NUMERIK AL QURAN : CIRI-CIRI AL QUR’AN FORMAT 18 BARIS


Format Al Qur’an Standar Majelis Pengajian Darul Qohar

Disadari atau tidak, Al Qur’an adalah sebuah kitab yang berisi susunan huruf, lambang sekaligus simbol. Dengan kata lain, Al Qur’an tidak hanya semata-mata bahasa bunyi atau verbal. Karena memuat lambang dan simbol, tentunya harus ada metode atau alat untuk memahami simbol tersebut.

Model pendekatan struktur Al Qur’an ini berdasarkan atas pengamatan terhadap fenomena susunan Al Qur’an dengan sistematika yang sudah kita kenal dengan tipe format cetak mushaf. Hasil pengamatan ini kemudian disusun berdasarkan isyarat-isyarat Al Qur’an yang relevan untuk dikenali hubungan strukturnya serta dianalisis maksud pesannya secara kontekstual.

Bertolak dari keyakinan bahwa Al Qur’an adalah petunjuk yang memiliki sifat terang yang menerangi dan menerangkan, maka proses penggalian pesan keilmuan yang terkandung dalam Al Qur’an sebenarnya terpulang kepada diri kita masing-masing sejauh mana kita mau membuka hati dan pikiran terhadap terangnya cahaya llahi.

Bentuk susunan Al Qur’an sangat unik dan mengesankan. Sistem Al Qur’an menunjukkan adanya sebuah titik yang seolah-olah berada diluar sistem, namun mengontrol sistem. Indikator tentang adanya titik kontrol bisa kita lihat pada ke-khas-an penempatan “satu ayat tertinggal” diakhir Juz 13. Ayat tersebut adalah QS.15 AI-Hijr ayat 1.

Seringkali kita mengingatkan bahwa format penyusunan mushaf Al Qur’an mempunyai peranan penting dalam metode struktur Al Qur’an. Sederhananya seperti cara komputer, bukankah selalu ada perintah untuk memformat terlebih dahulu disket yang baru akan dipergunakan ?.

Maka perlu ditemukan terlebih dahulu Al Qur’an yang dimaksud, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1.     Jumlah seluruh halaman penulisan ayat adalah 484 halaman, dimulai pada nomor halaman ke 2 sampai dengan halaman 485. Halaman 1 adalah halaman (simbol lingkaran) Al Qur’an Nuurkariim.

2.     Setiap Juz terdiri dari 16 halaman, kecuali Juz I dan Juz 3o terdiri atas  15 halaman dan 21 halaman.

3.     Setiap halaman terdiri dari 18 baris, kecuali halaman 2,3 dan 485. Halaman 2 dan 3 terdiri dari masing-masing 6 baris, sedangkan halaman 485 terdiri dari 15 baris ditambah ‘ruang kosong” setara dengan 3 baris.

4.     Halaman 2 dan 3 tercetak secara khas berbeda dengan halaman-halaman

lainnya, memiliki ornamen/hiasan.

5.     Setiap ayat ditulis selesai pada satu halaman, kecuali ayat 4 dari surat 111 Al-Lahab. Ayat tersebut ditulis berawal dari halaman 484 dan berakhir pada halaman 485 (satu ayat terputus pindah ke halaman lain).

6.     Awal Juz ditandai dengan huru-huruf yang dicetak tebal.

7.     Enam buah surat pada Juz 30 ditempatkan secara khas dalam posisi sejajar setiap barisnya dan berada pada halaman 482 Dan 483.

8.     Muqadimah surah menempati 2 baris, kecuali 3 buah surat yang muqadimahnya menempati 1 baris. Ketiga surat tersebut adalah :

-      QS. At Taubah (9).

-      QS. Al Hijr (15 ).

-      QS. An Naml ( 27 ).

9.     Tanda ruku’ berupa huruf ع (‘Ain) yang terdapat pada setiap tepi halaman Al Qur’an tercantum ditempat tanda ruku’ berakhir.

Ciri-ciri tersebut diatas menjadi tanda bantu yang sangat berguna dalam proses belajar untuk memahami, mendalami dan menggali pesan keilmuan yang terkandung didalam Al Qur’an.

