ALLAHUMA SHOLI’ALA MUHAMMAD


ukiran lafadz

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

ASMAUL HUSNA


COVER ALQURAN

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Sebelum Al Qur’an berbentuk buku / kitab, ucapan Asmaul Husna hanya berupa vokal / bunyi verbal, penyampaian hanya dari mulut ke mulut kemudian di hafal sampai 99 kata Asmaul Husna tersebut. Pada jaman setelah ditemukan mesin cetak kertas dan buku, barulah Al Qur’an disusun halamannya sesuai sistem dan struktur Al Qur’an yang di anjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya sampai dengan sekarang. Walaupun berbeda format barisnya, tetapi jumlah dari Ayat, Surat dan Juz tetap sama, yaitu 6236 Ayat, 114 Surat dan 30 Juz.

Kenapa halaman Asmaul Husna pada kitab Al Qur’an pada umumnya di letakan pada sampul atau lembaran pertama kitab Al Qur’an?.. Pasti ada pesan yang disampaikan kepada kita sebagai pembacanya. Asma’ul Husna di kitab Al Qur’an selalu dihiasi dengan lingkaran atau motif-motif grafis yang indah oleh penulis atau pencetaknya. Tetapi itu hanya sekedar hiasan, yang penting kata-kata ke 99 Asmaul Husna-nya tersebut.

Jumlah kata Asmaul Husna ada 99, kenapa jumlahnya 99?.. kenapa tidak pas 100?.. 150?.. atau 1000?.. Bukankah Allah SWT itu Maha segala-galanya?.. Mari kita berpikir dan mengkaji, pasti itu pun ada pesan juga bagi kita.. Untuk siapakah Al Qur’an itu diturunkan?.. Tentu buat makhlukNya yang bernama Manusia setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya di Gua Hiro. Pesannya kurang lebih yang sudah kami mengkajinya, insyaAllah mendekati benar yaitu menceritakan proses janin manusia selama di Alam Rahim Ibu, 9 bulan 9 hari (9-9) sesuai juga dengan rata-rata hasil penelitian para Dokter kandungan di Dunia. Kemudian pada hari ke 10, melahirkan.

Allah SWT meniupkan Ruuh ke Janin di rahim Ibu pada usia Janin 3 bulan 10 hari [AQ.S: 15.Al Hijr:29 > "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruuh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud"], orang medis bilang hari ke 90 sampai dengan hari ke 100 Janin sudah bisa bergerak, bahkan suka menendang atau mendorong-dorong perut Ibunya dari dalam rahim. Ke 99 Asma’ul Husna berproses sesuai perkembangan Janin, artinya ke 99 Asmaul Husna itu ditiupkan Allah SWT ke si Janin tersebut untuk bekal hidupnya di Dunia pada saat Janin belum bergerak sampai hari yang ditentukan Allah Janin itu lahir dari rahim Ibu, maka sifat-sifat / nama-nama baik Allah itu melekat di tubuh Janin kemudian dilahirkan ke Dunia yang kita sebut Bayi. Itulah sebabnya kenapa Bayi selalu kita bilang masih suci, ternyata masih melekat pada diri Bayi itu sifat dan nama baik Allah SWT. Selanjutnya tanggung jawab orang tuanyalah atas perkembangan bayi itu seorang Muslim atau non Muslim, baik atau jahat, pintar atau bodoh, dsb..

Coba perhatikan ke kitab Al Qur’an yang ada di dekat Saudara-saudari, setelah cover bagian dalam yang ada Asmaul Husna halaman berikutnya adalah ada lingkaran (circle) yang bertuliskan kaligrafi “AL QUR’AN NUUR KARIIM”. Lingkaran itu mensimbolkan Rahim Ibu, sedangkan tulisan kaligrafi itu mensimbolkan Janin. Jadi, sejak dalam rahim Ibu kita sudah dibekali Asmaul Husna dan Al Qur’an (kauniah) oleh Allah SWT.

