan pertama. Al-Fatihah juga disebut juga induknya Al-Qur’an. As-Sab’ul Matsaani (tujuh yang berulang-ulang) dan surah pertama yang turun secara lengkap.

Karakter : Menyukai hal baru, berbakat menjadi pemimpin, seorang pionir dan idealis. Biasarrya cenderung menginginkan segala sesuatu sempurna. Juga pandai memanfaatkan kesempatan. Ada kecenderungan egois, harus selalu prioritas utama, dan mengulang kesalahan yang sama. Orang yang belum mengenalnya akan mengira sebagai sosok yang angkuh dan sulit ditaklukan.

Kelemahan dan Kelebihan fisik: Kepala, paru-paru, dan pundak.

Tanggal 2 : QS. Al-Baqaroh, total ayat 286.

Sebagian besar isi ayat Al-Baqaroh berbicara hukum dan peraturan. Seperti pada umumnya sapi betina, jelas menghasilkan susu. Petani juga sering memanfaatkan tenaganya untuk membajak sawah atau menarik kereta.

Karakter : Pekerja keras, taat akan hukum dan aturan, memiliki jiwa sosial dan kepedulian tinggi, menyukai  hal-hal rutinitas. Jika dia mampu, ada kecenderungan jadi  dermawan. Biasanya kurang inisiartif, senang dimanfaatkan, dan gampang percaya pada orang lain.

Kelemahan dan Kelebihan fisik : Mata dan Bahu.

  1. b.        Struktur ‘Ain

Dalam urutan huruf Hijayah, huruf ‘Ain ( ﻉ ) menempati posisi 18, dan dalam kajian struktur Al-Qur’an hal ini merujuk pada jumlah baris yang ada pada jenis mushaf Rasm Ustmani yang menjadi kajian ini.

Selain itu kalau kita konversikan kedalam surah Al-Qur’an yang ke-18 adalah surah Al- Kahfi (Goa/misteri). Hal ini mengisyaratkan bahwa dibalik huruf ‘Ain terdapat sebuah misteri atau rahasia yang harus kita kaji dan fikirkan.

Bila huruf ‘AIn ( ﻉ) kita lafadzkan akan membentuk sebuah kalimat yang mempunyai makna yaitu  ﻋﻳﻦ yang artinya “Mata”. Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital, berfungsi sebagai penangkap informasi awal sebelum diproses oleh otak.

Contoh mengartikan Tanda ‘Ain

‘Ain 1        : terdapat angka 1, 6, dan 17. Artinya segala rencana yang dia susun harus sesuai dengan aturan. Namun seringkali aturan itu menurut aturannya sendiri.

‘Ain 2          : terdapat angka 2 , 5, 18. Artinya dalam menangani segala yang menarik pandangannya bisa dibilang lumayan. Namun setelah dimulainya pekerjaan itu ia mulai bimbang dengan kemampuannya.

‘Ain 3 : terdapat angka 3, 11, dan 9. Artinya bila ia marah atau sinis maka ucapannya sangat menusuk hati / perasaan, tidak jarang akan timbul permasalahan setelah itu.

‘Ain 4     : terdapat angka 4, 4, dan 20. Artinya dalam menyusun sesuatu ia memperhatikan aturan yang ada. Bisa dibilang ia taat aturan. Kelemahan kerangka berfikimya mudah dibaca.

‘Ain 5     : terdapat angka 5, 9, dan 21. Artinya disamping mengalami kebimbangan dalam bekerja atau mengambil keputusan, ia terkadang menunggu mood (perasaan).

‘Ain 6     : terdapat angka 6,6, dan 22. Artinya baginya segala aturan  atau hukum yang dibuat harus sampai tujuan. Orientasinya selalu pada target.

‘Ain 7    : terdapat angka 7, 6, dan 23. Artinya dalam proses belajar dia akan mudah menyerap jika kita menyampaikannya seperti memberitahukan kepada anak kecil. Istilahnya gampang “nyantel”, terkadang bersikap seperti anak-anak.

Inilah cara termudah untuk membaca karakter Juz berdasarkan tanda’ Ain. Untuk tanda-tanda ‘Ain berikutnya silahkan anda sendiri yang menguraikannya dan mengartikan angka tersebut.

  1. a.        Huruf Kapital Awal Juz.

Setiap awal Juz, selalu yang bercetak huruf tebal. Contoh Juz 2, yaitu, ﺴﻳﻘﻭﻞtersebut diawali huruf ﺲ (huruf ke – 12 = ambisi, motivasi, alat vital) dan diakhir dengan ﻞ (huruf ke-23 = Kondisi tubuh atau fisik yang labil) artinya orang yang ber-Juz 2 seringkali sifat yang dominan padanya adalah : mempunyai kemauan, ambisi yang kuat untuk melakukan atau meraih sesuatu (disebut dominan karena huruf Sin (ﺲ) berada diurutan pertama, pemimpinlah yang tampak dominan bukan rakyatnya).

Kenapa kata yang tercetak tebal adalah , ﺴﻳﻘﻭﻞ “Sa-Yaquulu” ? Padahal kata tersebut kalau kita uraikan terdiri dari ﺲ (= akan, yang menjadi tanda atau ciri-ciri bahwa kata yang terletak sesudahnya adalah kata kerja) dan kata (= berkata, salah satu bentuk kata kerja dalam bahasa arab biasa dikenal dengan Fill mudhari’ yaitu kata kerja yang mengandung arti sedang atau akan datang), dan sudah menjadi keniscayaan dalam ilmu bahasa apapun bahwa setiap kata kerja memerlukan subjek (pelaku) yang melakukan pekerjaan tersebut, nah sekarang coba kita perhatikan lagi kata “Sa-Yaquulu”, dimanakah letak subjek-nya ?. Lengkapnya definisi kata ﺴﻳﻘﻭﻞ “Sa-Yaquulu” adalah sebagai berikut :

ﺲ   :   ambisi/motivasil/alat vital, artinya dalam menyikapi masalah tertentu, ia selalu mengandal emosionalnya, namun sangat ambisius dan memiliki motivasi tinggi dalam menyelesaikan apapun yang dikerjakannya. Dia mudah tertarik dengan lawan jenis yang menurutrya “indah” dipandang mata, dia tidak pandang bulu miskin, kaya, pintar, bodoh atau apapun.

ﻱ    :    inti manusia/kandungan, artinya baginya segala sesuatu yang dilakukan harus ada hasil yang berarti buatnya. Kecil kemungkinan dia melakukan hal-hal yang kaitannya dengan sosial, kecuali dengan orang terdekat.

ﻕ    :    kepala, artinya bahwa pada dasamya orang ber-Juz 2 ini keras kepala dan susah menerima nasihat orang lain. Berfikir logis adalah syarat mutlak baginya. Terkadang dia sering menafikan hal-hal yang susah dicerna oleh nalarnya.

ﻭ     :    modal/potensi/waktu, artinya bagi orang yang ber-Juz 2 melakukan segala sesuatu membutuhkan modal. Ia memiliki potensi yang terpendam, namun terkadang kurang percaya diri.

ﻞ      :  manusia atau bayi, artinya orang yang ber-Juz 2 ini memiliki kemanjaan psikologis, sehingga hidupnya selalu memerlukan kehadiran orang lain yang bersedia membantu atau melindunginya. Seperti seorang bayi yang ingin selalu dekat dengan ibunya, yang menyebabkan mejadi seorang yang cengeng.