Demikian sebuah pengantar dari kami, semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita pada Al Qur’an untuk dibaca, dikaji, dipahami, dan diamalkan,

Hormat kami yang setinggi-tingginya serta ucapan terimakasih yang sebanyak-banyak kepada alm.Bapak Luqman AQ Soemabrata atas dedikasinya dalam menemukan kajian Format dan Struktur Al-Qur’an.

Wassalam…

1. Ciri-Ciri Al Qur’an Format 18 Baris

  • Juz                                                                                           = 30
  • Surat                                                                                        = 114
  • Ayat                                                                                         = 6236
  • Jumlah Baris                                                                           = 18
  • Manzil                                                                                      =  7
  • Halaman per-Juz                                                                   = 16, kecuali Juz 1 & Juz 30
  • Jumlah’Ain/Ruku’                                                                 = 558
  • Jumlah seluruh halaman                                                       = 484 (dari 2 s /d 485)
  • Judul surat yang hanya berada pada 1 baris, yaitu surat      = At-Taubah, Al-Hijr, dan An Naml.
  • Halaman 482 & 483 tergambar sangat simetris.
  • Setiap akhir halaman habis dalam satu ayat, kecuali halaman 484 Yaitu surat AL-Lahab.
  • Awal Juz selalu tercetak huruf tebal
  • Ada 2 halaman yang masing-masing penuh terisi oleh sebuah surat, yaitu halaman 2 (QS.1 Al-Fatihah) dan 475 (QS.89 Al-Fajr).

Lampiran lampiran :

1. Halaman Memuat 18 Baris

2. Judul Surat Yang Hanya berada pada 1 Baris

3. Halaman 482 & 483 Tergambar sangat SIMETRIS

4. Setiap akhir Halaman habis dalam satu ayat, kecuali halaman 484 ( Surat AL-LAHAB ).

5. Setiap Awal Juz di cetak Tebal.

6. Ada 2 halaman yang masing-masing penuh terisi oleh sebuah surat full.

7. Huruf Yaa tanpa Titik 2, di mulai dari QS 2 ayat 18..dst.. yang umum huruf Yaa nya ada titik 2 di bawahnya..

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Syahroni Noor21

About these ads

Tentang darulqohar

KAMI PERKUMPULAN PENGAJIAN YANG MENGUPAS AL QUR'AN DARI SISI STRUKTUR DAN NUMERIK ( PARADIGMA NUMERIK DAN STRUKTUR AL QUR'AN )
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

25 Balasan ke NUMERIK AL QURAN : CIRI-CIRI AL QUR’AN FORMAT 18 BARIS

  1. tony13 berkata:

    Assalamu alaikum,
    Ustadz, Saya sudah beli Al-Quran yang dijual di Darul Qohar (Pak Anwar). Tetapi ketika travelling jauh dan bawa barang banyak, agak makan tempat juga Alquran dengan ukuran besar itu.
    Sebelumnya saya mempunyai Al-Quran yang lebih kecil dgn ciri-ciri sebagian besar sama, bolehkah saya pakai untuk menjalani Tahap 1.

    Ciri-cirinya sbg berikut:
    1. Jumlah seluruh halaman penulisan ayat adalah 484 halaman – SAMA, dimulai nomor halaman 2 sampai 485. Halaman I adalah halaman Qur’an. – TIDAK SAMA (hal 1 Alfatihah)
    Bolehkah saya ubah sendiri nomor halamannya, termasuk nomor ayat pertama Al-Fatihah?

    2. Setiap Juz terdiri dari 16 halaman, kecuali Juz I dan Juz 3o terdiri atas 15 halaman dan 21 halaman. – SAMA

    3. Setiap halaman terdiri dari 18 baris, kecuali halaman 2,3 dan 485. Halaman 2 dan 3 terdiri dari masing-masing 6 baris, sedangkan halaman 485 terdiri dari 15 baris ditambah ‘ruang kosong” setara dengan 3 baris. – SAMA

    4. Halaman 2 dan 3 tercetak secara khas berbeda dengan halaman halaman
    lainnya, memiliki ornamen/hiasan. – SAMA

    5. Setiap ayat dirulis selesai pada satu halaman, kecuali ayat 4 dari surat 111 Al-Lahab. Ayat tersebut ditulis berawal dari halaman 484 dan berakhir pada halaman 485 (satu ayat terpurus pindah ke halaman lain). – SAMA