Pada saat bersalin / mau melahirkan seorang Ibu sering mengalami sakit perut seperti mau buang air besar, itu sebagian tanda-tanda umumnya akan lahir seorang bayi atau bayi kembar hamba Allah ke alam Dunia. Sebelum Bayi lahir seorang suster / bidan / dokter selalu bilang ke si Ibu.. “Sabar ya bu, masih baru PEMBUKAAN 1, PEMBUKAAN 2, PEMBUKAAN 3, dst..”. Apakah yang dimaksud Pembukaan itu?.. Kita lihat lagi ke Al Qur’an sesudah halaman yang ada lingkaran, selanjutnya adalah halaman 2 Al Qur’an berisi Surat ke 1. Al Fatihah, yang artinya PEMBUKAAN dengan total 7 ayat. Halaman berikutnya adalah halaman 3 Al Qur’an yang berisi Surat ke 2. Al Baqarah, dengan total 4 ayat. Pada ayat pertama di surat 2. Al Baqarah bertuliskan “Aliif Laam Miim”. Apabila kita singkat inisial huruf hijaiyah itu terdiri dari huruf A – L – M. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bahwa singkatan A-L-M itu adalah ALaM. Benar atau tidak saya kembalikan kepada pembaca,namun ada hubungannya dengan lahirnya Bayi dari mulai alam Rahim ke ALaM Dunia setelah melewati tahapan Asma’ul Husna, lingkaran kaligrafi Al Qur’an Nuur Kariim, Al Fatihah kemudian Surat 2. Al Baqarah ayat 1. Sedangkan ayat-ayat selanjutnya adalah menjelaskan sesuai tafsir kewajiban manusia untuk membaca Al Qur’an sebagai Huuda, Nuur, Furqan dan banyak lagi sebutan nama-nama lain dari Al Qur’an.

Demikianlah Al Qur’an sudah diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril [AQ.S 2.Al Baqarah:97 > "Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril,maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman"] untuk menjelaskan dengan posisi halaman dan struktur Format Al Qur’an yang sangat luar biasa, semuanya atas izin Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang dilanjutkan kepada para sahabat-sahabatnya kemudian sampailah kepada kita untuk dibaca, dipahami, dikaji dan di amalkan sesuai pesan-pesan dan firman-firman Allah SWT dalam kitab Al Qur’an-NYA yang selama ini kita jaga bersama dan tidak ada perubahan di dalamnya dari Jaman Nabi Muhammad SAW sampai dengan ke tangan kita.

Atas nama pribadi, saya sebagai penulis mohon maaf apabila ada kata atau kalimat di atas yang tidak pas di hati dan pikiran pembaca pada blog halaman materi ini. Saya menulis ini karena hasil pembelajaran dan pengkajian dari seorang sumber keilmuan ini yang menurut saya mendekati kebenarannya. Apabila tulisan ini benar, berarti datangnya dari Allah SWT, Apabila ada kesalahan itu datangnya dari saya pribadi sebagai penulis.. Terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca di blog kami ini. InsyaAllah, dengan adanya kesempatan lagi saya akan menulis kembali materi di blog Keilmuan Paradigma Numerik ini.

Wassalamu’alaikuum Wr.Wb

Penulis;
Prayitno

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

RUANG DISKUSI DAN KONSULTASI


Assalamu’alaikum Wr.Wb

Kami ucapkan terima kasih kepada saudara-saudari yang tetap setia mengunjungi blog ini, semoga banyak manfaat yang di dapat setelah Anda berkunjung ke blog Majelis Pengajian Darul Qohar ini.
Dalam rangka mengakomodir permintaan saudara-saudari sekalian, maka dengan ini kami membuka ruang untuk Anda semua yang ingin berkonsultasi ikhwal problematika hidup Anda ( kesehatan, dll ) di line telpon di bawah ini :

- Tentang Buka Juz, Kesehatan, dll silahkan Hubungi:
Khoirul Abror   di Nomor Telpon : 021-87745100 / 081398098952
PIN:76691B7B atau
Prayitno Somantri : 0815-7452-5368

Catatan: Mohon maaf, untuk permintaan membuka Juz saudara/i kami hanya melayani yang datang ke Majelis Pengajian Darul Qohar.

Untuk Nomor lain yang ada/tercantum di blog ini, khusus untuk pemesanan Al-Quran dan buku-buku…

Demikian pemberitahuan ini, semoga membantu saudara-saudari semua, dan dalam tulisan ini, kami selaku pengurus mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam menjawab pertanyaan saudara-saudari, maupun hal-hal lain banyak yang kurang berkenan di hati, kami mohon di buka-kan maaf yang sebesar-besarnya…
Terimakasih…

Wassalamu’alaikum Wr.Wb..