  1. b.        Berdasarkan Halaman Juz

Contoh Juz 2.

Taktis : Berdasarkan jumlah ayat dari halaman 1 s/d 6 dari juz-nya. Dasar filosofinya adalah Ka’bah yang terdiri atas 6 bidang. Total ayat dari halaman 1 s/d 6 adalah 46, surah ke 46 adalah Al-Ahqaaf (Bukit Pasir). Artinya orang ber-Juz 2 ini pandai membawa diri. Mudah membawa suasana hati, maka suasana tersebut akan ia bawa kemanapun ia pergi.

Negatif-Posltif : Berdasarkan jumlah ayat dari halaman 7 s/d 13 dari juz-nya. Dasar filosofinya adalah titik sujud saat sholat. Total ayat dari halaman 7 s/d 13 adalah 46 (ternyata kebenaran sama dengan total ayat halaman 1 s/d 6). Inilah kelebihan Juz 2, dia mudah berubah atau tidak punya pendirian, namun itulah strategi adaptasi dia untuk menarik perhatian lawan atau kawan. Jadi jangan kaget jika suatu saat kitalah yang harus mengikuti kemauannya, tak ubahnya seperti ‘Quick Sand”, pasir penghisap.

Jalan Keluar : Berdasarkan jumlah ayat dari halaman 14 s/d 15 dari juz-nya. Dasar filosofinya adalah Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah. Total ayat dari halaman 14 s/d 15 adalah 13, surah ke-13 adalah Ar-Ra’ad (Guruh/Petir). Dalam menyelesaikan masalahnya ia mengedepankan emosinya terlebih dahulu. Gaya bicaranya cenderung meledak-ledak, disitulah senjatanya untuk mempengaruhi seseorang.

Dasar : Berdasarkan jumlah ayat dari halaman 16, dasar filosofinya adalah bumi atau tanah. Jumlah ayat pada halaman 16 adalah 6, surah ke-6 adalah Al-An’aam (Binatang Ternak). Pada dasamya orang yang ber-Juz 2 tidak bisa mandiri, ia selalu membutuhkan orang lain di setiap saat, layaknya binatang temak yang selalu digiring peternak dan saat diberi makan

80 Balasan ke APA dan BAGAIMANA JUZ

  1. Bunda Mitha berkata:

    Assalamualaikum wr.wb.
    Salamun ‘alaikum..
    Baru pertama kali tahu ttg metode diatas. Sebelum mencoba mencari juz pribadi sy membaca petunjuk diatas mengenai:
    “4.Dalam rangka membaca juz untuk mencari juz pribadi, dianjurkan tidak membaca ta’awwudz dan basmallah. Begitu juga basmallah yang menjadi pembatas antar surat, anda tidak perlu membacanya.”

    bukankah kita wajib meminta perlindungan Allah sebelum membaca Al Qur’an ? boleh tau apa dasar syar’i nya sehingga dilarang membaca basmalah..
    mohon penjelasannya..terimakasih.

    • darulqohar berkata:

      Wa’alaikum Salam Wr.Wb..
      Terima Kasih Telah Berkunjung ke Blog kami,
      Pola-pola bacaan/ membaca juz yang kita buat adalah sudah di ukur takarannya berdasarkan ketepatan hitungan, jika kami tambakan Ta;awudz dan Basmallah maka bergeserlah perhitungannya, jadi bahasa kami kurang tapat saja…AL_QURAN salah satunya adalah sebagai As-Syifa ( Obat ), coba anda bayangkan obat yang anda minum ketika berobat ke dokter dosisnya salah atau berlebih atau kurang apa efeknya buat badan kita?…atau anda Pusing tapi minumnya obat sakit perut, bagaimana?nyambung tidak..takaran dosisnya 1 bh per hari terus anda minum 5 buah per hari, bagaimana jadinya?…atau obat sakit kepala itu isinya ada bahan A, Bahan B, dan Bahan C masing-masing sekian persent dari hasil analisis peracik obat di Perusahaan penghasil obat seperti kalbe farma misalnya, nah terus komposisi racikan bahan tersebut salah/kebanyakan/atau bahkan ngawur,apa yang terjadi Bu?…
      nah contoh diatas adalah sekedar ilustrasi yang riil di kehidupan kita, pola bacaan yang kami buat sudah berdasarkan perhitungan yang ada, dan pesan yang melatari pola / bacaan juz tersebut di dalam AL-QURAN ( bukti empirik ) dan dasar perhitungan dalam pengambilan ayat atau surat menjadi suatu pola bacaan / bacaan juz semua tidak lepas dari campur tangan ALLAH SWT…

      Jika anda ingin mengucapkan Ta’Awuz dan Basmallah silahkan, tidak ada yang salah dan berdosa kok…kami tidak melarang, hanya menganjurkan “KALAU BISA” tidak di gunakan, begitu loh, Karena Basmallah itu adalah penggalan ayat dari QS: 27 Ayat 30, yang berbunyi ” Innahu min sulaimana wa innahu bismillahi rohmani rohiim” coba di lihat di AQ Bu…dan Tentang Ta’awwudz ada di surah Qs. An-Nahl, 16 : 98, yang artinya : ” Maka apabila engkau membaca Al-Quran maka mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk “.

      Sejatinya Ta’awwudz dan basmalah tidak perlu di permasalahkan apalagi di perdebatkan. Hal ini terkait dengan masing-masing mahzab memiliki hujjah ( dalil ) yang sama-sama kuat dan bisa di pertanggung jawabkan tentang kedua hal tersebut.
      Dalam hal ini, kami membahas tentang ta’awwudz tak lain sekedar memberikan gambaran tentang hal tersebut. Tentu saja bukan mencari mana yang benar dan mana yang salah. Paling tidak, pembaca sedikit mendapat gambaran tentang hal tersebur. Jadi tidak timbul perdebatan dan saling menyalahkan apalagi merasa paling benar.