    6. Awal Juz ditandai dengan huru-huruf yang dicetak tebal. – SAMA

    7. Enam buah surat pada iuz 30 ditempatkan secara khas dalam posisi sejajar baris dan berada pada halaman 482 Dan 483. – SAMA

    8. Muqadimah surah menempati 2 baris, kecuali 3 buah surat yang muqadimahnya menempati 1 baris. Ketiga surat tersebut adalah : – SAMA
    - QS. At Taubah (9).
    - QS. Al Hiir (15 ).
    - QS. An Naml ( 27 ).

    9. Tanda ruku’ berupa huruf ع (‘Ain) yang terdapat pada setiap tepi halaman Al-Qur’an tercantum ditempat tanda ruku’ berakhir. – SAMA

    10. Ada 2 halaman yang masing-masing penuh terisi oleh sebuah surat, yaitu halaman 2 (QS.1 Al-Fatihah) dan 475 (QS.87 Al-Fajr). – SAMA

    11. TIDAK ADA TULISAN MANZIL

    12. DI TANDA ‘AIN TIDAK ADA ANGKA YANG MENYERTAI (UNTUK PENGOBATAN)

    Demikian ciri-cirinya, tapi ketika dibaca pola-pola tahap 1, saya yakin dan jamin tidak akan ada bedaya dengan memakai Al-Qur’an yg saya beli dari Darul Qohar. Hanya saja kuatir ada sesuatu (secara metafisik) yang mempengaruhi kemajuan saya dalam meningkatkan energy.
    Terima kasih.

    Wassalam,
    tony13

    • darulqohar berkata:

      Wa’alaikum Salam Wr.Wb..
      Terima Kasih Atas Pertanyaan nya Pak Tony, Memang Betul sekali banyak di jual format Al-Quran 18 Baris dengan ciri-ciri sama bahkan manzil dan kandungan Ain nya juga ada sama persis, itu Al-quran yang kami gunakan di bawah tahun 2006 pak. Dulu kami untuk Stepping dll memang pakai Al-Quran itu namun setelah di teliti banyak sekali perbedaannya, dan dari segi kajian ( karena menyangkut huruf dan angka ) agak berbeda dan salah/tidak tepat dengan kajian keimuan ini, yang paling frontal sekali adalah penggunan huruf YA dan Hamzah, dulu huruf Ya nya ada yg bertitik 2 ( YA huruf ke 30 ) sedangkan di Al-Quran yang sekarang tidak ada YA bertitik 2 ( karena YA tidak bertitik masuk kategori huruf ke 40 ).
      Perbedaan Pertama HURUF YA Antara Kedua Al-Quran itu adalah di mulai di Surah 2 : AL Baqarah ayat Ke 18 ( dst banyak sekali pak ), untuk HURUF HAMZAH perbedaan Pertama di Surah 2 : AL-Baqarah ayat ke 23, ini kalau di kaji erat sekali pesan nya ( angka 18 dan 23 ) jadi Al-Quran itu sendiri yang berbicara Bahwa perbedaan Al-Quran Format 18 itu ada di ayat ke 18 surah ke 2, insyAllah jika kita mengamalkan format 18 yg benar tadi maka akan menjadi golongan Al-Mu’Minuun ( Surah Ke 23 ), spt itu pak…
      Kemudian di Al-Quran Ayat yang pertama turun ( 96 : AL-ALAQ ) kata IQRA yg benar tidak memakai HAMZAH, kalau Al-Quran yang lain Memakai HAMZAH, penegenai penjabarannya silahkan lihat di Halaman Penjualan Buku dan Gallery kolom Buku Paradigma Numerik Seri 2 tentang Al-Alaq…ada lagi contoh di Surah Al-Ahqaf ( 46 ) Ayat Ke 4 di situ ada beda sekali di kalimat Iyytunii dan yg lama di I’ Tunii…..
      Saya Merasakan Beda sekali waktu stepping memakai AL-Quran yg lama ( umum ) dan Al-Quran yg Sekarang…memang kita cuma punya 1 Master Al-Quran yg Asli Terakhir itu, makanya kami cetak ulang ( perbanyak ) sampai sekarang….
      Tapi supaya gak penasaran bapak baca aja dulu dengan kedua Al-Quran tsb, gak apa kok…kalau saya dari segi Power energi merasakan hal yang beda sekali….
      Oh ya dah mantap juz 13 nya…dulu kan ragu-ragu….coba aja di pahami karakter juz 13 sesuai gak dengan pribadi anda sendiri….
      Saya Rasa itu saja…Terima Kasih