( Syahroni Nur 21 )

Dipublikasi di Uncategorized | 82 Komentar

NUMERIK AL QURAN : CIRI-CIRI AL QUR’AN FORMAT 18 BARIS


Format Al Qur’an Standar Majelis Pengajian Darul Qohar

Disadari atau tidak, Al Qur’an adalah sebuah kitab yang berisi susunan huruf, lambang sekaligus simbol. Dengan kata lain, Al Qur’an tidak hanya semata-mata bahasa bunyi atau verbal. Karena memuat lambang dan simbol, tentunya harus ada metode atau alat untuk memahami simbol tersebut.

Model pendekatan struktur Al Qur’an ini berdasarkan atas pengamatan terhadap fenomena susunan Al Qur’an dengan sistematika yang sudah kita kenal dengan tipe format cetak mushaf. Hasil pengamatan ini kemudian disusun berdasarkan isyarat-isyarat Al Qur’an yang relevan untuk dikenali hubungan strukturnya serta dianalisis maksud pesannya secara kontekstual.

Bertolak dari keyakinan bahwa Al Qur’an adalah petunjuk yang memiliki sifat terang yang menerangi dan menerangkan, maka proses penggalian pesan keilmuan yang terkandung dalam Al Qur’an sebenarnya terpulang kepada diri kita masing-masing sejauh mana kita mau membuka hati dan pikiran terhadap terangnya cahaya llahi.

Bentuk susunan Al Qur’an sangat unik dan mengesankan. Sistem Al Qur’an menunjukkan adanya sebuah titik yang seolah-olah berada diluar sistem, namun mengontrol sistem. Indikator tentang adanya titik kontrol bisa kita lihat pada ke-khas-an penempatan “satu ayat tertinggal” diakhir Juz 13. Ayat tersebut adalah QS.15 AI-Hijr ayat 1.

Seringkali kita mengingatkan bahwa format penyusunan mushaf Al Qur’an mempunyai peranan penting dalam metode struktur Al Qur’an. Sederhananya seperti cara komputer, bukankah selalu ada perintah untuk memformat terlebih dahulu disket yang baru akan dipergunakan ?.

Maka perlu ditemukan terlebih dahulu Al Qur’an yang dimaksud, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

1.     Jumlah seluruh halaman penulisan ayat adalah 484 halaman, dimulai pada nomor halaman ke 2 sampai dengan halaman 485. Halaman 1 adalah halaman (simbol lingkaran) Al Qur’an Nuurkariim.

2.     Setiap Juz terdiri dari 16 halaman, kecuali Juz I dan Juz 3o terdiri atas  15 halaman dan 21 halaman.

3.     Setiap halaman terdiri dari 18 baris, kecuali halaman 2,3 dan 485. Halaman 2 dan 3 terdiri dari masing-masing 6 baris, sedangkan halaman 485 terdiri dari 15 baris ditambah ‘ruang kosong” setara dengan 3 baris.

4.     Halaman 2 dan 3 tercetak secara khas berbeda dengan halaman-halaman

lainnya, memiliki ornamen/hiasan.

5.     Setiap ayat ditulis selesai pada satu halaman, kecuali ayat 4 dari surat 111 Al-Lahab. Ayat tersebut ditulis berawal dari halaman 484 dan berakhir pada halaman 485 (satu ayat terputus pindah ke halaman lain).

6.     Awal Juz ditandai dengan huru-huruf yang dicetak tebal.

7.     Enam buah surat pada Juz 30 ditempatkan secara khas dalam posisi sejajar setiap barisnya dan berada pada halaman 482 Dan 483.

8.     Muqadimah surah menempati 2 baris, kecuali 3 buah surat yang muqadimahnya menempati 1 baris. Ketiga surat tersebut adalah :

-      QS. At Taubah (9).

-      QS. Al Hijr (15 ).

-      QS. An Naml ( 27 ).

9.     Tanda ruku’ berupa huruf ع (‘Ain) yang terdapat pada setiap tepi halaman Al Qur’an tercantum ditempat tanda ruku’ berakhir.

Ciri-ciri tersebut diatas menjadi tanda bantu yang sangat berguna dalam proses belajar untuk memahami, mendalami dan menggali pesan keilmuan yang terkandung didalam Al Qur’an.

Demikian sebuah pengantar dari kami, semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita pada Al Qur’an untuk dibaca, dikaji, dipahami, dan diamalkan,

Hormat kami yang setinggi-tingginya serta ucapan terimakasih yang sebanyak-banyak kepada alm.Bapak Luqman AQ Soemabrata atas dedikasinya dalam menemukan kajian Format dan Struktur Al-Qur’an.