      >>>>> Ta’awwudz <<<<<

      Secara Etimologi ( bahasa ) Lafal Ta'awwudz berasal dari bahasa arab yaitu kata Ta'awwadza-yata'awwadzu-Ta'awwudzan yang berarti membaca atau mengucapkan kalimat yang bermakna perlindungan. Secara bahasa kita bisa memahami bahwa setiap orang ( tanpa melihat pada suku, agama, bahasa, dan bangsa ) ketika mengucapkan kalimat tertentu, yang pasti dengan bahasa, cara dan menurut keyakinan ( AGAMA ) masing-masing, yang berisi tentang memohon perlindungan kepada sesuatu dari sesuatu yang lain maka bisa di katakan Ta'awwudz.
      Ada istilah yang lain yang di guanakan untuk menyebut Ta'awwudz yang mungkin lebih familiar di telinga kebanyakan masyarakat kita yaitu Isti'adzah yang berasal dari kata Ista'aadza-Yasta'iidzu-Isti'aadzatan yang berarti meminta atau memohon perlindungan kepada sesuatu terhadap sesuatu yang lain yang lebih kuat, agung, dan besar.
      Secara MAKNA ( materinya ), antara lafal Ta'awwudz dan Isti'adzah tidak jauh berbeda, tetapi secara bahasa berbeda. pertama, wazan ( pola akar kata ) dan struktur dari kedua kalimat tersebut jelas berbeda. kedua, Ta'awwudz penekanannya hanya kepada pengucapan kalimat perlindungan, sedangkan Isti'adzah penekanannya lebih kepada meminta perlindungan kepada sesuatu yang jauh lebih tinggi derajat dan kekuasaanya.
      Dari sini mari kita pahami lafal Ta'awwudz atau Isti'adzah secara terminologi dan dalam konteks syariat islam. Menurut istilah agama islam Ta'awwudz atau Isti'adzah adalah meminta perlindungan kepada ALLAH SWT, dari godaan syaitan yang terkutuk yaitu dengan mengucapkan kalimat " A'udzubillahi Minasy-syaithanir-rajim ( aku berlindung kepada ALLAH dari godaan setan yang terkutuk ).
      Tetapi yang perlu di ingat bahwa dengan pengertian tersebut di atas, bukan berarti seseorang misalnya mngucapkan dalam bahasa inggris " I seek refuge with ALLAH from syaithan the out cast ( the coursed one ) ", tidak bisa di katakan telah melakukan Isti'adzah atau Ta'awwudz. haL ini di karenakan islam di turunkan di arab dan memakai bahasa mereka dalam penyampaian risalah ( misi ) nya. Oleh karena itu, kita memang harus membedakan antara bahasa yang di maksud agama dan bahasa Arab murni, sekalipun keduanya terikat dalam jalinan yang erat dan tidak bisa di pisahkan.
      Dan sebagai buktinya ternya lafal Ta'awwudz atau Isti'adzah yang pernah di contohkan Nabi Muhammad Saw. dengan bermacam macam bentuk, tetapi intinya sama yaitu meminta perlindungan kepada Allah Swt, dari godaan syaitan. Hal ini semakin memperjelas bahwa masalah bentuk dan bahasa kalimat Isti'adzah tidak signifikan, yang penting adalah materinya sesuai dengan syariath ( meminta perlindungan hanya kepada Allah semata ).
      Dalam pembahasan tentang Ta'awwudz, terdapat beberapa bahasan, di antaranya adalah :

      1. Ulama bersepakat bahwa membaca Ta'awwudz di anjurkan bagi setiap orang yang mau membaca Al-Quran. Dasar nash ( dalil ) yang di pakai adalah Qs. An-Nahl, 16 : 98, yang artinya : " Maka apabila engkau membaca Al-Quran maka mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk ".
      Perbedaan pendapat terjadi ketika memahami kata " Fas-ta'idz " ( mintalah perlindungan ) yang berbentuk Amar ( perintah ) yang terdapat pada ayat tersebut apakah menunjukan kepada Nadb ( anjuran yang sifatnya tidak wajib ) atau Wujub ( suatu keharusan,wajib ).
      Jumhur ( mayoritas ulama ) dan Ahlul Ada' atau para praktisi Qiraat ( bacaan ) berpendapat bahwa Amar ( kata perintah ) yang terdapat pada ayat tersebut menunjukan Nabd ( Sunah ) artinya membaca lafal Ta;awwudz sebelum membaca Al-Quran tidak merupakan sebuah keharusan, artinya tidak berdosa bagi orang yang tidak membacanya.
      Memang ada sebagian Ulama yang berpendapat bahwa membaca lafal Ta’awwudz setiap hendak membaca Al-Quran hukumnya Wujub ( wajib ), bahkan ada yang berpendapat bahwa cukup membacanya sekali saja seumur hidup ( lihat kitab al-Buduruz-zahirah, karya Abdul Fatah al-Qadly. ” madinah : maktabah ad-Dar, 1404 H”, Hal 9 ).

      2. Lafal yang banyak di gunakan oleh para Qurra ( ahli bacaan ) adalah : ” A’udzubillahi minasya-syaithanir-rajim ” sesuai dengan lafal aslinya yang ada pada surat An-Nahl. Mereka juga membolehkan membaca dengan selain lafal tersebut ataupun dengan menguranginya. Misalnya ” A’udzubillahi minas-syaithan “, atau dengan menambahinya misalnya ” A’udzubillahis-sami’il ‘ alimi inas-syaithanir-rajim, A’udzu billahil’ Adhimi minas-syaithanir-rajimi, serta lafal-lafal yang lain yang pernah di lakukan oleh para ahli Qira’at.

      Penjelasan bisa di lihat di Kolom atas tentang ta’awwudz dan Basmallah …….
      Semoga penjelasan singkat tentang Ta’awwudz semakin menambah kedewasaan berfikir dan pengetahuan kita akan kedalaman ilmu Al-Quran dan perbedaan pandangan akan sebuah masalah. adanya perbedaan mahzab ini kan menjadikan sebuah dinamika kehidupan, bukan sebaliknya, menjadi pedebatan yang meruncing dan perpecahan antar umat. Perlu di ketahui bahwa mayoritas islam di indonesia bermahzab Syafi’i, sehingga membaca ta’awwudz dan basmallah di hukumi wajib.
      Janganlah mencela apalagi mengatakan bid’ah atau sesat ketika mendengar saudara kita membaca Al-Quran tidak mengawali bacaanya dengan Ta’awwudz atau basmallah , karena banyak ulama yang melakukan hal yang sama, atau sebaliknya. Masing-masing Mahzab memiliki hujjah ( alasan ) masing-masing . sikapi perbedaan ini dengan iman, bukan dengan perasaan bahwa paham, aliran, atau mahzab kita yang paling benar..
      Di Keilmuan ini Basmallah itu harusnya sudah menjadi sikap kita sehari-hari, bayangkan berapa kegiatan yang kita lakukan dalam sehari semalam, apakah semua kegiatan itu anda continue ketika hendak melakukan sesuatu membaca basmallah, saya rasa tidak, paling saat mau makan. naik kendaraan, dst, bisa di bilang persentase/frekuensi mengucapkannya paling sedikit, dan tidak sebanding dengan sebegitu banyaknya kegiatan-kegiatan yang kita lakukan dalam sehari semalam, mulai dari bangun tidur di pagi hari sampai hendak tidur lagi di malam hari, sejatinya kita sudah harus menerapkan bismillah itu sudah menjadi suatu sikap kita di keseharian..kita bersyahadat apakah hanya dengan mengucapkan syahadat kita sudah cukup merasa orang islam/masuk islam, beruntung kita orang muslim sejak lahir karena kedua orang tua kita muslim, tapi pertanyaannya kapan kita "bersyahadat" ?..orang non muslim yg bekerja sebagai protokoler di kedutaan turkey,sewaktu di berbicara/memberi sambutan awal saya menyaksikan di bersyahadat di awal pidatonya, padahal saya tahu dia orang non muslim, apakah berarti dia sudah masuk islam/menjadi muslim, nyatanya hingga saat ini dia tetap orang non muslim…jadi ada kalanya sesuatu itu tidak sekedar di ucapkan/di lisankan saja…itu saja dari kami, dan melalui media ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika jawaban kami kurang berkenan dan menyinggung perasaan orang lain..misi kami adalah mengembalikan umat islam untuk kembali ke Al-Quran, dan semua perbedaan kita kembalikan ke Al-Quran, karena Al-Quran adalah hudaa/petunjuk bagi orang-orang yang mau berfikir, semua permasalahan kehidupan kita hendaknya kita cari solusinya di Al-Quran, karena Al-Quran di turunkan untuk umat manusia di muka bumi ini….
      Terima kasih..
      Wassalamu'alaikum Wr.Wb…

      By Syahroni Noor 21

      • finnya berkata:

        Assalamu’alaikum wr. wb,
        Saya sangat tertarik dengan membaca Quran buka Juz ini, dimana ada ketentuan format quran 18 baris dan ada ‘ain yag berisi. Bisa tolong dijelaskan mengapa untuk membuka juz diri kita, harus menggunakan format quran yang demikian? mengapa tidak bisa dengan quran yang model biasa? Kemudian apakah di jaman Rasulullah SAW metode ini sudah ada? Bila memungkinkan saya ingin dapat berkomunikasi langsung atau bertemu dengan bp. Syahroni Noor untuk menanyakan hal-hal membaca quran buka juz ini, agar tidak salah persepsi. Terima kasih.