      Wassalam Wr.Wb…

      Syahroni Noor 21

    • umar said berkata:

      alhamdulillah saya sdh merasakan dr rutinitas baca juz semenjak th 2004 yg sy ikuti di bukit duri. sy ikut senang metode ini sdh bs di pelajari di situs internet. kalau boleh berkenan sy ingin bersilaturahmi ke Darulqohar kebetulan dl sy pernah tinggal di gg. nangka cimanggis

  2. tsugiharto berkata:

    Alhamdulillah…
    Terima kasih penjelasannya yang cukup panjang lebar. Akhirnya itu AQ dari DQ saya bawa juga kemana saya travelling. Alhamdulillah tidak merasa berat jika Alloh meringankan.
    Banyak sekali yang ingin saya tanyakan lagi, termasuk pola untuk pengobatan.
    Mungkin nanti kalau saya berkesempatan datang ke DQ.
    Salam saya untuk semua Ustadz-ustadz DQ. Terima kasih.
    Wassalam,
    tony13

    • darulqohar berkata:

      Assalamu’alaikum Wr.Wb..

      Sama-sama dan terima kasih banyak Pak Tony akhirnya memahami mengapa harus memakai AQ seperti yang saya jelaskan dulu…
      Bapak silahkan bertandang ke tempat kami jika ada waktu, dan minta saja pola-pola yang bapak inginkan ke Pak Anwar, tapi yang penting bapak sudah selesai stepping minimal sampai tahap I ( Pola 45 halaman ) baru bisa membaca pola-pola yang bapak inginkan, karena jika sudah sampai pola 45 halaman insyAllah sudah kuat powernya untuk mengajikan pola-pola yang bapak kehendaki…
      Demikian Pak Tony…Terima kasih banyak..

      Wassalam Wr. Wb..

      Syahroni Noor 21

  3. Uci berkata:

    Aslm,maaf saya tdk selalu bisa o.l.
    Bolehkah konsultasi via sms.,?
    Ke no brp? Bgmn cara daftarnya?

    • darulqohar berkata:

      Assalamu’alaikum Wr.Wb…

      Saya minta maaf baru di balas , karena saya hampir 1 bulan dinas di luar kota dan tidak memegang web sejak saat itu ( tidak berhubungan dengan Internet ), memang tugas itu saya serahkan ke teman-teman lain, tapi ternyata banyak yang belum di balas, sekali lagi saya mohon maaf….Alhamdulillah sekarang saya telah kembali…

      silahkan ibu sms ke No.0812-67541450 ( dgn P’Anwar )..

      Wassalam Wr.Wb..

      By R21

  4. ronny berkata:

    pak…saya dulu waktu kuliah pernah ikut pengajian numerik seperti ini di malang, dan saya katanya masuk juz 29 …itu apa maksudnya pak….? mohon pencerahan…padahal saya membaca qur’an pun masih belajar…?

    • darulqohar berkata:

      Sdr Ronny, saya sendiri berjuz 29. Sebagai gambaran awal dari juz 29 adalah huruf abjad yang diwakili ole nomor 29, yaitu “hamzah”. Huruf hamzah bisa tertulis diatas,ditengah, atau dibawah huruf tertentu. Pesannya ialah, orang yang berjuz 29 adalah orang pandai bergaul dengan segala kalangan, umur,atau dengan semua golongan. Kalau dilihat dari nomor surat 29 ( Al Ankabut = Laba-laba), orangnya pandai sekali membuat jaringan pertemanan, usaha,atau apapun yang merupakan jaringan atau link, tapi dia kurang pandai menjaga kelanggengan jaringan tsb, sesuai dengan rapuhnya jaring laba-laba. Itulah sekelumit tentang juz 29, kalau anda ingin tahu lebih dalam anda bisa buka halaman tentang karakter juz di web ini. Wassalam
      Anwar

  5. Dede Mustofa berkata:

    Assalamualaikum Wr Wb.
    mohon info pak. di medan ada yang mengajar mengenai Alquran numerik ini pak?
    terima kasih.