Wassalam…

1. Ciri-Ciri Al Qur’an Format 18 Baris

  • Juz                                                                                           = 30
  • Surat                                                                                        = 114
  • Ayat                                                                                         = 6236
  • Jumlah Baris                                                                           = 18
  • Manzil                                                                                      =  7
  • Halaman per-Juz                                                                   = 16, kecuali Juz 1 & Juz 30
  • Jumlah’Ain/Ruku’                                                                 = 558
  • Jumlah seluruh halaman                                                       = 484 (dari 2 s /d 485)
  • Judul surat yang hanya berada pada 1 baris, yaitu surat      = At-Taubah, Al-Hijr, dan An Naml.
  • Halaman 482 & 483 tergambar sangat simetris.
  • Setiap akhir halaman habis dalam satu ayat, kecuali halaman 484 Yaitu surat AL-Lahab.
  • Awal Juz selalu tercetak huruf tebal
  • Ada 2 halaman yang masing-masing penuh terisi oleh sebuah surat, yaitu halaman 2 (QS.1 Al-Fatihah) dan 475 (QS.89 Al-Fajr).

Lampiran lampiran :

1. Halaman Memuat 18 Baris

2. Judul Surat Yang Hanya berada pada 1 Baris

3. Halaman 482 & 483 Tergambar sangat SIMETRIS

4. Setiap akhir Halaman habis dalam satu ayat, kecuali halaman 484 ( Surat AL-LAHAB ).

5. Setiap Awal Juz di cetak Tebal.

6. Ada 2 halaman yang masing-masing penuh terisi oleh sebuah surat full.

7. Huruf Yaa tanpa Titik 2, di mulai dari QS 2 ayat 18..dst.. yang umum huruf Yaa nya ada titik 2 di bawahnya..

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Syahroni Noor21

Dipublikasi di Uncategorized | 23 Komentar

PARADIGMA NUMERIK STRUKTUR AL QURAN


PENGANTAR

Numerik Al Qur’an pertama sekali digagas oleh Lukman AQ Soemabrata (1933-1996). Dan dalam tempo yang relatif tak lama, langsung saja pendekatan yang ditawarkannya disambut dengan antusias yang cukup tinggi. Mungkin karena ia memang berhasil menghadirkan sisi-sisi  lain dari Al Qur’an yang sama sekali kurang tampak selama ini.

“Perhatikan apa yang dikatakan Al Qur’an”, demikian seruan yang pernah disampaikan oleh Ali kw. Ternyata memang benar, banyak sekali hal yang dituturkan Al Qur’an. Hanya karena kekurangpedulian dan keterbatasan, manusia menjadi kurang dapat mendengar apa-apa yang dikatakan oleh Al Qur’an. Namun bila kian digali, kian nyata firman Allah:

“Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (Qs: 18, 109)

Mungkin karena sudah jenuh dengan segala pendekatan yang ada selama ini, terasa penggalian kedalaman makna ayat-ayat terasa hanya sampai di situ-situ saja. Tak tampak adanya penyegaran yang cukup berarti. Dan tanpa mengecilkan arti pendekatan verbal, pendekatan numerik terasa seakan membawa hawa baru yang ditunggu-tunggu.

Namun sebagai sesuatu yang baru, pendekatan numerik mudah mendapat penilaian negatif, dicurigai. Namun sejalan dengan bergulirnya waktu, pendekatan numerik tampak semakin mendapat tempat di hati pecinta Al Qur’an. Memang sudah menjadi karakter dasar Al Qur’an, ia akan selalu benar tanpa menunggu pengukuhan dari manusia. Dan pada saatnya, bila ayat-ayat dimaknai dengan cara-cara yang tak bertanggungjawab, maka semua usaha tersebut akan menjadi sia-sia, dan segera saja ditinggalkan orang. Ayat-ayat hanya akan mendapat pengukuhan dan penolakan, juga, oleh ayat. Manusia hanya bisa mengambil pelajaran dan manfaat darinya.

Dan manusia yang berupaya mengerti makna numerik Al Qur’an mungkin saja terpeleset. Namun bila ada kesungguhan, ia segera akan dapat mengoreksinya. Al Qur’an adalah imam, yang dengan segala kelebihannya, akan membimbing manusia yang dengan sungguh-sungguh mempelajarinya. Tidak ada yang perlu sangat dicemaskan mengenai hal ini.