        Wassalamu’alaikum

      • darulqohar berkata:

        Assalamualaikum sdri Finnya, kanapa Alqur’an yang digunakan pada keilmuan ini FORMATNYA 18 BARIS, DAN TANDANYA ADA AIN YANG BERISI? Jawabnya adalah; aIN ADALAH HURUF YANG ke18,sedangkan ilmu dalam bahasa Arab dimulai dengan huruf AIN, dan masuknya ilmu ke diri kita melalui mata yang dalam bahasa Arab juga dimulai dengan huruf AIN (Ainun). Itulah sekilas tentang Alqur’an 18 baris. Kalau sdri mau datang dan bertemu dengan kami, silahkan datang ke Darul Qohar.
        Wassalam
        Anwar

  2. Sentot Nuryanto berkata:

    Assalamu’alaikum ww..
    Tentang pertanyaan kami kemarin bagaimana: apakah diperbolehkan?
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum ww

    • darulqohar berkata:

      Wa’alaikum salam Wr.Wb..
      Saya minta maaf baru di balas , karena saya hampir 1 bulan dinas di luar kota dan tidak memegang web sejak saat itu ( tidak berhubungan dengan Internet ), memang tugas itu saya serahkan ke teman-teman lain, tapi ternyata banyak yang belum di balas, sekali lagi saya mohon maaf….Alhamdulillah sekarang saya telah kembali..

      Pertanyaan bapak sudah saya jawab di pertanyaan sebelum nya..intinya boleh saja bapak….itu saja terima kasih…

      Wassalam Wr.Wb..

      By R21

  3. Khir @ Malaysia berkata:

    Salam, saya ingin tahu bagaimana untuk mengetahui juzuk diri saya.
    Apakah perlu saya membayar mahar atau service ini percuma?
    Apakah informasi yang diperlukan pihak anda?
    Terimakasih penjelasannya.

    • darulqohar berkata:

      Assalamu’alaikum Wr.Wb..

      Terima kasih atas Kunjungannya Ke Blog ini…

      Semua manusia memiliki Juz diri masing-masing…Bapak bisa tadarus 30 juz dalam waktu 30 hari, dari situ nanti bapak bisa merasakan yang ” beda ” saat membaca di juz tertentu ( tergantung ke pekaan seseorang )..atau bisa juga dengan cara di buka -kan juz nya oleh orang lain ( oleh kami )…Saya berpesan jika sudah di buka-kan juznya Bapak harus membaca nya di Al-Quran…Tidak Ada mahar apa pun jika bapak ingin mempelajari keilmuan ini….Kalau bapak sudah dekat dengan Al-Quran dan mempelajari keilmuan ini dengan stepping-stepping bacaan yang kami sarankan..insyAllah nantinya bapak juga bisa membuka juz orang lain ( bonus dari ALLAH )…itu saja jawaban singkay dari saya…Terima kasih…

      Wassalam Wr.Wb..

      Ny R21

      • Khir @ Malaysia berkata:

        Salam,
        Maaf kerana mengambil masa yg lama untuk balas respon anda. Mohon di buka juz diri saya sekeluarga, jika tidak membebankan saudara. Ribuan terima kasih. Saya, Khirwan Mus – 01 August 1972; Isteri, Siti Nurasyikin – 05 June 1980; dan anak, Aaron Rashdan Mus – 26 May 2010

      • darulqohar berkata:

        Assalamualaikum sdr Khir, apakah nama-nama yang anda sebutkan tadi sudah pernah di bukakan juznya sebelum ini? juz berapa? anda bisa sms ke nomor 081267541450 atau 087875684813 ( Anwar)
        Wassalam
        Anwar

  4. Burhan berkata:

    ass,wt.wb.alhamdulillah saya menemukan blog ini dgn tdk sengaja.dulu saya sempat mempelajari metode MSFQ krn kurang refensi dan rujukn akhirnya sy kehilangan jejak.saya ber juz 25 tlg dipaparkn lg tuk penyegaran dan kalo blh sy minta pola bacaan rejeki tuk juz 25.serta tlg dibukan juz istri saya nama Anita mhn maaf tgl lahirnya lp dan anak saya Salman al farisi lhr tgl 19 april 2011 (br 7bln).trimaksh, wasalm.

  5. Ass. Saya Seorang tenaga kesehatan. dan saya baru bekerja di sebuah klinik swasta yang didalamnya menggabungkan dua metode pengobatan, metode pengobatan barat dan timur. metode timurnya dengan terapy alquran yang tiap pasien atwpun karyawan memiliki juz masing2 yang diberikan oleh rekan2 petugas disini! dan hasilnya alhamdulillah ada perbedaan dan perubahan.. juz saya adalah juz ke 17 dan itu benar2 diri saya… yang ingin saya sampaikan karena saya masih lajang selain berdoa dan ikhtiar dan mudah2an menjadi syare’ah. jodoh saya kelak harus ber-juz berapa?? terima kasih

    • darulqohar berkata:

      Sdr Edi, sebenarnya jodoh itu telah ditentukan Allah dalam satu sesi kehidupan kita di dunia ini. Kita tidak bisa merubah atau menolak ketentuan Allah tsb. Tapi akan lebih baik apabila ita berhati-hati, dan mengetahui kriteria “calon jodoh” kita nanti.Caranya adalah dengan menjumlahkan juz anda dengan juz calon anda: anda juz 17, calon anda 18, jumlah 35 ( 35 Surat Al Fathir= Pencipta}, insyaAllah penggabungan kedua juz tsb akan melahirkan ide-ide, kreaci, daya cipta yang dahsyat dan dapat merubah kehidupan kelak.
      Itu hanya satu contoh, selebihnya saya serahkan kepada sdr Edi, gabungkan juz sdr dgn juz calon, cari jawabannya didalan Alqur’an dengan mengkonversikannya kedalam nomor surah. Semoga bermanfaat…
      Wassalam
      Anwar

  6. Ridaningsih berkata:

    Salam. Alhamdulilah trimakash Pa, atas penjelasnya ttg ilmu zuz diri. Saya bru tau dari buku mengunduh energi Allah. Klo boleh saya mau minta tolng dibukakan zuz saya tgl lahir 11 agustus suami agus budi 11 pebruari. Syukrn atas kebaikanya.