  6. Yaya nuriyati berkata:

    Aslm.wwb.
    Salam kenal boleh saya ikutan diskusi?

  7. husaini berkata:

    Assalamualaikum,
    saya ingin bertanya sedikit tentang huruf Yaa yang tidak diberi titik seperti yang dijelaskan diatas
    1. itu dibacanya tetap huruf Yaa atau tidak? karena huruf yaa yang tidak bertitik setau saya disebut alif maqsurah

    2. Apa dasarnya Yaa tersebut dihilangkan titiknya..

    mohon pencerahannya dan terimakasih atas jawabannya

    • darulqohar berkata:

      Sdr Husaini, huruf ya yang tidak bertitik tetap dibaca Ya. Titiknya bukan dihilangkan, akan tetapi memang sudah formatnya demikian dan mempunyai nilai numerik 40, sementara ya yang bertitik mempunyai nilai numerik 30.
      Wassalam
      Anwar

  8. Olivia Septiana berkata:

    Aslm…
    Perkenalkan nama sy Olivia…saya mengikuti pengkajian ttg MSFQ sejak tahun 2009..namun sejak tahun 2011 sudah mulai jarang mengikuti kembali…
    Ada beberapa yang ingin saya tanyakan Pak berdasarkan kekurangpahaman saya :
    1. Format Al-Qur’an 18 baris itu didapatnya berdasarkan landasan apa ya Pak? apakah d isyaratkan dalam ayat tertentu di dalam Qur’an ataupun hadits?
    2. Bagaimana pandangan islam mengenai penggunaan simbol2…apakah ada dalil yang menguatkan kita untuk mempertimbangkan simbol2 tertentu dari ayat-ayat qur’an…?
    3 Dalam membaca qur’an metode MSFQ ada bacaan pembuka dan penutup berdasarkan simbol angka 25-52, mohon maaf Pak saya sudah lupa ttg penjelasan guru saya secara lengkapnya mengapa memakai simbol ini…namun yang saya ingat simbol ini berkaitan dengan pintu ka’bah yang berbentuk angka 5…(angka 2 nya saya lupa penjelasannya). Yang saya pertanyakan, mengapa simbol pintu ka’bah bisa dijadikan perumpamaan untuk menjadikan pembuka bacaan qur’an…mohon penjelasan lengkapnya pak, perihal bacaan pembuka dan penutup.

    Saya sangat tertarik mengenai pengkajian MSFQ ini Pak…semoga d waktu mendatang bisa kembali mempelajarinya. Terima kasih

    Wassalam

    • darulqohar berkata:

      1. Tanda yang umum yang terdapat di pinggir Al Qur’an adalah huruf “Ain”, huruf ke-18. Dari angka 18 dapat beberapa kesimpulan:
      a. 18~ Al Kahfi ~ Gua ~ Nabi Muhammad meneima wahyu pertama di GUa Hira
      b. ‘Ain” huruf awal dari “ilmu” ( Arab), ‘Amal, “akal”, orang yang berakal dan berilmulah yang diberi kelebihan memahami Al Qur’an
      2. Mata. dalam bahasa Arab adalah “Ain” yang nota-bene penting sekali bagi manusia untuk melihat dan memahami ayat-ayat Allah.
      3. Islam tidak menolak simbol, bukankah huruf juga simbol, mungkin lebih tepat dikatakan “pesan-pesan” dalam Al Qur’an, dalam hal ini mata kepala maupun mata ha
      ti kita bisa kita gunakan untuk membaca simbol atau pesan Allah tersebut.
      4., DAlam berdo’a, pada umumnya kita tahu kita harus bersalawat dulu kepada NabiMuhammad, pada duduk diantara dua sujud juga kita bersalawat kenapa?..
      agar do’a kita disampaikan kehadirat Allah pada aktu yang tepat,karena kita telah bersalawat kepada kekasihNya Muhammad + Ibrahim
      25 mempunyai pesan salawat kepada NAbi MUhammad, dam 52 kepada Nabi Ibrahim.