Maka dengan segala kerendahan hati, penulis menerima koreksi bila terjadi pemaknaan yang dinilai telah melampui batas. Semua terjadi karena keterbatasan penulis yang masih belajar.

Di sisi lain, Lukman AQ Soemabrata, atau kami singkat menjadi LAQS, telah menunjukkan bahwa penemuannya mampu menghadirkan banyak hal. Tanpa deskripsi panjang lebar,menjadi teori baru, ia menyusun metode yang dengannya murid-muridnya bisa belajar dan mengaplikasikan sistem pola baca yang disusunnya.

Numerik Al Qur’an LAQS paling tidak telah mengajukan dua hal, yaitu medis dan psikologi Qur’ani. Dua hal yang dikenal dalam dua disiplin ilmu umum: kedokteran dan psikologi, dalam lingkup akademis. Dalam pendekatan numerik Al Qur’an, dua hal tersebut bersatu secara metodologis. Pada penerapan terapi penyembuhan (medis), seseorang akan dibacakan ayat-ayat disesuaikan dengan tipe masing-masing (psikologi).

Dalam kesempatan ini, dua hal tersebut tidak disampaikan, penulis hanya mengajukan sebuah paparan sederhana bagi pemula yang ingin berkenalan dengan numerik Al Qur’an. Sebagian bahan diambil dari uraian yang pernah disampaikan oleh Lukman sendiri. Namun sebagian lagi oleh murid-muridnya, salah satunya adalah dari Iskandar Soemabrata, adik dan muridnya.

Bila ada kesempatan lain, mudah-mudahan tulisan ini masih akan disampaikan lagi menjadi sebuah rangkaian yang berseri. Insya’ Allah.

Wassallam

Syahroni21

Dipublikasi di Uncategorized | 12 Komentar

MAJELIS PENGAJIAN DARUL QOHAR


Assalamuallaikuum Wr.Wb.

Alhamdulillah hirobbil ‘alamiin.. Pada Hari Senin, 11 Oktober 2010, Majelis Pengajian kami telah terbentuk, dengan nama ” MAJELIS PENGAJIAN DARUL QOHAR / RUMAH BELAJAR DARUL QOHAR “, Setelah hampir 6 tahun kami berkumpul dan belajar tentang Paradigma Numerik Al Qur’an, maka terbentuklah susunan pengurus dari Majelis Pengajian kami. Adapun susunan pengurusnya sebagai berikut :

  1. Pembina    : Ibu Heny Hanaria ( Ibu Luqman AQ Soemabrata/ Mamah )
  2. Ketua       : Marwah Ali Ashari
  3. Sekertaris : Eko Budiono, Heri Trilaksono
  4. Bendahara : Khoirul Abror
  5. Dik-Jar     : Syahroni Nur, P. Somantri, Khoirul Anaam
  6. Konselling : P. Somantri, Khoirul Abror, Khoirul Anaam
  7. Humas      : Husein Supriyono, Awit, Edy Sugiharto
  8. Umum       : Wartino, Tanto, Widjiarto, Syaiful, dll.

    Demikian susunan pengurus MAJELIS PENGAJIAN DARUL QOHAR untuk periode 11 Oktober 2013 s/d 10 Oktober 2016..

    Untuk Jadwal Kajian Kita Yaitu :

    1. Senin Malam Selasa Ba’da Isya s/d Selesai Oleh : Ust. Syaiful Husein (Kajian Numerik).
    2. Rabu Ba’da Dzuhur s/d Ba’da Maghrib oleh : Bpk. Prayitno (Kajian Numerik Utk Pemula).
    3. Jum’at malam Sabtu  Ba’da Isya’  Oleh : Ust.Chairul Aman (Kajian Numerik/Psikologi Al-Quran).
    4. Senin s/d Sabtu Ba’da Dzuhur s/d Isya oleh Bpk. Prayitno,Khoirul Abror (Konsultasi umum dan penjualan Al Qur’an/buku-buku).
    5. Kepada para masyarakat yang ingin mengkaji Al Qur’an dari sisi Numerik dapat hadir di waktu-waktu yang telah tertulis di atas…

      Wassalam

      Syahroni21

Dipublikasi di Uncategorized | 82 Komentar