    • darulqohar berkata:

      Sdri Ridaningsih,apakah sdri dan suami sudah pernah dibukakan juznya sebelum ini, juz berapa?. Nanti, kalau sudah dibukakan juznya, sdri dan suami diminta mengaji dengan metode yang telah ditetapkan dan harus menggunakan Alqur’an yang tepat,untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Apakah sdri siap?
      Kalau sdri kesulitan menemukan Alqur’an yang tepat ( memang sulit)’ kami ada menyediakannya serta buku2 modul belajar keilmuan ini dari pengetahuan dasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi.Sdr. Bisa menghubungi 081267541450 atau 087875684813 (Anwar). Kami tunggu jawaban sdri.Kalau boleh, kami minta data yang lengkap, alamat untuk catatan kami.
      Wassalam
      Anwar

  7. Hardi berkata:

    Assalamualaikum pak ustad semoga slalu dilindungi Allah amin .kesana kemari saya ikut dlm pengajian namun rasanya ada yg kurang { banyak kurangnya}.lalu saya buka intenet mudah mudahan ini yg saya cari menyingkap tabir alquran . mohon bantuannya untuk mbuka Juz diri saya dan istri data sbb : Nama : Hardi – lahir : Rangkasbitung 23-Maret-1958
    istri sbb : Nama : Sri Maryani – lahir : Jakarta 08-Oktober-1962. demikian datanya ,terima kasih atas bantuannya saya nanti jawabannya ; wassalam .

    • darulqohar berkata:

      Waalaikum salam sdr Hardi, terimakasih telah berkunjung ke blog Darul Qohar.
      Sdr Hardi,apakah sdr sudah pernah dibukakan juznya sebelum ini, juz berapa?. Nanti, kalau sudah dibukakan juznya sdr diminta mengaji dengan metode yang telah ditetapkan dan harus menggunakan Alqur’an yang tepat,untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Apakah sdr siap?
      Kalau sdr kesulitan menemukan Alqur’an yang tepat ( memang sulit)’ kami ada menyediakannya serta buku2 modul belajar keilmuan ini dari pengetahuan dasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi.Sdr. Bisa menghubungi 081267541450 atau 087875684813 (Anwar). Kami tunggu jawaban sdr. Wassalam
      Anwar

  8. Hardi berkata:

    Assalamualaikum pak ustadz
    selama ini belum pernah dibukakan juznya tetapi menurut kabar temen mengikuti tgl lahir juz 23.
    apakah ini tepat dan ini blm saya realisasikan karena tidak jelas jadi saya mohon bantuannya untuk saya Juz berapa ? dan untuk istri Juz berapa ? untuk pesanan Alquran 18 baris nanti akan saya hubungi lebih lanjut dan kalau dibilang siap insya Allah saya siap.!
    Demikian,dimohon bantuannya terima kasih sebelumnya . Wassalam

    Hardi

  9. Hardi berkata:

    Assalamualaikum pak ustadz Anwar
    mohon ma’af sblmnya ko blm ada balasan ,tolong pak di bukakan Juz saya Juz berapa ? dan bagaimana kelanjutannya mohon bimbingannya ,dan kira-kira berapa harga pesanan buku modul yg bpk sediakan ? saya cari di toko-toko buku ga ada.karena saya sangat memerluka buku tsb ! demikian dari saya terima kasih sblmnya . Wassalam.

    Hardi.

    • darulqohar berkata:

      saya dan istri Nama = Hardi 23-Maret-1958 Juz 22
      istri Nama = Sri Maryani 08-Oktober-1962. Juz 19
      Anak saya Nama = Dian Hardiyanti 10-Juli-1991 Juz7
      Nama = Dina Hardiyani 10-Juli-1991 Juz 30
      Nama = Taufiq Yuliyanto Hidayat 5-Juli-1993 Juz 14
      Nama = Anita Kusumawati 16- April-1987 Juz 25. Demikian keluarga kami mohon dibukakan
      Demikian lah sdr Hardi, maaf agak lama karena kami melayani banyak orang, jadi harap maklum.Untuk kelanjutannya anda bisa hubungi saya di 081267541450 – atau 087875684813, untuk pemesanan Alqu’an, buku2 modul belajar dan konsultasi.Tolong cantumkan atau sms kan alamat anda untuk catatan kami.
      Wassalam
      Anwar

  10. Hardi berkata:

    assalamualaikum pak ustadz
    Alamat = Dian Asri 2 jln ; Arwana 5 blok D 14 no ; 08 Rt 05 / 015 Pabuaran Cibinong Bogor
    Kecamatan Cibinong .Ma’af pak saya mu minta yg , Pola sahabat dan Pola 45 halaman dan langkah Besar Juz saya .
    Demikian Wassalam.

    Hardi.

    • darulqohar berkata:

      Assalamualaikum sdr Hardi, apakah sdr sudah punya Alqur’an yang sesuai dengan metode keilmuan ini, yaitu Mushaf Ustmany Format 18 baris? Jika sudah, coba bandingkan perbedaannya dengan yang ada di blog Darul Qohar. Ini penting karena beda format akan beda juga hasilnya. Jika anda perlu pendalaman, kami juga menyediakan buku2nya. Jika anda ada waktu, datanglah ke Daarul Qohar di daerah Tapos Depok. Kami buka senin s/d sabtu. Anda tanya sesuatu sms 081267541450 atau 087875684813 (Anwar)
      Wassaalam

  11. Hardi berkata:

    Assalamualaikum pak ustadz Anwar.
    Mohon ma’af baru saya buka com nya dan baru bisa balas begini , saya blum mempunyai AQ Mushaf Ustmany 18 baris utk keilmuan ini kalau yg biasa ada. utk yg ini saya perlu sekali apa bisa dipesan antar ke alamat saya : Dian Asri 2 blk D 14 no 08 Rt 05 / 15 jln Arwana 5 Pabuaran Cibinong .kira-kira kapan mau dikirimnya ? Saya tunggu. demikian Wassalam

    Hardi.

  12. Hardi berkata:

    Assalamualaikum pak ustadz utk pengiriman AQ caranya gimana apa bisa bayar di tempat ?
    demikian pak.

    wassalam

    Hardi

  13. Rafika berkata:

    assalamu’alaikum…
    saya mau minta tolong dibukakan juz saya Rafika Damayanti 04 Agustus 1993 dan saudara saya Reno Agusta 11 Agustus 1993 ..
    kami ingin menerapkannya ..
    terimakasih sebelumnya…

    • darulqohar berkata:

      Sdr Raqfika, apakah sdri sudah pernah dibukakan juznya sebelum ini, juz berapa?. Nanti, kalau sudah dibukakan juznya sdri diminta mengaji dengan metode yang telah ditetapkan dan harus menggunakan Alqur’an yang tepat,untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Apakah sdri siap?