      Bagi orang yang pergi Umrah dan Haji, mereka tau bahwa berdo’a didepan pintu Ka’bah (Multazam), Allah akan segera mengabulakn Do’anya, karena multazam adalah salah satu tempat berdo’a yang mustajab ( cepat mendapat ijabah Allah)

      Tarikan pintu Ka’bah, kalau kita perhatikan, persis angka 5 (Arab), ada dua (55)
      - 55 ~ Ar Rahman, nama Allah’ karena 5 nya ada dua, 2.5.5. Kalau disatukan menjadi 255. Ayat AQ yang mencapai 255 hanya QS:2 Al Baqarah. Nah coba anda perha tikan Qs:2 Al Baqarah 255. Kombinasi angka 2 dan 5 disini adalah 25 dan 52.
      Wajar kalau 2552 ( cara baca ayat Multazam) dijadikan do’a pembuka dan penutup, karena berhubungan dengan bersalawat kepada Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim.
      Semoga anda ada pemahaman
      Wassalam
      anwar

  9. Olivia Septiana berkata:

    Pak saya masih ada yang kurang paham…tentang tarikan pintu ka’bah itu pak..
    koq bisa dilihat dari sana,apakah memang tarikan tersebut sudah ada sejak jaman nabi ibrahim atau jangan2 pernah diperbaiki bentuknya melalui perbaikan2 di ka’bah itu sendiri dimasa2 setelahnya..

    Lalu, apakah dalam sejarahnya mushaf yang pertama kali di pakai, dituliskan, dan yang umumnya dipakai oleh para sahabat apakah memang al-qur’an 18 baris?

    Terima Kasih

    • darulqohar berkata:

      Sdr Olivia, tidak ada suatu kejadian yang terjadi karena “kebetulan”, melainkan telah ditetapkan Allah sebelumnya.Kenapa menara masjidil Haram ada 7(pada awalnya), kenapa begini, begitu, telah tertulis dalam kitab Allah di Lauhul Mahfuz.

      Bagus anda punya pemikiran yang kritis seperti ini, tapi harus dibarengi dengan membaca Al Qur’an secara teratur dan tersistem, hingga Allah memberikan pengertian2, faham-faham yang sebelum ini tidak anda ketahui.

      Mengenai penulisan Al Qur’an dimasa zaman Nabi sampai sahabat, anda bisa baca literaturnya atau buku2nya. Ada yang 17 baris,18,20 dan setiap format ada pesannya sendiri-sendiri.

      Kalau dibahas, takkan pernah selesai, selamat membaca….

  10. Umar ischaq berkata:

    Asswrwb
    Alhamdulillah, di bulan agustus ini sy bertemu dgn seseorang yg Bliau baik mengajarkan byk hal ( tdk sy sebutkn nama agar Alloh menjadikn amal sholih utknya-@amin) tentang keistimewaan rutin dgn membaca atau tilawah 1 hr satu juz…sy jd byk termotivasi menikmati tiap ayat hingga berusaha istiqomah baca 1 juz perhari..juga mmbaca ttg Daarul Qohar. Walaupun sy blum thu juz sy. Sy jadi sangat ingin bersana Al quran . bahkan sy juga belum py Quran 18 baris yg di Darul qur’an dimana sy dpt membelinya.
    #mohon bantuannya.. Trimakasih.
    Wasswrwb.. Umar ischaq

    • darulqohar berkata:

      wa’alaikumussalam wr.wb

      Bapak Umar yang baik.. Apabila Saudara ingin memiliki Al Qur’an Format 18 baris dan buku-buku materi pelajaran Paradigma Numerik dari kami, silahkan hubungi no.tlp 081574525368 dengan mencantumkan nama dan alamat Saudara, yang sebelumnya sudah mentransfer lebih dahulu ke no. rekening kami yang nanti akan kami kabarkan selanjutnya, berapa biaya buku dan ongkos kirimnya. Terima kasih.

      Wassalam
      MPDQ-PS

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s