      Kalau sdri kesulitan menemukan Alqur’an yang tepat ( memang sulit)’ kami ada menyediakannya serta buku2 modul belajar keilmuan ini dari pengetahuan dasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Jika anda serius, anda bisa menghubungi 081267541450 atau 087875684813 ( Anwar )

      Kami akan senang membimbing sdri dan suami dalam hal mempelajari keilmuan ini. Dengan tersedianya perlengkapan belajar anda,( anda bisa pesan), hingga memudahkan bagi anda belajar dan memudahkan bagi kami membimbing anda.
      Untuk komunikasi yang lebih cepat, anda bisa hubungi 081267541450 atau 087875684813 ( Anwar )
      Wassalam
      Anwar

  14. sinatrya @kdb109 berkata:

    Assalamu’alaykum wr. wb.
    saya sebenarnya ingin mengamalkan keilmuan darul qohar, namun pada suatu tulisan, saya temukan ada larangan membaca zikir/do’a yang tidak dari Al Quran dan Hadits atau campuran/kombinasi berbahasa arab seperti hizib/ratib dll.

    nah, yang saya tanyakan, ada apa dengan hizib, ratib dan do’a ualiya’? kok tidak diperkenankan mengamalkannya? (senyum)
    saya sendiri menilai tidak ada masalah mengamalkan macam2 zikir tsb. (kec. hizib harus ada guru yang membimbing)

    saya ingin kita saling berbagi pandangan dan pengalaman
    syukron (senyum)

    • darulqohar berkata:

      Assalamualaikum sdr Sinatrya, membaca do’a2 yang bukan dari Al Qur’an bukannya dilarang, tapi kami menganjurkan jangan dicam pur adukkan firman Allah dengan do’a-do’a gubahan manusia. Do’a- do’a tsb diberi nama orang yang menggubahnya dengan keterngan tambahan berbagai fadilahnya. Apakah Al Qur’an lebih rendah fadilahnya dari do’a2 tsb?. Manakah yang lebih tinggi kedudukan Al Qur’an dengan hadist atau dengan ujaran2 para Auliya tsb?

      Al Qur’an adalah sumber segala ilmu,Allah menjamin itu, obat segala penyakit, bukan hanya fisik tapi juga mental.Percayalah saudaraku, tak ada persamaan yang bisa disamakan dengan Al Qur’an, tak yang dapat menyamai Allah, apalagi melebihiNya.

      Pintu kami sangat terbuka buat anda bila anda ingin bersilaturrahmi. Alamat Kami: MAJELIS PENGAJIAN DARUL QOHAR
      JL. BHAKTI ABRI 57 TAPOS DEPOK
      081267541450 atau 087875684813 (humas)
      Wassalam
      Anwar

      • sinatrya @kdb109 berkata:

        Alhamdulillah, terimakasih Pak Anwar
        InsyaAllah, tidak ada maksud merendahkan fadhilah Mu’jizat, dan saya ber husnudzon bahwa para ulama’ penyusun do’a tersebut tak ada maksud mencampuradukkan, karana beliau InsyaAllah insan yg berilmu (ulama’), tahu bagaimana memposisikan Al Qur’an
        Hanya saja, memang tak sedikit dari kami yang tergiur fadhilah do’a2 tersebut, hingga tidak tepat memposisikannya, astaghfirullah

        pun bisa jadi orang lain menilai bahwa metode keilmuan di Darul Qohar, ya, tidak mencampur aduk dg doa gubahan sendiri, namun “mengacak” dg metode urutan membaca sesuai keilmuan yang dikaruniakan Allah
        itu sedikit pandangan saya (senyum)

        mohon dititah maaf jika ada khilaf dari saya

        Jika saya mengamalkan juz diri tapi disisi lain saya mengamalkan do’a2 (bukan hizib) atau wirid tetentu apakah diperkenankan (tidak melanggar keilmuan Darul Qohar)?

        saya mempertahankan amalan tsb. hanya ingin mempertahankan keistiqomahan dalam berzikrullah
        jika diperkenankan, saya bertekad ingin mengamalkan keilmuan Darul Qohar, mohon di arahkan

        terimakasih, siip, mungkin saya akan berkunjung ke sana

        (senyum)

      • darulqohar berkata:

        Assalamualaikum sdr Sinatrya, kami akan sangat senang bila anda datang ke padepokan kami, jadi anda akan dapat suatu kejelasan tentang keilmuan ini.
        Wassalam
        Anwar

  15. zach seeker berkata:

    assalamu’alaikum, bapak anwar @darulqohar,

    alhamdulillah, selawat dan salam atas rasulullah,
    terima kasih atas perkongsiannya bapak di alam maya ini, muga Allah mengurniai limpahan rahmat dan keberkahan atas usaha dakwah bapak,

    saya mohon pandangan bapak berkenaan kaedah2 yang berbagai akan cara utk mendapatkan ‘juz diri’ untuk diri seseorang,

    dari pelbagai laman2 yg menawarkan ‘membuka juz diri’ bahawa juz diri itu didapati daripada;

    1.dibukakan dari hitungan nilaian tarikh lahir
    2.dibukakan dari hitungan nilaian abjad/huruf nama
    3.dibukakan dari getaran aura / elektromagnetik diri seseorang
    4.membuka sendiri oleh mereka yg rajin membaca dan menghayati alquran

    sudilah kiranya bapak berkongsikan pandangan akan dasar2 perhitungan dan pembukaan ini dan jika dari pelbagai kaedah ini memberikan no juz diri yang berbeza maka yang manakah yang lebih dominan utk digunakan,
    terima kasih

    wassalamu’alaikum
    abd rahim, malaysia
    tl: 08-09-1971

    • darulqohar berkata:

      Sdr Zach, memang ada laman-laman website yang menawarkan untuk membukakan juz seseorang dengan cara:
      1. Berdasarkan perhitungan tanggal/tarikh lahir.Cara ini lemah sekali karena banyak orang tua/ bapak ibu memberikan infomasi yang tidak akurat tentang tanggal lahir yang disebabkan lupa dan sebagainya.Kelemahan lain adalah, bila orang yang lahir pada tanggal,jam,hari yang sama maka juznya akan sama. Pada kenyataannya tidak begitu.

      2.Berdasarkan perhitungan abjad nama.Cara ini juga memiliki kelemahan karena masih menimbulkan banyak pertanyaan karena banyak sekali orang yang memiliki nama yang sama, berarti juznya juga sama.

      3. Tadarus.Dengan membaca seluruh surat yang ada didalam Al Qur’an, seseorang bisa saja menemukan juznya melalui tanda-tanda atau fenomena yang dialami kala membaca Al Qur’an seperti:
      ~ Mengalami perasaan yang sangat gembira, bahagia,atau sangat sedih saat membaca surat dalam juz tertentu.Hal itu baru indikasi awal bahwa juz yang anda baca adalah juz anda. Hal ini harus dilakukan berulang-ulang agar dapat menentukan juz kita secara benar dan akurat.

      ~ Sulit / susah membaca ayat tertentu didalam suatu surat di dalam juz tertentu, hingga harus diulang-ulang, hal ini juga indikasi awal bahwa itu adalah juz anda.

      4.Menangkap pancaran Aura/gelombang elektomagnetik dari seseorang hingga bisa ditentukan juznya.Ketepatan cara ini juga sangat di pengaruhi oleh:
      ~ Suasana hati si pembuka juz
      ~ Intensitas membaca Al Qur’an sipembuka juz
      ~ Jam terbang / experience dari sipembuka juz juga mempengaruhi suksesnya pekerjaan si pembuka juz.
      SEmoga anda faham dan bermanfaat
      Anwar

  16. ahmad badri berkata:

    Assalamu’alaikum
    tolong bukakan juz saya
    nama Amad badri 26 agustus 1980 dan istri heni hastuti 4 february 1884
    atas bantuannya semoga Allah membalasnya.. Amin
    wassalam

    • darulqohar berkata:

      Sdr Ahmad Badri, selamat datang diblog Darul Qohar. Sdr Ahmad, apakah sdr sudah pernah dibukakan juznya sebelum ini, juz berapa?. Nanti, kalau sudah dibukakan juznya sdr diminta mengaji dengan metode yang telah ditetapkan dan harus menggunakan Alqur’an yang tepat,untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Apakah sdr siap?

      Kalau sdr kesulitan menemukan Alqur’an yang tepat ( memang sulit)’ kami ada menyediakannya serta buku2 modul belajar keilmuan ini dari pengetahuan dasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Jika anda serius, anda bisa menghubungi 081267541450 atau 087875684813 ( Anwar )

      Kami akan senang membimbing sdr dalam hal mempelajari keilmuan ini. Dengan tersedianya perlengkapan belajar anda,( anda bisa pesan), hingga memudahkan bagi anda belajar dan memudahkan bagi kami membimbing anda. Dengan membeli Al Qur’an dan buku panduan , ini sudah menunjukkan keseriusan anda untuk mempelajari keilmuan ini.
      Untuk komunikasi yang lebih cepat, anda bisa hubungi 081267541450 atau 087875684813 ( Anwar )
      Wassalam
      Anwar

  17. Ary berkata:

    belum pernah dan baru mengenal soal buka juz.. dan saat ini saya masih di negri org dari itu saya sangat tertarik untuk bisa buka juz

    • darulqohar berkata:

      Sdr Ary, anda ada dimanapun tidak menghalangi anda untuk memiliki Al Qur’an dan buku panduan belajar keilmuan ini. Ada juga saudara kita yang belajar dari Belanda, New Delhi dan lainnya. Where There is A will There is A way. Anda ada dimanakah?
      Anwar

  18. agung berkata:

    assalamualaikum wr wb
    permisi saya mau tnya bgi yg sdh menemukan jusnya trus kn kita harus rutin membacanya , nah saat mau membaca jus kita harus nya pake taawud sama bismilah gk ??
    trimss d tunggu jawabannya

  19. Ajeng Vinasti Kayungyun berkata:

    assalamualaikum Wr Wb.
    Setelah saya amati, dalam seluruh jawaban admin, tidak pernah ada yang di bukakan zuz dirinya. semua pola jawaban sama. apa yang menjawabnya ini mesin ya?
    Polanya sama.
    “Sdr Ahmad Badri, selamat datang diblog Darul Qohar. Sdr Ahmad, apakah sdr sudah pernah dibukakan juznya sebelum ini, juz berapa?. Nanti, kalau sudah dibukakan juznya sdr diminta mengaji dengan metode yang telah ditetapkan dan harus menggunakan Alqur’an yang tepat,untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Apakah sdr siap?

    Kalau sdr kesulitan menemukan Alqur’an yang tepat ( memang sulit)’ kami ada menyediakannya serta buku2 modul belajar keilmuan ini dari pengetahuan dasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Jika anda serius, anda bisa menghubungi 081267541450 atau 087875684813 ( Anwar )

    Kami akan senang membimbing sdr dalam hal mempelajari keilmuan ini. Dengan tersedianya perlengkapan belajar anda,( anda bisa pesan), hingga memudahkan bagi anda belajar dan memudahkan bagi kami membimbing anda. Dengan membeli Al Qur’an dan buku panduan , ini sudah menunjukkan keseriusan anda untuk mempelajari keilmuan ini.
    Untuk komunikasi yang lebih cepat, anda bisa hubungi 081267541450 atau 087875684813 ( Anwar ) ”
    Wassalam
    Anwar

    • darulqohar berkata:

      sdr Ajeng, yang menjawab bukan mesin, tapi manusia. Kami ingin anda merespon pertanyaan kami, apakah anda serius untuk mempelajari keilmuan ini atau anda hanya sekedar ingin tahu dan iseng-iseng saja. Kami ingin orang yang benar-benar jujur ingin belajar, bersedia melengkapi alat-alat belajarnya, dan belum pernah dibukakan juznya, kalaupun suda dia juga akan menginformasikannya kepada kami agar bukan “masalah” yang sedang ia hadapi yang muncul.

      Saya tidak ingin berdebat dengan anda, karena agama bukan untuk diperdebatkan
      Wassalam
      Anwar

  20. agungaprian berkata:

    ass
    p.ust maaf sebelumnya klo tdk keberatan sya minta tolong untuk di bukakan jus anggota kel. Saya
    -vina nur hanifah 01-06-2001
    -Mulyanto 04-02-1971
    -siti evi nurshofi 29-06-1996.
    Terima kasih p.ust bila sudah d bukakan.
    Wss

  21. agungaprian berkata:

    Assalamualaikum wr wb.
    Pak.ust klo tdk keberatan tolng bukakan jus kel saya.
    MULYANTO 04-02-1971
    SITI EVI NURSHOFI 29-06-1996
    VINA NUR HANIFAH 01-06-2001.
    Tolng y p.ust
    trims.

  22. rugyinsunwrites berkata:

    Saya ingin belajar ilmunya. Gmana caranya?
    Saya di Mojokerto, Jawa Timur

  23. rugyinsunwrites berkata:

    Yang masih menjadi pertanyaan saya:
    1) di luar jadwal membaca stepping 1, bolehkah saya membaca Al quran , misalnya sekedar membaca beberapa ayat?
    2) bolehkah saya menerjemah dengan pen atau pensil pada lembaran Al Quran saya?
    3) rencananya mau saya hafal, berarti saya akan membaca lebih dari satu kali, melebihi aturan stepping yang hanya empat hari seklai, agar segera hafal, bolehkah?
    5) apakah harus mengeraskan suara ketika membaca? kalau dbaca dalam hati saja?
    6) ayat tengahnya ada tiga macam: haram, juz, dan asmaul husna, dibaca semua?

    • darulqohar berkata:

      1. Anda boleh baca sistem tadarus, bukan beberapa ayat, tapi satu juz sekali duduk.
      2. Anda tinggal baca terjemahnya, tidak perlu mencoret-coret Al Qur’an
      3. Bacaan juz sekali 4 hari itu sudah standar, kalau anda sanggup menghafal, silahkan. Biasanya kalau baca tidak tersistim, tidak ada/sedikit sekali dampaknya.
      4.Ada dua cara baca, di suarakan dan dalam hati. Kami manyarankan membaca dalam hati (diam)
      5. ya, ayat tengah dibaca semua karena sudah 1 paket dan saling mengisi.
      Apakah anda sudah punya Al Qur’an standar Darul Qohar ( Mushaf usmani18 baris)?
      Wassalam
      Anwar

  24. asiaarifin berkata:

    Aslkm. Wr. Wb.
    Mohon kiranya untuk membukakan juz saya.
    Nama: Asia Arifin, T4 tgl lahir: Malaysia, 30 Maret 1990, Nama Ayah: Arifin Abdullah Bafaddal, Nama Ibu: Rosmala Abustan, Alamat: Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10, Perum Dosen Unhas Tamalanrea Blok EC/12 Makassar Sulawesi Selatan.

    • darulqohar berkata:

      Sdr Arifin, maafkan kami baru bisa jawab. Apakah anda sudah pernah di bukakan juznya sebelum ini?. Jika belum, kami akan tolong bukakan dengan syarat anda membeli Al Qur’an dan buku-buku modul belajarnya dari Darul Qohar agar anda bisa langsung belajar dan mengamalkannya. Apakah anda bersedia?. BIla anda serius dan berminat, anda bisa hubungi 081267541450 atau 087875684813 (Pak Anwar). Kami Tunggu
      Wassalam
      Anwar

  25. kamarudin bin osman berkata:

    Assalam,
    saya ingin membuka juz diri, cuma saya ini di malaysia. saya bersedia untuk membeli al-quran dan buku2 modul2 yang diperlukan. bagai mana ya.

    kamarudin 60193307503

    • darulqohar berkata:

      Sdr Kamarudin, biasanya kami mengirimkan Al Qur’an dan buku-buku via Post office ke Malaysia. Untuk konfirmasi anda bisa hubungi 081267541450 atau 087875684813 (Anwar)
      Wassalam
      Anwar

  26. elhadiry berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Alhamdulillah akhirnya secara kebetulan saya bisa menemukan apa yg selama ini saya cari. Sudah lama sekali (sekitar tahun 1994) saya punya buku karya Pak Luqman : “Fenomenologi Al-Qur’an: Dimensi Keilmuan dibalik Mushaf Utsmani” dan “Psikologi Al-Qur’an” ketika masih kuliah dulu, dan saya tertarik sekali ingin mempelajarinya lebih dalam. Kedua buku tersebut sangat menarik bagi saya, terutama metode yang disajikan dan uraian-uraiannya yang mendalam. Sayangnya kedua buku tersebut dipinjam teman dan tidak dikembalikan lagi. Yang paling menarik bagi saya adalah kalimat bahwa “Al-Qur’an merupakan miniatur dari jagad besar (kauniah); dan setiap huruf dalam Al-Qur’an bisa dianalogikan sebagai rumus kimianya. Ketika manusia membacanya, berarti dia sedang berdialog dan berinteraksi dengan alam semesta”.

    Jika berkenan saya minta tolong dibukakan Juz saya; dan dikirimi kedua buku tersebut untuk dijadikan koleksi pribadi jika di Majelis Bapak/Saudara ada, sekaligus Mushaf Al-Qur’an dan modul2 untuk belajar keilmuannya. Kemudian berapa biaya yang harus saya transfer untuk semua itu.
    Sebelumnya saya sampaikan banyak terima kasih.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • darulqohar berkata:

      Waalaikum Salaam, sdr Elhadiry. Buku Fenomenologi Al Qur’an sudah lama sekali tidak dicetak lagi, tapi bila anda berkenan kami bisa mengirimkan copynya. Apakah anda belum pernah dibukakan juznya sebelum ini? Untuk konfirmasi dan komunikasi yang lebih cepat, anda bisa hubungi 081267541450 atau 087875684813 (Anwar)
      Wassalam
      Anwar

  27. abdul aziz berkata:

    assalamaualaikum…..sya sangat tertarik dengan tirai juz dan saya ingin mngatahui juz berapa yg sebenarnya ada didalam diri saya……kalau blh minta tolong bsa kah ustadz anwar mnunjukan saya kalau saya juz berapa…..saya abdul aziz lahir djakarta tanggal 03 februari 1989……syukran tadz….

    • darulqohar berkata:

      Sdr Abdul Aziz, bila anda berminat untuk mempelajari keilmuan ini, anda harus membeli Al Que’an dan buku panduan belajarnya agar anda bilangsung mengamalkannya. Anda bisa hubungi 081267541450 atau 087875684813 (Anwar)
      Wassalam
      Anwar

      • abdul aziz berkata:

        alhamdulillah saya sudah punya namun blm brhasil2 ustadz…yaa insya Allah bulan februari ane ke darul qahar untuk membli buku yg lainnya yg terkait dengan ilmu tentang alquran dan rahasianya,,,,,

  28. Diding hasanudin berkata:

    Assalamualaikum wr.wb.pa ustad saya mau bertanya untuk menghitung nama seseorang.contoh’deng huruf,a=apa,e=apa,ng=apa,dan i=apa.berapa tolal angka yg bnarnya,apakah a=alif,e=ra,ng=?,i=apa.yg benar bgaimn pa ustad.sy sendiri jus 15 untuk huruf ijaiyah alif smpai ya alhmdulillah hafal hitungan angknya.yg sy bng klw ada orang”contoh neneng,huruf enya jth di huruf apa?trima kasih pa ustad

  29. Assalamualaikum Wr.Wb..
    Pak.. beberapa hari yang lalu saya memintakan buka juz utk ibu saya kepada org yg bisa membukakan juz tsb, tapi saya masih ragu karena karakter dari juz tsb sangat jauh berbeda dengan karakter ibu saya, apakah ada kemungkinan salah dalam penerawangan juz nya.?

  30. yuliyanto berkata:

    tolong pak bukakan juz saya,saya ingin mempelajari ilmu ini,karena saya teterik dengan ilmu ini

  31. anie sumarto berkata:

    Maaf bapak..
    Saya ingin bertanya. Apakah ada anggota Darul Qohar yang dapat membimbing soal Juz manusia yang berada atau berdomisili di Yogyakarta ?

  32. hendi permana berkata:

    Lahir 24 september 1984,ingin memulai usaha sendiri untuk menafkahi anak istri,membahagiakan orang tua dan membantu orang yang membutuhkan.mohon bantuan termasuk juz berapa?

  33. yonna yolanda berkata:

    saya mau tanya,saya memiliki juz 12,saya mau tanya tentang ain..yg saya tahu ain 1 itu utk pengobatan kepala,ain 2 mata,ain 3 tht dst..yg saya mau tanyakan cara membaca ain 2 misalnya apakah dari awal ain 2 berakhir di ain 2 atau hanya dihal tempat ain 2 berada jadi 1 halaman? soalnya jika dibaca 1 halaman ada kemungkinan terdapat 2 ain…itu saja pertanyaanya,mohon dijawab,terimakasih wasalamualaikum wrwb

    • darulqohar berkata:

      Assalamu’alaikum Wr.Wb.

      Saudari Yonna Yolanda.. Mungkin yang dimaksud Saudari adalah bacaan untuk sakit mata. Kalau yg dimaksud itu benar, cara pengambilannya bukan dari Struktur ‘Ain atau tanda ‘Ain/ruku yg ada pada halaman AQ/Juz yg bersangkutan, tetapi ada lagi pola/bacaan untuk sakit mata, sakit THT, sakit kepala, dst..

      Wassalam
      MPDQ-PS

      • yonna berkata:

        Oohhh…langsung ke pola mata saja pak? Baiklah, kalo begitu fungsi ain utk apa? Soalnya basic yg saya pelajari ain ain itu utk mengobati penyakit penyakit ringan..kalo boleh jika ingin menanyakan lebih lanjut saya bisa menghubungi kemana pak?

      • darulqohar berkata:

        Silahkan hubungi telpon kami yg ada di web/beranda ini.. atau ke Fb; MAJELIS PENGAJIAN DARUL QOHAR (Grup & Pertemanan),atau email: majelispengajian.darulqohar@yahoo.com

        Terimakasih

  34. Isnaini berkata:

    Pak Ustad Anwar, Saya Isnaini lahir tanggal 10 Oktober 1960, belum pernah di buka Juz, mohon bantuannya untuk dilihat , juz saya berapa, agar saya mengajinya.terimakasih.

    • darulqohar berkata:

      Bu Isnaeni yang baik.. Mohon maaf, bahwa pak Anwar sdh tidak bertugas di sini lagi, skr beliau wirausaha.
      Apabila ibu ingin mengaji dan ingin tahu Juz ibu, silahkan hubungi no.hp 081574525368. Terima kasih.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s